Jumat, 10 Juni 2016

Masjid




“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah  dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah : 18)

Saya tidak tau sejak kapan saya mencintai mesjid, tapi kalau boleh jujur... saya menghabiskan masa remaja saya dimesjid, termasuk malam-malam minggu saya. Hingga saat ini dibulan Ramadhan 1437H, saat sebagian sahabat-sahabat saya sudah mulai hijrah, dan mulai menikah serta mempunyai anak, saya tetap melangkahkan kaki ke mesjid, meski sendirian. Saat adik-adik dimesjid masih berumur 5 tahun, sejak mereka masih bocah hingga sekarang mereka sudah pada bujang, dan tinggi badannya jauh lebih tinggi dari saya.

Saya mendapat hidayah untuk mengenakan jilbab juga gara-gara saya sering ke mesjid, jadi intinya saya mendapatkan banyak petunjuk karena saya datang ke mesjid. Saya kemesjid biasanya hanya seminggu sekali, hari sabtu saja saat saya mengajar di TPA. Dan dihari sabtu juga ada ta’lim buat remaja di mesjid, entahlah meski Cuma seminggu sekali, tapi ada ketenangan batin yang saya rasakan kalo saya berada dimesjid.

Dan belakangan ini saya punya kebiasaan ketika saya sedang galau, atau bermasalah dengan hati, dateng kemesjid yang jauh sendirian, hanya untuk mendatangi majelis ilmu atau sekedar untuk sholat. Kemana? Manapunlah... entah ke Istiqomah citarum, ke Al latief, atau ke Salman ITB. Masalahnya selesai? Tidak secara langsung sih, tapi saya jauh lebih tenang, lebih sabar, dan lebih ikhlas rasanya menghadapi masalah. Dan mungkin pertolongan Allah akan datang saat saya datang ke mesjid.

Dan entah sejak kapan mesjid jadi salah satu indikator buat saya memilih pendamping hidup...., saya ingin punya pendamping hidup yang sama-sama mencintai mesjid, yang sholat fardhunya dimesjid. Sungguh ini tidak sederhana, kalau saya jadi laki-laki pun, saya tidak yakin bisa istiqomah sholat fardhu dimesjid. Tapi begitulah, saya pernah baca hadist, jika kamu melihat seseorang datang kemesjid, saksikanlah bahwa ia beriman. Yah, menjaga sholat saja sudah luar biasa, apalagi bisa melaksanakan sholat fardhu dimesjid.

Sederhana...., saya pengen punya anak laki-laki yang sholeh, berharap suatu saat saya mendidik anak saya dari kecil untuk sholat fardhu dimesjid, hingga ia dewasa, dan saya ingin teladan itu ia lihat langsung dari ayahnya. Saya berharap suatu saat saya diberi kesempatan oleh Allah untuk  bisa sholat di tanah Haram, bisa sholat di mesjid Nabawi, di masjid Haram, dan Al Aqsha. Mudah-mudahan dihari akhir nanti saya dapat selamat dari panasnya api neraka, mudah-mudahan kecintaan saya kepada mesjid membuat iman saya semakin kuat, keyakinan saya kepada Allah pun lebih besar, dan Allah yang menyelesaikan masalah saya.


Bandung 6 Juni 2016





Tidak ada komentar:

Posting Komentar