“Hanyalah yang memakmurkan
masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan
sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka
merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk
(dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah : 18)
Saya tidak tau sejak kapan saya
mencintai mesjid, tapi kalau boleh jujur... saya menghabiskan masa remaja saya
dimesjid, termasuk malam-malam minggu saya. Hingga saat ini dibulan Ramadhan
1437H, saat sebagian sahabat-sahabat saya sudah mulai hijrah, dan mulai menikah
serta mempunyai anak, saya tetap melangkahkan kaki ke mesjid, meski sendirian.
Saat adik-adik dimesjid masih berumur 5 tahun, sejak mereka masih bocah hingga
sekarang mereka sudah pada bujang, dan tinggi badannya jauh lebih tinggi dari
saya.
Saya mendapat hidayah untuk
mengenakan jilbab juga gara-gara saya sering ke mesjid, jadi intinya saya
mendapatkan banyak petunjuk karena saya datang ke mesjid. Saya kemesjid biasanya
hanya seminggu sekali, hari sabtu saja saat saya mengajar di TPA. Dan dihari
sabtu juga ada ta’lim buat remaja di mesjid, entahlah meski Cuma seminggu
sekali, tapi ada ketenangan batin yang saya rasakan kalo saya berada dimesjid.
Dan belakangan ini saya punya
kebiasaan ketika saya sedang galau, atau bermasalah dengan hati, dateng
kemesjid yang jauh sendirian, hanya untuk mendatangi majelis ilmu atau sekedar
untuk sholat. Kemana? Manapunlah... entah ke Istiqomah citarum, ke Al latief,
atau ke Salman ITB. Masalahnya selesai? Tidak secara langsung sih, tapi saya
jauh lebih tenang, lebih sabar, dan lebih ikhlas rasanya menghadapi masalah.
Dan mungkin pertolongan Allah akan datang saat saya datang ke mesjid.
Dan entah sejak kapan mesjid jadi
salah satu indikator buat saya memilih pendamping hidup...., saya ingin punya
pendamping hidup yang sama-sama mencintai mesjid, yang sholat fardhunya
dimesjid. Sungguh ini tidak sederhana, kalau saya jadi laki-laki pun, saya
tidak yakin bisa istiqomah sholat fardhu dimesjid. Tapi begitulah, saya pernah
baca hadist, jika kamu melihat seseorang datang kemesjid, saksikanlah bahwa ia
beriman. Yah, menjaga sholat saja sudah luar biasa, apalagi bisa melaksanakan
sholat fardhu dimesjid.
Sederhana...., saya pengen punya
anak laki-laki yang sholeh, berharap suatu saat saya mendidik anak saya dari
kecil untuk sholat fardhu dimesjid, hingga ia dewasa, dan saya ingin teladan
itu ia lihat langsung dari ayahnya. Saya berharap suatu saat saya diberi
kesempatan oleh Allah untuk bisa sholat
di tanah Haram, bisa sholat di mesjid Nabawi, di masjid Haram, dan Al Aqsha.
Mudah-mudahan dihari akhir nanti saya dapat selamat dari panasnya api neraka,
mudah-mudahan kecintaan saya kepada mesjid membuat iman saya semakin kuat,
keyakinan saya kepada Allah pun lebih besar, dan Allah yang menyelesaikan
masalah saya.
Bandung 6 Juni 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar