Rabu, 13 Januari 2016

Gak Gendut

Ali bin Abi Thalib (Ra) meriwayatkan :
“Rambut Rasullulah lurus dan sedikit  berombak. Beliau tidak berperawakan gemuk dan tidak pula tampak terlalu berat, beliau berperawakan baik dan selalu tegak. Warna kulit beliau cerah, mata beliau hitam dengan bulu mata yang panjang. Sendi-sendi tulang beliau kuat dan dada beliau cukup  kekar, demikian pula tangan dan kaki beliau….”

Itulah sepenggal gambaran fisik Rasullulah, dalam beberapa sumber yang pernah saya baca Rasullulah adalah pribadi yang sehat, beliau sakit hanya 2 kali, pada saat turun wahyu pertama, dan sakit setelah menunaikan haji wada, dimana akhirnya beliau wafat, dalam beberapa sumber juga dikatakan bahwaNabi Muhammad selama hidupnya mengikuti 27 peperangan, jadi bisa dibayangkan bagaimana kuatnya fisik beliau, karena saya cinta pada Rasul, maka saya ingin meneladani beliau, termasuk tentang bagaimana cara beliau memelihara diri.

Apakah gendut itu masalah? Mungkin iya, tapi rasanya bagi saya, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk berat badan yang berlebih. Apa saya gendut? Entahlah, mungkin sedikit, tapi saya akui sekarang berat badan saya jauh lebih besar dari pada berat badan saya sewaktu sma atau kuliah. Orang bilang kalo gendutan, itu artinya bahagia (happy), alhamdullilah kalau begitu saya harus banyak bersyukur, karena pandangan orang terhadap saya jadi positif.

Ada beberapa hal mengapa saya tidak mau gendut, pertama pakaian. Pakaian saya 80% adalah gamis dengan panjang yang tetap sama dari zaman kuliah hingga sekarang, tinggi badan saya tidak bertambah pesat, sepertinya ini sudah maksimal L namun sekarang rasanya beberapa baju saya terasa sempit. Tentu kalo saya jadi bertambah berat badan, aka ada banyak baju yang jadi mubazir karena tidak bisa dipakai (sempit), kedua ini mungkin lebih kepada kesehatan, saya ingin sehat seperti Rasullulah, diatas dikatakan bahwa Rasullulah itu tidak gemuk, terlalu berat tentu akan mengundang penyakit, jadi sebisa mungkin saya harus menjaga berat badan saya.

Alasan ketiga lebih kepada masa depan, tubuh ini adalah amanah dari Allah, sebisa mungkin harus dijaga dan dirawat baik-baik, bagi saya kesehatan itu penting, masalahnya suatu hari nanti saya akan menikah, dan punya anak, saya tau melahirkan dengan cara normal butuh fisik yang kuat, jadi mau tidak mau dari sekarang saya harus bisa menjaga tubuh saya supaya mempunyai berat badan yang ideal, dengan stamina yang baik pula.

Itulah tiga alasan utama kenapa saya ingin menurunkan berat badan saya sekarang, secara aktifitas saya baik dikantor maupun dirumah juga padat, jadi sebisa mungkin saya harus memiliki fisik yang prima, biasanya saya suka berolahraga seminggu sekali ke sabuga, berlari dan ikutan aerobic disana. Tapi semenjak dapat amanah ngementor tiap minggu pagi, akhirnya saya pindah larinya, saya tetap lari meski hanya lari diseputaran kompleks rumah saja.

Dulu sih pernah ikutan kareta, sebenarnya masih pengen sampai sekarang, ikutan bela diri apalah namanya, mau karate, taekwondo, silat, atau apa. Tapi tentu karena satu dan lain hal jadi tidak bisa, saya berharap saya bisa Istiqomah (olahraganya), karena sehat itu mahal. Pesan dokter yang selalu saya ingat, makan makanan yang sehat, istirahat yang cukup, dan olahraga yang cukup, ya meski kadang waktu makan saya berantakan, waktu istirahat saya berantakan, dan olahraga tidak pernah, tapi ketika kamu paham bahwa sehat itu mahal, dan sakit itu melelahkan, tentu kamu akan memilih untuk bisa berolahraga, bermandi keringat karena sehat, daripada bermandi keringat karena sakit,

Salam Olahraga J


Bandung, 13 Januari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar