Setiap orang pernah melakukan
kesalahan, termasuk aku. Setiap kali aku berdoa sehabis sholat, aku selalu
berdoa dan memohon ampun kepadaMu, semoga Engkau mengampuni segala dosa dan
kesalahanku, dan kalaupun aku pernah menyakiti hati hamba-hambaMu mudah-mudahan
Engkau membukakan hati mereka untuk mau memaafkan kesalahanku, meski aku tak
pernah tau siapa yang hatinya pernah tersakiti karena ucapan atau sikapku. Aku
baru memahami kenapa Rasullulah dalam sehari bisa beristigfhar lebih dari 70
kali, padahal beliau adalah seorang Rasul, seseorang yang mulia akhlaknya.
Beliau tau bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, yang sering kali melakukan
kesalahan dan dosa. Maka beliaulah contoh yang sempurna bagaimana harusnya
manusia menjadi makhluk yang harus pandai bertaubat memohon ampun atas segala
kesalahan baik yang disadari ataupun yang tidak disadari.
Yang kedua, aku ingin Engkau
menjadikan aku manusia yang baik, baik akhlaknya, baik ibadahnya, baik
amalannya, karena sungguh begitu sulit menaatiMu dalam kebaikan dan kesabaran.
Aku selalu ingat pesan Rasul, iringilah perbuatan yang buruk dengan perbuatan
baik, karena perbuatan baik dapat menghapus dosa. Aku berusaha semampuku untuk
menjadi orang baik, memudahkan orang lain, dan tidak menyusahkan orang lain,
dan selama ini pula Engkau memberikan banyak kebaikan dalam hidupku, Engkau
pertemukan aku dengan orang-orang yang baik, dan kesempatan yang baik, hingga
sejauh ini Engkau selalu menjagaku untuk hidup lurus dijalanMu, sungguh ini
tidak mudah Ya Allah, kalau bukan karena kebaikan dariMu. Terima kasih engkau
selalu mengirimkan orang-orang baik dalam hidupku, yang memudahkan segala
urusanku, dan mendoakan kebaikan untuk hidupku.
Aku selalu percaya bahwa Kau
adalah Tuhan Yang Maha Baik, oleh karena itu aku serahkan seluruh hidup dan
matiku padamu, aku serahkan segala urusanku kepadaMu, Aku berlindung kepadaMu
dari ketidaktahuanku, dan aku ridha untuk seluruh takdirMu, semoga aku termasuk
hamba-hamba yang pandai bersyukur, seperti keluarga Ibrahim. Semoga aku bisa
belajar bagaimana kekuatan iman Nabi Ibrahim, kesabaran Hajar, dan kesholehan
Ismail. Semoga kelak Engkau pilihkan pendamping hidup yang terbaik, yang
memiliki keimanan seteguh Ibrahim, semoga kelak aku memiliki keturunan yang
sholeh seperti Ismail, dan semoga aku kelak bisa menjadi istri dan ibu yang
kuat serta sabar seperti bunda Hajar. Semoga waktu-waktuku saat ini benar-benar
membawa berkah, membawa banyak kebaikan untuk diriku, keluargaku, dan
orang-orang yang aku cintai.
Aku tidak tau mengapa Engkau
memberikan ujian seperti ini kepadau, aku percaya Engkau tak pernah salah
memberikan ujian, aku tak tau kapan saat aku begitu dekat denganMu, namun jika
ini salah satu jalan aku untuk lebih dekat kepadaMu, aku ikhlas Ya Allah.
Terima kasih, bersamaMu, tak ada rasa takut dalam hidupku, tak ada kekhawatiran
dalam hidupku, aku berlindung hanya kepadaMu.
18 November 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar