Jumat, 27 November 2015

Baiknya Ibu

"Karena tidak ada doa Ibu yang sederhana..

 Setiap anak pasti sayang dengan ibunya, apalagi jika ia anak laki-laki. Ibu adalah perempuan paling baik dimata seorang lelaki, maka tak jarang ketika ia mencari pendamping hidup, maka ia akan mencari  perempuan yang sifat dan karakternya seperti ibunya, meski saya tau, dalam Islam tidak boleh menyamakan kedudukan istri dengan ibu, saya lupa hadistnya. Namun bukan itu yang akan saya bahas, saya ingin membahas bahwa baik buruknya seorang anak, secara tidak langsung adalah hasil dari pola didik dan pola asuh orang tuanya, terutama jika ibunya yang benar-benar ibu rumah tangga yang pasti akan lebih banyak berinteraksi dengan anak.

Ibu saya adalah seorang Ibu rumah tangga, yang sejak belum menikah sampai sudah menikah sama sekali tidak pernah bekerja, yah mungkin karena ibu hanya ikut dengan kakak perempuannya (bude), dan tidak pernah menamatkan sekolah dasarnya, hingga pindah dari madiun ke Jakarta. Saya merasakan betul kasih sayang ibu, sejak bangun tidur, hingga tidur lagi, saya  belajar bagaimana memasak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, semuanya dari Ibu, ibu dulu penah menggunakan asisten rumah tangga, pada saat saya kecil, tapi setelah saya TK dan dewasa, hingga sekarang saya dewasa ibu tidak pernah menggunakan jasa asisten rumah tangga, semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri oleh ibu, dibantu bapak, dan saya.

Umur ibu sekarang sudah diatas 50 tahun, rambutnya sudah banyak yang berwarna putih, cucunya sudah ada 4 dan semuanya laki-laki. Ada banyak hal yang saya pelajari dari ibu, dan bagaimana baiknya  ibu, mungkin ini bisa jadi teladan bagi saya, atau siapapun yang sempat membaca tulisan saya.Ibu saya, sangat sayang dengan anak-anaknya, hampir semua kebutuhan kami, disiapkan oleh ibu. Setiap kakak saya pulang, ibu pasti memasak lebih banyak dari biasanya, dan selalu memasak apa yang disukai oleh anak-anaknya, (kebetulan 3 kakak saya tinggal diluar kota bandung)

Menantu, ibu baik sekali dengan kakak ipar saya, terutama kakak ipar yang perempuan (saya hanya punya satu kakak laki-laki), setiap menjenguk cucunya, ibu selalu berpesan padanya “jangan lupa doain mas, maafin kalo anak ibu ada salah” kata-kata yang kadang membuat hati saya terenyuh, dan membuat mata saya menjadi berkaca-kaca.

Cucu, iyah ibu sangat sayang dengan cucu-cucunya, memang sudah menjadi rahasia umum jika kakek dan nenek lebih memanjakan cucunya ketimbang anaknya. Setiap akan menjenguk cucunya, ibu selalu memasakan apa yang disuka ponakan saya itu, selalu membawa buah tangan, dan selalu memberikan uang jajan untuk sekolah kepada mereka.

Tetangga, ibu baik sekali dengan tetangga, setiap kali punya rizky ibu selalu menyuruh saya mengirim makanan untuk tetangga disebelah rumah, entah itu buah-buahan, makanan, atau masakan yang ibu masak sendiri, dan juga untuk tetangga yang non muslim, setiap lebaran, ibu selalu mengirim kueh lebaran, ketupat, sayur rendang, atau sambel goreng (makanan khas lebaran).

Tukang dagang, ibu orang yang ramah, apalagi dengan pedagang-pedagang yang sering lewat kerumah, entah itu tukang rujak, tukang susu, tukang bubur, atau tukang sayur. Ibu punya langganan tukang susu murni, sebenarnya itu susu buat ponakan saya, karena ibu tidak suka susu. Tapi ibu selalu membeli susu itu tiap kali ponakan-ponakan saya datang, pernah satu waktu, mang susu itu lewat didepan rumah, sementara waktu itu ponakan saya sedang tidak dibandung. Akhirnya ibu tetap membeli susu itu, dan memberikan susunya kepada bapak paruh baya yang berjualan kain hordeng, dan istirahat didepan rumah saya.

Asisten rumah tangga, seperti yang saya bilang diatas ibu sejak saya beranjak besar tidak pernah lagi menggunakan asisten rumah tangga. Kakak saya yang tinggal di Bogor dan Istrinya yang bekerja memerlukan asisten rumah tangga untuk menjaga ponakan saya, dan ibu setiap kali menjenguk kesana pasti selalu memberikan uang jajan kepada asisten rumah tangga disana, dan satu ucapan ibu yang sering saya dengar juga “Ini sedikit uang buat jajan, titip cucu ibu yah, jangan dikasarin dia masih kecil, belum ngerti apa-apa”.

Binatang, saya tau ibu bukan seorang pecinta binatang, rasanya tidak ada satupun binatang yang beliau sukai, meski kalau liat kelinci beliau suka bilang, “lucu yah manis mukanya”. Tapi setiap hari ibu selalu menyediakan ember berisi air, alasannya sederhana, buat minum kucing, kasian kalo mereka kehausan. Dan tentu saja, beberapa kucing sering kali mampir ke rumah saya, hanya sekedar untuk minum dan melepaskan dahaganya.


Itulah beberapa baiknya ibu yang terlihat dimata saya, ada banyak kebaikan lain yang tidak saya ketahui  sepertinya, saya hanya berfikir, suatu saat saya bisa mempunyai ibu mertua sebaik ibu, semoga saya bisa mencintai ibu mertua saya seperti saya mencintai ibu saya. Dan saya sangat berharap ibu mertua saya kelak bisa sebaik ibu, saya percaya anak sholeh akan selalu lahir dari rahim seorang  Ibu yang baik. Dan semoga Allah menghendaki kebaikan itu pada siapa saja yang kelak menjadi jodoh saya, aamiin

Bandung 27 November 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar