Ibu saya adalah seorang Ibu rumah
tangga, yang sejak belum menikah sampai sudah menikah sama sekali tidak pernah
bekerja, yah mungkin karena ibu hanya ikut dengan kakak perempuannya (bude),
dan tidak pernah menamatkan sekolah dasarnya, hingga pindah dari madiun ke
Jakarta. Saya merasakan betul kasih sayang ibu, sejak bangun tidur, hingga
tidur lagi, saya belajar bagaimana
memasak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, semuanya dari Ibu, ibu dulu penah
menggunakan asisten rumah tangga, pada saat saya kecil, tapi setelah saya TK
dan dewasa, hingga sekarang saya dewasa ibu tidak pernah menggunakan jasa
asisten rumah tangga, semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri oleh ibu,
dibantu bapak, dan saya.
Umur ibu sekarang sudah diatas 50
tahun, rambutnya sudah banyak yang berwarna putih, cucunya sudah ada 4 dan
semuanya laki-laki. Ada banyak hal yang saya pelajari dari ibu, dan bagaimana
baiknya ibu, mungkin ini bisa jadi
teladan bagi saya, atau siapapun yang sempat membaca tulisan saya.Ibu saya, sangat sayang dengan
anak-anaknya, hampir semua kebutuhan kami, disiapkan oleh ibu. Setiap kakak
saya pulang, ibu pasti memasak lebih banyak dari biasanya, dan selalu memasak
apa yang disukai oleh anak-anaknya, (kebetulan 3 kakak saya tinggal diluar kota
bandung)
Menantu, ibu baik sekali dengan
kakak ipar saya, terutama kakak ipar yang perempuan (saya hanya punya satu
kakak laki-laki), setiap menjenguk cucunya, ibu selalu berpesan padanya “jangan
lupa doain mas, maafin kalo anak ibu ada salah” kata-kata yang kadang membuat
hati saya terenyuh, dan membuat mata saya menjadi berkaca-kaca.
Cucu, iyah ibu sangat sayang
dengan cucu-cucunya, memang sudah menjadi rahasia umum jika kakek dan nenek
lebih memanjakan cucunya ketimbang anaknya. Setiap akan menjenguk cucunya, ibu
selalu memasakan apa yang disuka ponakan saya itu, selalu membawa buah tangan,
dan selalu memberikan uang jajan untuk sekolah kepada mereka.
Tetangga, ibu baik sekali dengan
tetangga, setiap kali punya rizky ibu selalu menyuruh saya mengirim makanan
untuk tetangga disebelah rumah, entah itu buah-buahan, makanan, atau masakan
yang ibu masak sendiri, dan juga untuk tetangga yang non muslim, setiap
lebaran, ibu selalu mengirim kueh lebaran, ketupat, sayur rendang, atau sambel goreng
(makanan khas lebaran).
Tukang dagang, ibu orang yang
ramah, apalagi dengan pedagang-pedagang yang sering lewat kerumah, entah itu
tukang rujak, tukang susu, tukang bubur, atau tukang sayur. Ibu punya langganan
tukang susu murni, sebenarnya itu susu buat ponakan saya, karena ibu tidak suka
susu. Tapi ibu selalu membeli susu itu tiap kali ponakan-ponakan saya datang,
pernah satu waktu, mang susu itu lewat didepan rumah, sementara waktu itu
ponakan saya sedang tidak dibandung. Akhirnya ibu tetap membeli susu itu, dan
memberikan susunya kepada bapak paruh baya yang berjualan kain hordeng, dan
istirahat didepan rumah saya.
Asisten rumah tangga, seperti yang
saya bilang diatas ibu sejak saya beranjak besar tidak pernah lagi menggunakan
asisten rumah tangga. Kakak saya yang tinggal di Bogor dan Istrinya yang
bekerja memerlukan asisten rumah tangga untuk menjaga ponakan saya, dan ibu
setiap kali menjenguk kesana pasti selalu memberikan uang jajan kepada asisten
rumah tangga disana, dan satu ucapan ibu yang sering saya dengar juga “Ini
sedikit uang buat jajan, titip cucu ibu yah, jangan dikasarin dia masih kecil,
belum ngerti apa-apa”.
Binatang, saya tau ibu bukan
seorang pecinta binatang, rasanya tidak ada satupun binatang yang beliau sukai,
meski kalau liat kelinci beliau suka bilang, “lucu yah manis mukanya”. Tapi
setiap hari ibu selalu menyediakan ember berisi air, alasannya sederhana, buat
minum kucing, kasian kalo mereka kehausan. Dan tentu saja, beberapa kucing
sering kali mampir ke rumah saya, hanya sekedar untuk minum dan melepaskan
dahaganya.
Itulah beberapa baiknya ibu yang
terlihat dimata saya, ada banyak kebaikan lain yang tidak saya ketahui sepertinya, saya hanya berfikir, suatu saat
saya bisa mempunyai ibu mertua sebaik ibu, semoga saya bisa mencintai ibu
mertua saya seperti saya mencintai ibu saya. Dan saya sangat berharap ibu
mertua saya kelak bisa sebaik ibu, saya percaya anak sholeh akan selalu lahir dari rahim seorang Ibu yang baik. Dan semoga Allah menghendaki kebaikan itu pada siapa saja yang kelak menjadi jodoh saya, aamiin
Bandung 27 November 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar