Kamis, 27 Agustus 2015

Rasa



“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu…” Ust. Rahmat Abdullah

 Kebaikan Allah sungguh luar biasa, karena kalau dihitung, pasti saya tidak pernah bisa menghitungnya. Saya merasa bahagia ketika banyak orang yang baik, perhatian, sayang, bahkan mencemaskan hidup saya, padahal bisa jadi orang itu bukanlah orang yang benar-benar mengenal saya, atau bahkan mungkin hanya seseorang yang baru saya kenal kemarin. Saya bukanlah orang yang amanah dan memiliki kemampuan untuk menerima amanah-amanah besar, tapi entah kenapa Allah memberikannya pada saya.

Sebenarnya ini bukan karena saya punya kemampuan lebih, ini hanya karena mungkin hanya saya satu-satunya orang yang tersisa, atau bisa jadi karena saya merasa ini adalah sebuah kesempatan untuk saya belajar, dan mengamalkan Ilmu saya. Memegang madrasah, membina adik-adik remaja yang gaul-gaul, membina adik-adik kecil, anak SD yang mukanya polos dan lugu, dosanya masih sedikit, tapi hafalan Qurannya sudah lebih dari 1 JUZ :’(

Sekali waktu saya pernah merasa lelah, merasa cape mengurusi hidup orang lain, mengurusi Keimanan orang lain, toh saya sendiri masih jatuh bangun menjaga Iman saya, merasa cape mengurusi orang yang gak mau diurus, memperdulikan orang yang gak mau peduli, tapi kembali lagi saya ingat kisah Nabi Yunus, saya takut. Membayangkannya saja saya merasa ngeri, bagaimana bisa, ditangah lautan yang dalam begitu gelap, dimalam hari, didalam perut ikan paus, dan sendirian. :’( Begitupun dengan kisah Nabi Muhammad ketika ditolak oleh penduduk Thaif diperlakukan dengan kasar oleh mereka, yang bahkan gunung-gunung pun merasa marah, dan hendak menghancurkan penduduk negeri itu, Nabi Muhammad dengan hati besar memaafkan dan tidak lantas berhenti berdakwah. Lalu aku apa?

Bukankah sebaik-baik manusia itu adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain?

Saya hanya berharap dan berdoa, Allah beri saya kekuatan fisik, dan kekuatan Iman, agar saya tetap berada dijalanNya, sesulit apapun keadaannya, dan selelah apapun yang dirasakan, semoga kerinduan pada Rasul dapat menjadi penawar segala rasa, malu jika saya merasa sedih, karena saya harusnya bahagia, dan bersyukur menjadi melanjutkan perjuangkan kekasih Allah :’(


Bandung, 27 Agustus 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar