“Teruslah bergerak, hingga kelelahan
itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan,
hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu
lesu menemanimu…” Ust. Rahmat Abdullah
Sebenarnya ini bukan karena saya
punya kemampuan lebih, ini hanya karena mungkin hanya saya satu-satunya orang
yang tersisa, atau bisa jadi karena saya merasa ini adalah sebuah kesempatan
untuk saya belajar, dan mengamalkan Ilmu saya. Memegang madrasah, membina
adik-adik remaja yang gaul-gaul, membina adik-adik kecil, anak SD yang mukanya
polos dan lugu, dosanya masih sedikit, tapi hafalan Qurannya sudah lebih dari 1
JUZ :’(
Sekali waktu saya pernah merasa
lelah, merasa cape mengurusi hidup orang lain, mengurusi Keimanan orang lain,
toh saya sendiri masih jatuh bangun menjaga Iman saya, merasa cape mengurusi
orang yang gak mau diurus, memperdulikan orang yang gak mau peduli, tapi
kembali lagi saya ingat kisah Nabi Yunus, saya takut. Membayangkannya saja saya
merasa ngeri, bagaimana bisa, ditangah lautan yang dalam begitu gelap, dimalam
hari, didalam perut ikan paus, dan sendirian. :’( Begitupun dengan kisah Nabi
Muhammad ketika ditolak oleh penduduk Thaif diperlakukan dengan kasar oleh
mereka, yang bahkan gunung-gunung pun merasa marah, dan hendak menghancurkan
penduduk negeri itu, Nabi Muhammad dengan hati besar memaafkan dan tidak lantas
berhenti berdakwah. Lalu aku apa?
Bukankah sebaik-baik manusia itu
adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain?
Saya hanya berharap dan berdoa,
Allah beri saya kekuatan fisik, dan kekuatan Iman, agar saya tetap berada
dijalanNya, sesulit apapun keadaannya, dan selelah apapun yang dirasakan,
semoga kerinduan pada Rasul dapat menjadi penawar segala rasa, malu jika saya
merasa sedih, karena saya harusnya bahagia, dan bersyukur menjadi melanjutkan
perjuangkan kekasih Allah :’(
Bandung, 27 Agustus 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar