Sebenarnya siapa yang membuat kita kecewa?
Kita sendiri. Bukan orang lain.
Kita tidak akan pernah kecewa jika kita selalu mengendalikan harapan. Mau secanggih apapun orang lain memupuk pesonanya, menimbun perhatiannya, kalau kita sempurna mengendalikan hati, no problem at all. Mau se-PHP apapun orang2 ke kita, kalau kendali harapan itu di kita sendiri, tidak akan mempan.
-Tere Liye
Tak sengaja membaca postingan ini di facebook milik adik kelas saya.., rasanya memang benar, saya adalah salah seorang pembaca setia karya-karya bang darwis, setiap tulisannya mungkin terlihat sederhana, tapi sarat dengan makna yang dalam, terutama dalam menyikapi hidup. Beliau menulis dengan hati, beliau selalu menggambarkan watak protagonis dalam setiap tulisannya, dan mungkin itu yang tanpa sadar ingin beliau bangun dari setiap tokoh atau karakter dalam novelnya.
Dan mungkin itulah yang ingin saya pelajari dalam hidup, saya ingin menjadi orang baik, bukan hanya orang baik yang sekedar baik. Enak dilihat, menyenangkan ketika berkomunikasi, dan selalu menjadi jalan kebaikan untuk banyak orang. Meski diakui, kita berusaha setengah mati melawan diri sendiri, sungguh menjadi orang baik, yang benar-benar baik itu tidak mudah.
Hal sederhana yang menjadi prinsip saya adalah, lebih banyak memberi daripada meminta. Lebih baik melayani daripada dilayani. Dan itu pun berlaku sama dalam hal "harapan", bagaimana saya menempatkan harapan saya benar-benar pada tempatnya, tidak pada manusia, tapi pada Allah. Ini bukan pekerjaan sederhana, ketika kita harus mengendalikan hati kita, bukan hati orang lain. Apapun perlakuan orang lain pada saya, terlebih jika lawan jenis. Saya sudah seharusnya benar-benar menjaga interaksi saya dengan siapa pun yang bukan muhrim saya, dan tentu jangan melibatkan perasaan untuk hal sekecil dan sesederhana apapun.
Mungkin harus menjadi "Frozen" hingga suatu saat waktunya datang, saya percaya sesuatu yang baik, pasti akan datang dengan baik-baik, orang baik pasti akan ditunjukkan jalan yang baik, bukankah Allah menyukai orang-orang yang baik?
Bandung, 16 Oktober 2014
Kita sendiri. Bukan orang lain.
Kita tidak akan pernah kecewa jika kita selalu mengendalikan harapan. Mau secanggih apapun orang lain memupuk pesonanya, menimbun perhatiannya, kalau kita sempurna mengendalikan hati, no problem at all. Mau se-PHP apapun orang2 ke kita, kalau kendali harapan itu di kita sendiri, tidak akan mempan.
-Tere Liye
Tak sengaja membaca postingan ini di facebook milik adik kelas saya.., rasanya memang benar, saya adalah salah seorang pembaca setia karya-karya bang darwis, setiap tulisannya mungkin terlihat sederhana, tapi sarat dengan makna yang dalam, terutama dalam menyikapi hidup. Beliau menulis dengan hati, beliau selalu menggambarkan watak protagonis dalam setiap tulisannya, dan mungkin itu yang tanpa sadar ingin beliau bangun dari setiap tokoh atau karakter dalam novelnya.
Dan mungkin itulah yang ingin saya pelajari dalam hidup, saya ingin menjadi orang baik, bukan hanya orang baik yang sekedar baik. Enak dilihat, menyenangkan ketika berkomunikasi, dan selalu menjadi jalan kebaikan untuk banyak orang. Meski diakui, kita berusaha setengah mati melawan diri sendiri, sungguh menjadi orang baik, yang benar-benar baik itu tidak mudah.
Hal sederhana yang menjadi prinsip saya adalah, lebih banyak memberi daripada meminta. Lebih baik melayani daripada dilayani. Dan itu pun berlaku sama dalam hal "harapan", bagaimana saya menempatkan harapan saya benar-benar pada tempatnya, tidak pada manusia, tapi pada Allah. Ini bukan pekerjaan sederhana, ketika kita harus mengendalikan hati kita, bukan hati orang lain. Apapun perlakuan orang lain pada saya, terlebih jika lawan jenis. Saya sudah seharusnya benar-benar menjaga interaksi saya dengan siapa pun yang bukan muhrim saya, dan tentu jangan melibatkan perasaan untuk hal sekecil dan sesederhana apapun.
Mungkin harus menjadi "Frozen" hingga suatu saat waktunya datang, saya percaya sesuatu yang baik, pasti akan datang dengan baik-baik, orang baik pasti akan ditunjukkan jalan yang baik, bukankah Allah menyukai orang-orang yang baik?
Bandung, 16 Oktober 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar