Jumat, 24 Oktober 2014

Good Job, Doc!

                                 
           "To Cure Sometimes, To Relieve Often, To Comfort Always"

Ini tanggal 24 Oktober ada yang tau hari apa? Hahahaha, yang jelas ini bukan hari ulang tahun saya, apalagi hari ulang tahun kamu, atau (dia). Hari ini adalah Hari dokter nasional, hehehe... Semoga Allah mudahkan siapa pun yang tengah belajar di bangku kuliah Fakultas Kedokteran, semoga cepat lulus dan jadi dokter yang baik, dan yang sudah menjadi dokter semoga Ilmunya barakah, Rizkynya barakah, semoga Allah mudahkan pekerjaan anda mengobati pasien-pasien yang sakit.

Saya tidak pernah bercita-cita menjadi dokter, tapi saya sangat menyukai profesi ini, dan sangat senang bisa membantu murid-murid saya yang kebetulan bercita-cita ingin menjadi dokter. Cita-cita memang harus dipupuk sejak kecil, bukan hanya dipupuk, tapi disirami juga dengan semangat yang tinggi, betapa senangnya saya bertanya pada salah seorang murid saya yang kelas 10 perihal cita-citanya ingin kuliah dimana? dan begitulah Biyan, salah satu murid saya dulu waktu zaman PPL akhirnya kuliah di FK UI, mungkin sekarang sudah lulus jadi sarjana kedokteran.

Begitupula dengan Dimas dan Nurul yang sejak 3 tahun lalu sejak duduk dikelas 9 sudah punya cita-cita ingin menjadi dokter, mereka tidak pernah lelah belajar, dan belajar. Dan alhamdullilah, sekarang keduanya diterima di Fakultas Kedokteran, Dimas di UNISBA dan Nurul di UGM, mudah-mudahan Allah mudahkan mereka menempuh pendidikan dikampusnya, saya tau ini tidak mudah.

Dokter juga manusia, saya tau itu, dokter juga bisa salah, salah diagnosis misalnya. Satu waktu saya pernah merasakan sakit perut yang hebat, dan saya datang ke sebuah klinik untuk memeriksakan keluhan saya, dokter perempuan berambut panjang itu setelah memeriksa saya nampak ragu dan bingung, akhirnya ia menelepon seseorang, saya tidak tau itu siapa yang ditelepon, ntah dosennya atau teman sejawatnya, yang jelas kemudian ia bilang saya kena usus bantu dan harus dioperasi -__-

Saya panik,iya, orang tua saya juga panik, akhirnya saya pergi memeriksakan sakit saya ini ke Rumah Sakit, dan setelah diperiksa oleh dokter, ternyata kesimpulannya saya hanya terkena gejala penyakit types, bukan usus buntu -__-. Saya kapok datang ke Klinik tersebut, begitupula dengan orang tua saya, dokter yang salah diagnosis itu memang kurang ramah dan ketus. Memang pekerjaan ini tidak mudah, pasien banyak datang dengan segala penyakit dan keluhannya, tapi alangkah senangnya jika dokter yang kita temui itu ramah dan baik hati?

Saya jadi ingat sama dokter yang sering ibu datangi, dari sekian banyak klinik, ibu paling sering datang ke klinik ini (saya lupa namanya), alasan ibu sederhana. Dokternya cakep dan baik -_- Ibu kebetulan punya penyakit gula, jadi jika gulanya naik ibu pasti merasa pusing dan tidak enak badan, maka bapak pasti akan mengantar ibu berobat ke dokter itu. Namanya dokter ari, waktu saya sakit panas, saya pernah berobat kesana, dokter ari itu penampilannya mirip sama dokter Koto yang dikomik, badannya besar dan tinggi, selalu tersenyum, bedanya beliau menggunakan kacamata.

Dan setau saya, tiap kali saya datang ke kliniknya pasti pasiennya banyak, beliau selain cerdas, punya kemampuan komunikasi yang baik, beliau tidak hanya memeriksa keadaan pasiennya, tapi juga mengedukasi dan mengajari bagaimana pasien-pasiennya ini untuk terhindar dari penyakit. Inilah mungkin yang membuat pasien percaya pada dokter dan setiap kali sakit kembali lagi keklinik dokter.

Mudah-mudahan, Indonesia punya banyak dokter yang cerdas dan baik kaya dokter Ari atau dokter Koto,
Selamat hari Dokter :)

Bandung, 24 Oktober 2014


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar