Senin, 17 Juni 2013

Al-Hafidz

Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Penghapal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah SWT meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan ni`mat dan kebaikan “. [HR. At Tirmizi]


Minggu kemarin aku berkesempatan untuk mengikuti pelatihan membaca dan menghafal Al-Quran di PUSDIKLAT Dewan Da'wah Jawa Barat, dan pengisi dari acara tersebut adalah ustadz-ustadz yang sudah hafidz. Salah satu pemateri dalam acara tersebut adalah Ustadz. Annuri Al-Hafidz. Saya sangat terkesan dengan beliau, Ustadz yang badannya tegap dan tinggi ini berasal dari salah satu kota di Jawa Timur, aksen bicaranya terdengar Jawa sekali, beliau dengan keluasan Ilmunya telah mendapatkan gelar Doktor, namun ketika mengajari kami beliau benar-benar tawadhu.

Saya yang belum pernah ikut pelatihan seperti ini, sangat senang luar biasa. Banyak alasannya, pertama bacaan Quran saya masih belepotan, belum pernah mengikuti program tahsin secara Intensif sebelumnya, dan karena saya benar-benar ingin dan mampu menghafal Al-Quran. Hingga di sesi ketiga sang Ustadz memberikan simulasi untuk para peserta, belia bertanya : "Siapa yang mau menjadi murid saya?" Saya melihat seorang Ibu yang duduk disebelah saya mengangkat tangannya. Lalu sang Ustadz bertanya kembali " Siapa lagi yang mau?" Saya tanpa berfikir panjang langsung mengcungkan tangan saya.

Singkat cerita... akhirnya dalam simulasi itu saya dan Ibu Arnita menjadi contoh dihadapan peserta yang lain, kami ceritanya anak madrasah yang akan belajar mengaji Iqra.
Ustadz menyapa saya dan mencontohkan membaca taawudz dan basmalllah kepada saya
"Ayo ikutin pak guru yah... 1, 2, 3...."

Saya yang disodorkan mic saat itu sempat terdiam beberapa menit, malu, gugup, grogi, semuanya campur aduk, dan akhirnya saya mengikuti bacaan yang dicontohkan oleh sang Ustadz.
"Ayo diulangi lagi yah, coba perhatikan pak Guru, liat muka pak guru"
Saya membaca 3 kali taawudz
"Iyaaa baguuuus...., tapi bagus itu belum tentu benar yah"
JLEB banget deh ini -______-

"Ibu-ibu, Ustadz dan ustadzah.. ketika anak mencoba belajar, harus tetap dipuji yah, meski salah mereka perlu diberikan penghargaan, kalo salah nanti Ibu dan bapal bisa memperbaiki kesalahan bacanya"

Kira-kira begitulah penyaampainnya sang Ustadz, dan kesempatan selanjutnya adalah Ibu Arnita yang ada disebelah saya, beliau pun tak kalah gugupnya sama saya.
Dan diakhir pembelajaran

"Oh iya ini ada Al-Quran untuk yang maju kedepan, saya bawanya juga cuma 2, dan kalau yang lain mau, dateng aja yah ke Jakarta, nyesel yah tadi gak kedepan?  :))"

Alhamdullilah....
Saya dikasih Al-Quran sama Ustadz yang Hafidz
padahal Quran saya sudah lama sekali rusak, dan saya tak pernah berniat menggantinya karena sayang, Dulu pernah terbersit dalam hati saya, "Semoga Allah memberikan Al-Quran kepada saya dari hadiah" begitulah, bulan Maret lalu saya pun mendapatkan hadiah sebuah mushaf dari sahabat yang umroh ke Tanah Suci.

Jazakumullah Ustadz..
semoga Ilmunya barakah, semoga Al-Qurannya barakah juga, semoga saya bisa menghafal Quran dengan baik seperti Ustadz, aamiin

Bandung, 17 Juni 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar