Jumat, 29 Juli 2011

Istiqomah

Alkisah ada dua pemuda yang begitu rajin beribadah, semenjak ia tergabung dalam organisasi Rohani Islam di sebuah sekolah yang dikenal dengan sebutan DKM (Dewan Kemakmuran Mesjid), mereka menjadi berubah 180 derajat. 








Mungkin itulah yang dilihat oleh kawan-kawannya dikelas. Setiap hari senin dan kamis mereka tak pernah mengunjungi kantin, karena mereka berdua pasti melaksanakan shaum senin-kamis. Jika jam istirahat tiba, mereka tak pernah ada dikelas atau dikantin, karena mereka pasti ada di mesjid untuk melakukan sholat dhuha. Jika hari Jumat, siswa laki-laki banyak yang langsung pulang untuk menunaikan ibadah sholat jumat dirumah masing-masing, Mereka pasti ada di mushala mesjid sekolah untuk menunaikan ibadah sholat jumat, dilanjutkan hingga ashar, atau bahkan sampai magrib untuk mentoring. Jika teman-teman sebayanya tengah asyik mengikuti Pensi (pentas seni), mereka asyik ikutan MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa) di mesjid.

Mereka berdua adalah salah satu tipe murid yang disukai oleh guru-guru, atau mungkin kaum hawa kebanyakan ditiap kelas. Tidak hanya Cerdas, Punya Prestasi, Alim, dan Rajin Beribadah. Hingga suatu saat suatu kejadian merubah segalanya saat mereka naik ke kelas 2. Satu dari  dua pemuda itu mengundurkan diri dari status anggota DKM, dan kembali menjadi siswa SMA biasa dengan pergaulan hedonisnya. Pacaran, Ngeband,  Merokok, Hang Out, dll. Sementara pemuda yang satu tetap istiqomah dengan keyakinannya, istiqomah dengan apa yang ia pelajari dan ia amalkan. Hingga mereka benar-benar lulus dari SMA. 

Hingga suatu hari ketika mereka telah menjadi Mahasiswa, disebuah Pameran Buku mereka kembali bertemu, dan terjadilah percakapan diantara mereka berdua 

Pemuda 1            : “Assalamualaikum?”

Pemuda 2      : “Walaikumsalam, kamu?? Apa kabar, dari SMA sampe sekarang penampilannya gak   berubah”

Pemuda 1          : “ Alhamdullilah..., sibuk apa sekarang??

Pemuda 2        : “ Sibuk ngamen sana sini, ikut audisi sana sini, buat tembus dapur rekaman, kamu? Sibuk apa sekarang? Masih suka ke SMA? Jadi pementor ya sekarang?”

Pemuda 1        : “ Alhamdullilah... masih dipercaya ma Allah buat ngebimbing adik2,... mau ikutan ngementor? Kebetulan sekarang anggota dkm jumlahnya terus nambah, saya kadang kewalahan harus megang 5-6 kelompok mentoring”

Pemuda 2          : “ Hahahaha, ngurus diri sendiri aja belum bener, apalagi ngurusin orang lain, lagian mana ada Murabbi anak Band berandalan kaya saya”

Pemuda 1           :” Saya fikir... ilmu kamu jauh lebih banyak dari saya...., hafalan kamu dulu lebih banyak dari saya...”

Pemuda 2        : “ Hahahaha, hafalan surat yah? Udah pada ilang, yang masih saya inget Cuma “Qul Brother’s aja sekarang (An-Nass, Al-Falaq, Al-Ikhlas)”

Pemuda 1         : “Maaf... saya gak bisa nahan antum dulu waktu keluar dari DKM...”

Pemuda 2      : “Kok jadi kamu yang minta maaf, nyantei aja brother... emang saya udah bosan di DKM, sejak peristiwa itu.... Saya benar-benar benci dengan kemunafikan!”

Pemuda 1         : “Siapapun pasti kaget.... saya sendiri juga sempet shock melihat kejadian itu, walau sudah di tabayuni... Saya kecewa dengan beliau! Tapi bagaimanapun juga beliau adalah pementor kita, murabbi kita, guru kita...!.”

Pemuda 2          : “ Allah saja benci sama orang munafik, apalagi saya?”

Pemuda 1        : “Itu mungkin bukan sebuah dosa besar, tapi itu salah satu kesalahan terbesar beliau..., kita sudah berusaha menutupi aib beliau, dan beliau pun mengakui kekhilafannya, serta telah meminta maaf pada kita adik-adik binaannya”

Pemuda 2       : “Baguslah,... saya gak pernah suka dengan kemunafikan...terserah orang mau bilang apa tentang saya”

Pemuda 1          : “Biarlah kejadian itu menjadi pelajaran buat kita semua, sejak kejadian itu. Saya janji sama diri saya sendiri, kalo saya harus bisa lebih baik dari si akang, saya harus jadi contoh yang baik buat adik-adik saya, dan saya selalu berusaha mengingatkan pada siapapun tentang “Hijab”. Hal besar yang  seringkali tanpa sadar menjadi kecil, bahkan disepelekan”

Pemuda 2     : “ Ya, jangan sampai kekhilafannya kepergok langsung sama adik-adik binaan di Mall, hahahahhaa”

Pemuda 1       : “Satu tetes tinta hitam, mungkin akan mengotori sebuah mukena yang berwarna putih, mungkin nodanya tak akan hilang walau sudah dicuci berkali-kali, tapi saya yakin mukena itu tidak akan jadi najis, ia akan tetap bisa digunakan untuk sholat ”

Pemuda 2            : “Hahahhaha, si akang kamu samain sama kain”

Pemuda 1      : “Itu hanya sebuah analogi, saya tau beliau orang yang paling banyak menyampaikan kebenaran, paling besar semangat dakwahnya, paling banyak ilmunya, mudah-mudahan kejadian itu membuat beliau menjadi lebih dekat dengan Allah, saya banyak belajar dari beliau”

Pemuda 2          : “Saya percaya... dari dulu sampe sekarang kamu satu-satunya orang yang paling Istiqomah diantara anak DKM yang lain”

Pemuda 1            : “ Jadi... mau nih bantuin saya ngementor?”

Pemuda 2        : “Hahahaha, kamu ajalah... saya mah bantu doa aja, doain yah minggu depan saya mau ikutan audisi di Jakarta, saya duluan yah”

Pemuda 1            : “Moga di kasih yang terbaik sama Allah, Assalamualaikum?

Pemuda 2            : “Walaikumsalam”

Karena Nilai Setitik  Rusak susu Sebelanga...

Panas Setahun di hapuskan oleh Hujan Sehari...

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi siapapun,
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqomah, maka tidak ada kekhawatiran mereka dan mereka tidak pula berduka cita. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal didalamnya, sebagai balasan apa yang telah mereka kerjakan” (QS Al-Ahqaaf : 13-14)


Just For Us...
Semoga tidak terulang lagi,
Bumi Allah 29 Sya’ban1432H



1 komentar: