Itulah kata-kata yang masih terngiang dalam ingatan saya hingga kini. Setahun yang lalu, di selasar mesjid saat pembinaan rutin dilakukan tiba-tiba saja koordinator wilayah memberikan kepada saya beberapa lembar formulir biodata yang harus diisi oleh adik-adik. Kebetulan saya memegang kelompok mentoring adik-adik ikhwan yang duduk di sekolah dasar, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yatim dan dhuafa. Dan kebanyakan dari mereka duduk dikelas 5 dan 6 SD.
Dan ada satu anak yang masih duduk di kelas 2 SD, saya masih ingat anak itu... namanya Hafiz. Menurut saya, hafiz adalah salah satu anak yang cukup cerdas, meskipun ia yang paling muda diantara adik-adik lainnya. Formulir yang harus diisi pun, adalah formulir biodata seperti umumnya, berisi nama, tempat tanggal lahir, usia, nama orang tua, pekerjaan orang tua, kelas, sekolah, dan aktivitas2 lainnya yang harus mereka beri tanda silang (karena sudah ada pilihan jawabannya)
Hingga pada point no 3...
Hafiz : " Teh ini usia saya berapa?"
Saya : " Hafiz lahirnya tahun berapa?"
Hafiz : " Gak tau teh...."
Saya : (mencoba berfikir....) " Hafiz kapan ulang tahunnya?"
Hafiz : "Saya gak tau kapan ulang tahunnya teh..., saya gak pernah merayakan ulang tahun"
Saya : " maaf hafiz... maksudnya ulang tahun itu adalah tanggal yang sama ditahun ini dengan pertama kali hafiz lahir...., masih ga inget?"
Hafiz : " gak tau teh...., saya kan tinggal di yayasan... orang tua saya jauh"
Saya : "..... ya udah... dikosongin aja dulu..., ntar teteh cari tau ke ibu yang di yayasan"
Hafiz : " iya teh..."
Itulah percakapan singkat saya dengan hafiz..., saya bingung menjelaskan bagaimana caranya menghitung usia dengannya, makanya saya tanya kapan ulang tahunnya..., frame berfikir saya dgn anak yang berusia sekitar 7-8 tahun memang jauh berbeda. Setiap pertambahan tahun (baca ulang tahun), kita pasti tau berapa usia kita bertambah (meskipun sebenernya jatah usia berkurang). Tapi yang ada dalam benak hafiz itu, ulang tahun adalah sebuah perayaan dimana ada balon, kueh ulang tahun, lilin, dan kado. Dan memang hafiz tidak pernah merayakan ulang tahun dengan kedua orang tuanya.
Saya sebenarnya malu..., saat seusia hafiz saya merasakan apa yang namanya ulang tahun. Mengundang teman-teman, guru-guru, menerima ucapan selamat, meniup lilin, memotong kueh, hingga menerima hadiah berupa kado yang dibungkus dengan manis baik dari keluarga maupun dari teman-teman yang ada, sambil diiringi lagu selamat ulang tahun/ happy birthday to you... Pada saat itu orang tua saya tidak tahu bahwa dalam ajaran Islam tidak pernah ada anjuran untuk merayakan ulang tahun seperti itu, dan usia saya serta kaka2 saya juga masih kecil. (Kami semua pernah dirayakan ulang tahunnya oleh kedua orang tua).
Dan setelah mengenal serta belajar Islamlah akhirnya saya tau..., bahwa tak ada perayaan dalam ulang tahun seorang muslim, apa yang biasa dilakukan oleh kita (baca perayaan) hanyalah budaya yang diambil dari tradisi jahiliyah orang-orang di Eropa.
Banyak simbol-simbol yang diasosiasikan atau berhubungan dengan ulang tahun sejak ratusan tahun lalu. Ada sedikit penjelasan mengapa perayaan ulang tahun harus menggunakan kue.
Salah satu cerita mengatakan, karena waktu dulu bangsa Yunani menggunakan kue untuk persembahan ke kuil dewi bulan, Artemis. Mereka menggunakan kue berbentuk bulat yang merepresentasikan bulan purnama. Cerita lainnya tentang kue ulang tahun yang bermula di Jerman yang disebut sebagai “Geburtstagorten” adalah salah satu tipe kue ulang tahun yang biasa digunakan saat ulang tahun. Kue ini adalah kue dengan beberapa layer yang rasanya lebih manis dari kue berbahan roti.
Salah satu cerita mengatakan, karena waktu dulu bangsa Yunani menggunakan kue untuk persembahan ke kuil dewi bulan, Artemis. Mereka menggunakan kue berbentuk bulat yang merepresentasikan bulan purnama. Cerita lainnya tentang kue ulang tahun yang bermula di Jerman yang disebut sebagai “Geburtstagorten” adalah salah satu tipe kue ulang tahun yang biasa digunakan saat ulang tahun. Kue ini adalah kue dengan beberapa layer yang rasanya lebih manis dari kue berbahan roti.Simbol lain yang selalu menyertai kue ulang tahun adalah penggunaan lilin ulang tahun di atas kue. Orang Yunani yang mempersembahkan kue mereka ke dewi Artemis juga meletakan lilin-lilin di atasnya karena membuat kue tersebut terlihat terang menyala sepeti bulan (gibbons, 1986). Orang Jerman terkenal sebagai orang yang ahli membuat lilin dan juga mulai membuat lilin-lilin kecil untuk kue mereka. Beberapa orang mengatakan bahwa lilin diletakan dengan alasan keagamaan/religi. Beberapa orang jerman meletakan lilin besar di tengah-tengah kue mereka untuk menandakan “Terangnya Kehidupan” (Corwin,1986). Yang lainnya percaya bahwa asap dari lilin tersebut akan membawa pengharapan mereka ke surga.
Kebudayaan jahiliyah itulah yang tanpa sadar telah menjadi tasyabbuh.
At-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meiru dan mengikutinya.
Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka (kaum kafir, ed.). Termasuk dalam tasyabbuh yaitu meniru terhadap orang-orang yang tidak shalih, walaupun mereka itu dari kalangan kaum muslimin, seperti orang-orang fasik, orang-orang awam dan jahil, atau orang-orang Arab (badui) yang tidak sempurna diennya (keislamannya).
Kebudayaan jahiliyah itulah yang tanpa sadar telah menjadi tasyabbuh.
At-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meiru dan mengikutinya.
Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka (kaum kafir, ed.). Termasuk dalam tasyabbuh yaitu meniru terhadap orang-orang yang tidak shalih, walaupun mereka itu dari kalangan kaum muslimin, seperti orang-orang fasik, orang-orang awam dan jahil, atau orang-orang Arab (badui) yang tidak sempurna diennya (keislamannya).
Dan hari ini tgl 12 Rabbiulawal 1432H
ingatkah sahabat siapa yang berulang tahun (baca lahir) hari ini???
Manusia mulia, penutup para nabi, kekasih Allah...
Muhammad bin Abdullah
Tak ada yang harus dirayakan, beliau dan para sahabatpun tak pernah memperingati hari ulang tahunnya..., tapi kelahiran Nabi adalah tombak sejarah lahirnya Peradaban Mulia yang menggantikan Kehidupan Jahiliyah, apa yang telah Rasul lakukan selama hidupnyalah yang harus kita jadikan pelajaran dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Wahai Rasul...
Jika aku bisa berjumpa denganmu... ingin rasanya aku memberikan makanan yang ku buat dengan tanganku sendiri... dan menyerahkannya untuk kau makan...
Wahai Rasul...
Walau aku tak bisa bertemu denganmu saat ini... aku ingin belajar meneladani sifat dan kebaikanmu...
aku ingin belajar sabar, ikhlas, dermawan, pemaaf, pemalu, dan semua sifat yang kau miliki...
Wahai Rasul...
Walau aku tak bisa menghadiri majelis-majelismu saat ini... aku ingin belajar bagaimana mengamalkan Al-Quran dan As-Sunahmu...
Wahai Rasul...
Walau aku belum bisa meneladani keluarga dan sahabat-sahabatmu... aku ingin belajar bagaimana kehidupan keluarga dan sahabatmu hingga aku bisa mengamalkannya dalam kehidupanku saat ini...
Wahai Rasul aku mungkin tak bisa mengikuti dakwahmu dan mengikuti setiap perang yang kau lakukan... aku ingin belajar bagaimana berdakwah sepertimu...dengan keteladanan... bukan hanya kata-kata...
Wahai Rasul... taukah engkau.... betapa rindunya aku padamu...
Ingin rasanya aku menatapmu dari dekat...
Aku tak akan pernah lelah berdoa agar Allah mempertemukan aku denganmu dan para sahabat...
Selamat Milad Ya Rasul...
Katakanlah, "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu" Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.
Katakanlah, "Taatilah Allah dan RasulNya jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir" (QS Ali-Imran 31-32)
12 Rabbiulawal 1432H
sumber : (sejarah ulang tahun, kaskus)
sumber : (sejarah ulang tahun, kaskus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar