Dan pada Allahlah kunci-kunci semua yang gaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang didaratan dan dilautan, dan tiada sehelai pun daun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lawh Mahfuz) (QS Al-Anam : 59)
Dan tidak ada suatu binatang melata pun dibumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpannannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lawh Mahfuz)
(QS Hud : 6)
(QS Hud : 6)
Tidak sesuatu pun yang gaib dilangit dan dibumi, melainkan terdapat dalam kitab yang nyata (Lawh Mahfuz) (QS An-Naml : 75)
... Tidak ada tersembunyi dariNya seberat zarah pun yang ada dilangit, dan yang ada dibumi dan tidak pula yang lebih kecil dari itu, dan yang lebih besar , melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lawh Mahfuz) (QS Saba : 3)
...Dam sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan sudah ditetapkan dalam kitab (Lawh Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (QS Fatir : 11)
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati, dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lawh Mahfuz) (QS Yasin : 12)
Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lawh Mahfuz) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS Al-Hadid 22)
Ibnu Abbas berkata, Pada suatu hari saya berada dibelakang Rasullulah, lalu beliau bersabda, “ Hai Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa kata : Jagalah (perintah dan larangan) Allah niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah (hak) Allah niscaya engkau menjumpai Dia didepanmu (menjagamu dari keburukan dunia dan akhirat). Apabila engkau meminta, maka mintalah (hanya kepada ) Allah, dan apabila engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan Allah. Ketahuilah, jikalau umat manusia berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikannya, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Dan jikalau mereka bersepakat untuk membahayakanmu, tidaklah mereka dapat membahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah atasmu. Telah diangkat pena (yaitu ditetapkannya takdir di Al-Lauhul Mahfuzh sebelum waktu penciptaan) dan telah kering lembaran-lembaran (yang menandakan usainya penulisan takdir)” (HR At-Tirmidzi. Ia berkata ini hadist hasan shahih)
Mengapa kita harus menghabiskan energi kita untuk meratapi keadaan?
Tak ikhlaskah kita dengan ketetapan Allah?
Mengapa seringkali menyimpan rasa benci pada perbuatan buruk manusia, padahal kita juga sering berbuat tak adil pada manusia?
Selalu takut, bimbang, dan resah pada masa depan..., padahal hingga detik ini Allah tak pernah sedikitpun menahan rahmat dan rizkinya untuk kita?
Mengapa tak yakin dengan pertolongan Allah..., padahal Allahlah satu-satunya penggenggam langit dan bumi beserta isinya?
Mendramatisir keadaan, berharap banyak pada manusia, dan mendzalimi diri sendiri... itulah yang kita lakukan....
Ampuni kami Ya Rabb....
Semoga tak ada lagi rasa Galau, Gelisah, Bimbang, Dilema, Takut atas semua takdir yang menimpa kita..., semoga kita bisa Ridha atas semua Takdir Allah...
(Tulisan ini aku persembahkan untuk diriku... dan sahabat-sahabat yang dicintai Allah...)
I

Tidak ada komentar:
Posting Komentar