"Mungkin kelahiranmu sangat ditunggu oleh kedua orang tua saya, dan saya tau terkadang saya harus berkejaran dengan waktu, semoga saat kamu lahir, ibu dan bapak masih sehat dan bisa tersenyum bahagia, aamiin"
Saya tau ada kekhawatiran seorang Ibu melihat anaknya yang sudah cukup dewasa belum juga menikah dan belum punya anak, sementara teman-teman seusianya sudah berkeluarga dan sudah dikaruniai anak. Sejujurnya sebagai seorang perepuan saya pun cemas, terkadang takut, tapi setiap kali perasaan itu datang saya selalu berusaha menenangkan diri saya, saya berusaha tabah, dan percaya bahwa Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak dapat memberikan apapun kepada hambaNya bahkan tanpa diminta, saya selalu berusaha berdamai dengan diri saya sndiri bahwa takdir Allah tidak akan pernah salah, semuanya sudah terukur dan tertakar, dan tak mungkin tertukar.
Saya tidak pernah merasa sendiri, karena sahabat-sahabat dekat saya pun banyak yang belum menikah dan belum punya keturunan, bahwa tidak sedikit yang ikhlas dilangkahi "menikah" oleh adiknya, beberapa sahabat saya tetap dapat menjalani hidup dengan bahagia.
Siapapun kamu, dan bagaimanapun akhirnya, saya sudah menyerahkan kehidupan saya pada Allah SWT, saya percaya Allah akan memberikan yang terbaik pada saya diwaktu yang tepat, saya berharap kamu pun selalu mendapat perlindungan dan kasih sayang Allah, semoga Allah yang menuntun jalanmu, dan menjagamu dengan baik, aamiin ya rabbal alamiin..
Bandung, 7 Desember 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar