Jumat, 04 Juli 2025

Orang Baik



“Konon Katanya orang baik akan dipertemukan lagi dengan orang baik, diwaktu yang baik, dan dalam kesempatan yang baik”

Alhamduliilah setelah 4 bulan drama revisian berakhir, akhirnya saya bisa melanjutkan tesis saya ke instrument, tinggal membagikan kuesioner, dan mengolah data, setelah bimbingan instrument akhirnya saya diminta untuk melakukan uji validitas dan uji reliabilitas, hasilnya alhamdullilah valid dan reliabel, karena menggunakan Smart PLS, meksipun outer loadingnya ada satu yang nilainya 0,5 dan bukan diangka 0,7 ideal tapi menurut pendapat beberapa ahli itu tetap bisa digunakan. Namun saat saya liat validitas diskriminannya ada yang tidak valid saya jadi bingung, jadi kemarin saya putuskan untuk bimbingan ke kampus, meskipun saya tidak yakin dosennya aka ada atau enggak.

Saya menghubung dosen pembimbing yang kedua keruangannya sekitar pukul 10.00 pagi, dan ketika sampai ruangannya hanya ada seorang dosen, dan mengatakan bahwa dosen pembimbing saya sudah pulang ada perlu Ke Rumah Sakit, akhirnya saya berusaha menghubungi dosen pembimbing satu, dibalas tapi kaat beliau besok saja menjelang jumatan. Saya akhirnya menghubungi mas gilang, salah seorang teman yang juga ke kampus buat bimbingan, qadarullah masnya udah pulang juga, ya tapi akhirnya saya putuskan tetap mampir ke ruang Prodi, karena mau ke ruanngan pak kiki yang ngurusin surat keterangan mahasiswa aktif untuk pengajuan dana penelitian.

Ditengah perjalanan, saya melihat ada dua orang bapak-bapak yang sedang berjalan tepat didepan saya, yang salah satunya saya hafal, Pak Toni hehehhe, beliau adalah wakil dekan bagian Keuangan dan SDM yang semester 2 dan 3 pernah mengajar statistika dan metodelogi penelitian, karena lumayan cukup dekat akhirnya didalam lift saya meminta izin untuk bisa konsultasi masalah hasiil outer loading dan validitas diskriminan yang hasilnya ada yang tidak valid, singkat cerita saya masuk keruangan dan dapat masukan dari beliau.

Namun selama diskusi saya akhirnya cerita juga masalah drama revisian yang sampai 4 bulan saya jalanini, dimana saya harus ganti judul sampai 3 kali, dan buat proposal tesis 3 kali, karena yang pertama ditolak karena dirasa saya kurang kompeten, yang kedua ditolak juga karena variabelnya terlalu biasa untuk penelitian S1, dan akhirnya saya tidak habis akal, memulai lagi mencari judul baru, saya siapkan 2 judul baru berserta rancangan kasar dari penelitiannya, alhamduillilah salah satunya di acc dan saya diminta untuk membuatnya dari bab1 hingga bab 3, judul dan variabel baru yang saya mulai dari 0 setelah sempro dibulan maret.

Namun ketika bercerita itu, pak toni menghibur saya, karena beliau ketika mengerjakan disertasi juga pernah 5 kali proposalnya ditolak, merasakan betul bagaimana harus bertahan menyelesaikan disertasinya, sementara teman-teman yang lain sudah jauh penelitian, dan beberapa yang mundur, bahkan ada yang meninggal dunia karena sakit. Qadarullah dikemudian hari proposal yang salah, dan dianggap tidak layak itu akhirnya mendapatkan hibah penelitian, dan menjadi salah satu penelitian terbaik yang pernah beliau kerjakan. Beliau menyemangati saya, bahwa inilah bagain penglaman hidup yang membuat beliau bisa struggle hingga pada akhirnya setelah beliau lulus S3 beliau mendapatkan banyak tawaran pekerjaan, jabatan, juga proyek. Kata beliau Allah tidak akan memebrikan beban diluar batas kesanggupan hambaNya, sesuai yang ada dalam Al Quran, jadi ketika kita diberikan ujian yang begitu berat, yakinlah bahwa suatu saat kita bisa melewatinya.

Alhamdullilah saya bisa tersenyum dan merasa bersyukur bahwa mungkin kesulitan dan ujian yang kemarin saya rasakan membuat saya bisa lebih sabar, lebih kuat, dan lebih tabah dari bulan Juni. Saya jadi semangat untuk menyelesaiakn tesis ini, bukan apa-apa, tanggal 10 Juli ini saya sudah masuk lagi kesekolah, dan saya sudah bisa membayangkan sesibuk apa nanti disekolah, tapi saya berharap Allah berikan saya Kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menyelesaiakn studi saya ini.

Pak toni sangat baik, teman-teman saya (hampir setengah dari kelas saya) suka berdiskusi, bertanya, dan bahkan konsultasi dan bimbingan dengan beliau, meski beliau bukan pembimbingnya, beliau sangat welcome dengan semua mahasiswa, termasuk mahasiswa asing yang berasal dari China dan Uzbekistan, ilmu yang sudah beliau berikan dan juga nashi-nasihatnya sangat berharga, dan kami banyak yang sangat bersyukur memiliki dosen seperti pak toni, satu hal mungkin yang sama antara saya sama bapak, hehehe bapak pernah bercerita kalua bapak mengurusi keuangan madrasah dan gajii-gaji guru madrasah yang tidak seberapa itu, tapi beliau menyampaikan bahwa ada banyak keberkahan dari sana, begitulah saya juga berusaha untuk tetap mengajar dimadrasah, walau dengan sisa-sisa tenaga dan ilmu agama yang sangat-sangat terbatas ini.

Semoga suatu saat jika ada kesempatan saya menjadi dosen, saya ingin menjaid dosen yang baik seperti beliau, aamiin.

Bandung, 04 Juli 2025

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar