“Konon Katanya orang baik akan dipertemukan lagi dengan orang baik, diwaktu yang baik, dan dalam kesempatan yang baik”
Alhamduliilah setelah 4 bulan drama
revisian berakhir, akhirnya saya bisa melanjutkan tesis saya ke instrument,
tinggal membagikan kuesioner, dan mengolah data, setelah bimbingan instrument akhirnya
saya diminta untuk melakukan uji validitas dan uji reliabilitas, hasilnya
alhamdullilah valid dan reliabel, karena menggunakan Smart PLS, meksipun outer
loadingnya ada satu yang nilainya 0,5 dan bukan diangka 0,7 ideal tapi menurut
pendapat beberapa ahli itu tetap bisa digunakan. Namun saat saya liat validitas
diskriminannya ada yang tidak valid saya jadi bingung, jadi kemarin saya putuskan
untuk bimbingan ke kampus, meskipun saya tidak yakin dosennya aka ada atau
enggak.
Saya menghubung dosen pembimbing yang
kedua keruangannya sekitar pukul 10.00 pagi, dan ketika sampai ruangannya hanya
ada seorang dosen, dan mengatakan bahwa dosen pembimbing saya sudah pulang ada
perlu Ke Rumah Sakit, akhirnya saya berusaha menghubungi dosen pembimbing satu,
dibalas tapi kaat beliau besok saja menjelang jumatan. Saya akhirnya
menghubungi mas gilang, salah seorang teman yang juga ke kampus buat bimbingan,
qadarullah masnya udah pulang juga, ya tapi akhirnya saya putuskan tetap mampir
ke ruang Prodi, karena mau ke ruanngan pak kiki yang ngurusin surat keterangan
mahasiswa aktif untuk pengajuan dana penelitian.
Ditengah perjalanan, saya melihat ada
dua orang bapak-bapak yang sedang berjalan tepat didepan saya, yang salah
satunya saya hafal, Pak Toni hehehhe, beliau adalah wakil dekan bagian Keuangan
dan SDM yang semester 2 dan 3 pernah mengajar statistika dan metodelogi
penelitian, karena lumayan cukup dekat akhirnya didalam lift saya meminta izin
untuk bisa konsultasi masalah hasiil outer loading dan validitas diskriminan
yang hasilnya ada yang tidak valid, singkat cerita saya masuk keruangan dan
dapat masukan dari beliau.
Namun selama diskusi saya akhirnya cerita
juga masalah drama revisian yang sampai 4 bulan saya jalanini, dimana saya
harus ganti judul sampai 3 kali, dan buat proposal tesis 3 kali, karena yang
pertama ditolak karena dirasa saya kurang kompeten, yang kedua ditolak juga
karena variabelnya terlalu biasa untuk penelitian S1, dan akhirnya saya tidak
habis akal, memulai lagi mencari judul baru, saya siapkan 2 judul baru berserta
rancangan kasar dari penelitiannya, alhamduillilah salah satunya di acc dan
saya diminta untuk membuatnya dari bab1 hingga bab 3, judul dan variabel baru
yang saya mulai dari 0 setelah sempro dibulan maret.
Namun ketika bercerita itu, pak toni
menghibur saya, karena beliau ketika mengerjakan disertasi juga pernah 5 kali
proposalnya ditolak, merasakan betul bagaimana harus bertahan menyelesaikan
disertasinya, sementara teman-teman yang lain sudah jauh penelitian, dan
beberapa yang mundur, bahkan ada yang meninggal dunia karena sakit. Qadarullah
dikemudian hari proposal yang salah, dan dianggap tidak layak itu akhirnya
mendapatkan hibah penelitian, dan menjadi salah satu penelitian terbaik yang pernah
beliau kerjakan. Beliau menyemangati saya, bahwa inilah bagain penglaman hidup
yang membuat beliau bisa struggle hingga pada akhirnya setelah beliau lulus S3
beliau mendapatkan banyak tawaran pekerjaan, jabatan, juga proyek. Kata beliau
Allah tidak akan memebrikan beban diluar batas kesanggupan hambaNya, sesuai
yang ada dalam Al Quran, jadi ketika kita diberikan ujian yang begitu berat,
yakinlah bahwa suatu saat kita bisa melewatinya.
Alhamdullilah saya bisa tersenyum dan
merasa bersyukur bahwa mungkin kesulitan dan ujian yang kemarin saya rasakan
membuat saya bisa lebih sabar, lebih kuat, dan lebih tabah dari bulan Juni. Saya
jadi semangat untuk menyelesaiakn tesis ini, bukan apa-apa, tanggal 10 Juli ini
saya sudah masuk lagi kesekolah, dan saya sudah bisa membayangkan sesibuk apa
nanti disekolah, tapi saya berharap Allah berikan saya Kesehatan, kemudahan,
dan kelancaran dalam menyelesaiakn studi saya ini.
Pak toni sangat baik, teman-teman
saya (hampir setengah dari kelas saya) suka berdiskusi, bertanya, dan bahkan
konsultasi dan bimbingan dengan beliau, meski beliau bukan pembimbingnya,
beliau sangat welcome dengan semua mahasiswa, termasuk mahasiswa asing yang
berasal dari China dan Uzbekistan, ilmu yang sudah beliau berikan dan juga nashi-nasihatnya
sangat berharga, dan kami banyak yang sangat bersyukur memiliki dosen seperti
pak toni, satu hal mungkin yang sama antara saya sama bapak, hehehe bapak
pernah bercerita kalua bapak mengurusi keuangan madrasah dan gajii-gaji guru
madrasah yang tidak seberapa itu, tapi beliau menyampaikan bahwa ada banyak
keberkahan dari sana, begitulah saya juga berusaha untuk tetap mengajar
dimadrasah, walau dengan sisa-sisa tenaga dan ilmu agama yang sangat-sangat
terbatas ini.
Semoga suatu saat jika ada kesempatan
saya menjadi dosen, saya ingin menjaid dosen yang baik seperti beliau, aamiin.
Bandung, 04 Juli 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar