"Semua perempuan yang sedang mengusahakan untuk menjadi perempuan shalihah itu babak belur, mati-matian melawan hawa nafsunya dan berusaha menjaga keimanannya. Meski terkadang terombang ambing dengan sebuah perasaan. Berusaha untuk berpegang teguh pada kebaikan agama dan Rabbnya, serta semua bentuk perjuangan ini Lillah" Ustadz Nudzul Dzikri
Sebenarnya kalau boleh jujur saya tidak merasa ukhti-ukhti sekali, walau secara penampilan orang yang melihat saya pasti akan mengira saya ukhti-ukhti, simple karena saya lebih sering mengenakan gamis, kedua jilbab saya lumayan panjang untuk ukuran perempuan biasa pakai jilbab, ketiga saya lebih sering mengenakan manset jika baju gamisnya tidak ada karet ditangannya, dan yang pasti saya selalu mengenakan kaos kaki kemanapun saya pergi. Dan bukankah semuanya itu sudah menjadi kewajiban untuk seorang perempuan Islam dalam menutup aurat ? terlepas pemahaman agamanya mendalam atau tidak, seperti halnya sholat 5 waktu, itu adalah kewajiban semua muslim bukan lagi Bare Minimum seorang muslim.
Terlepas dari itu semua, aku bersyukur kalau masih ada laki-laki yang bisa membuat kesimpulan tentang "ukhti" bukan hanya dari penampilan, tapi dari profil picture di media sosial yang tidak memperlihatkan wajahnya, saya? alhamdullilah punya rasa malu yang besar, dan merasa tidak foto genic juga kalau harus pasang foto close up untuk jadi profil, begitu pula media sosial saya seperti Instagram, saya tidak pernah posting foto sendirian, kalau pun saya posting pasti foto nampak samping atau nampak belakang yang tidak terlihat wajahnya hahahhaa...
Mungkin itu bagian dari cara saya menjaga diri saya, menghindari fitnah, dan berbagai hal yang tidak saya harapkan dikemudian hari. Semoga saya bisa terus istiqomah dijalanNya aamiin.
Bandung, 21 Juni 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar