Picture : From X
Hal-hal yang berat kemarin alhamdullilah bisa terlewati dan terlalui, itu artinya tidak ada yang perlu saya takutkan dan khawatirkan kedepan. Insya Allah selama ada doa dari Ibu dan Bapak, semua akan baik-baik saja, karena pada akhirnya memang saya tidak bisa bergantung dan bersandar kepada siapa-siapa selain pada diri sendiri.
Berjalan hingga dititik ini,
segala sedih, susah, dan sulit akhirnya saya hadapi sendirian, membuat saya
terbiasa dan terpaksa bisa. Karena memang pada akhirnya yang bisa menyelamatkan
seorang Perempuan adalah dirinya sendiri dan Tuhannya.
Dan memang saya dibuat untuk
sibuk mengurusi pendidikan, pekerjaan, dan keluarga (bapak dan ibu), alih-alih
saya mencari jodoh (suami), setelah pulang dari Jepang saya justru malah
berpikir bagaimana caranya bisa tinggal diJepang dan mencari pekerjaan disana. Berpikir
bagaimana caranya bisa Bahasa jepang dan mendapatkan kesempatan melanjutkan
kuliah S3 di Jepang. Muluk-muluk?
Iya, saya skeptis tinggal di Indonesia yang Gelap seperti ini, apalagi saya
hanya seorang guru disekolah swasta. Jodoh??? Entahlah rasanya sama seperti
Indonesia, Gelap, saya malah berpikir mungkin jodoh saya tidak ada di
Indonesia. Walau sejujurnya saya juga ingin berkeluarga seperti orang-orang
kebanyakan dan tinggal menetap di Indonesia, tapi jika memang belum ada
kesempatan itu, maka mungkin saya harus berjuang dengan diri sendiri mencari
mimpi-mimpi dan mengusahakan kebahagian saya sendiri.
Kenapa di Jepang? Entahlah, siapapun
yang pernah kesana rasa-rasanya ingin tinggal menetap disana, selain karena
kerapihan, teknologi, budaya, dan lainnya. Sederhananya untuk saya “Uang” iya
saya butuh uang yang lebih dari cukup untuk bisa menghidupi diri sendiri, menghidupi
kedua orang tua saya dan tentunya Impian untuk Berhaji, yang mungkin akan lebih
cepat jika saya bisa daftar dari Jepang yang umat Islamnya tidak sebanyak
Indonesia.
Tapi entahlah… itu hanya Impian saya
saja, intinya saya ingin Kembali ke Jepang, entah untuk menetap atau hanya
untuk berlibur bersama orang yang mencintai saya dan saya cintai, Impian terdalam
seseorang yang bisa jadi teman hidup saya, menemani saya dikala sedih dan Bahagia,
dan tentunya orang pertama yang akan melindungi dan menjaga saya dari siapapun
yang berusaha menyakiti hati saya. Semoga Allah segera mempertemukan saya dengannya,
aamiin.
Bandung, 7 April 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar