Senin, 07 April 2025

Menyelamatkan Diri

                                                                        Picture : From X
Hal-hal yang berat kemarin alhamdullilah bisa terlewati dan terlalui, itu artinya tidak ada yang perlu saya takutkan dan khawatirkan kedepan. Insya Allah selama ada doa dari Ibu dan Bapak, semua akan baik-baik saja, karena pada akhirnya memang saya tidak bisa bergantung dan bersandar kepada siapa-siapa selain pada diri sendiri.

Berjalan hingga dititik ini, segala sedih, susah, dan sulit akhirnya saya hadapi sendirian, membuat saya terbiasa dan terpaksa bisa. Karena memang pada akhirnya yang bisa menyelamatkan seorang Perempuan adalah dirinya sendiri dan Tuhannya.

Dan memang saya dibuat untuk sibuk mengurusi pendidikan, pekerjaan, dan keluarga (bapak dan ibu), alih-alih saya mencari jodoh (suami), setelah pulang dari Jepang saya justru malah berpikir bagaimana caranya bisa tinggal diJepang dan mencari pekerjaan disana. Berpikir bagaimana caranya bisa Bahasa jepang dan mendapatkan kesempatan melanjutkan kuliah S3 di Jepang. Muluk-muluk? Iya, saya skeptis tinggal di Indonesia yang Gelap seperti ini, apalagi saya hanya seorang guru disekolah swasta. Jodoh??? Entahlah rasanya sama seperti Indonesia, Gelap, saya malah berpikir mungkin jodoh saya tidak ada di Indonesia. Walau sejujurnya saya juga ingin berkeluarga seperti orang-orang kebanyakan dan tinggal menetap di Indonesia, tapi jika memang belum ada kesempatan itu, maka mungkin saya harus berjuang dengan diri sendiri mencari mimpi-mimpi dan mengusahakan kebahagian saya sendiri.

Kenapa di Jepang? Entahlah, siapapun yang pernah kesana rasa-rasanya ingin tinggal menetap disana, selain karena kerapihan, teknologi, budaya, dan lainnya. Sederhananya untuk saya “Uang” iya saya butuh uang yang lebih dari cukup untuk bisa menghidupi diri sendiri, menghidupi kedua orang tua saya dan tentunya Impian untuk Berhaji, yang mungkin akan lebih cepat jika saya bisa daftar dari Jepang yang umat Islamnya tidak sebanyak Indonesia.

Tapi entahlah… itu hanya Impian saya saja, intinya saya ingin Kembali ke Jepang, entah untuk menetap atau hanya untuk berlibur bersama orang yang mencintai saya dan saya cintai, Impian terdalam seseorang yang bisa jadi teman hidup saya, menemani saya dikala sedih dan Bahagia, dan tentunya orang pertama yang akan melindungi dan menjaga saya dari siapapun yang berusaha menyakiti hati saya. Semoga Allah segera mempertemukan saya dengannya, aamiin.

Bandung, 7 April 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar