"Orang tua kamu saja besarin kamu full effort, kamu harus bersanding dengan seseorang yang full effort juga. Satu lagi, you parents treat you so well right? Set your standard as well as your parents give that well treat to you. Never lower your standar!" - Griffinarks
Ramadan in tentu tidak ada jadwal yang biasa-biasa saja, tapi sepanjang Ramadan hingg memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan banyak hal sudah saya lewati, alhamdullilah agenda bukber kebukber pun sudah terlewati, tapi begitulah, buat saya yang masih sendiri Ramadan selalu menjadi Harapan, bahwa Jodoh akan semakin dekat, Aamiin.
Yang sejujurnya merasa lelah melakukan apa-apa sendiri, dan tentu tidak ada teman yang bisa dicurhati perihal hal remeh temeh atau pun hal-hal menyesakkan dada, yang sebenarnya ga muluk-muluk minta di puk-puk, tapi lebih tempat bercerita, bahwa kadang saya berada dalam kondisi "tidak baik-baik saja". Tapi gapapa, so far saya bisa handle semuanya sendiri, sambil sesekali curhat dengan teman dan sahabat dekat saya yang sudah sangat mengenal bagaimana saya.
Dan selama Ramadan ini ada beberapa hal yang agak mengganggu fikiran saya, berawal ketika ada acara bukber di Panti Yatim, berhubung hujan saya putuskan naik Gocar, dan pulang naik Gojek. Ketika pulang saya putuskan naik Gojek biar lebih cepat sampai kerumah, tiba-tiba mamang gojek bertannya
"Pulang bubkber gak dijemput ayahnya"
"Oh ayah saya ga bisa jemput soalnya ibu saya kurang sehat dan jagain ibu dirumah"
"Gak dijemput suami?"
"Saya belum menikah Pak"
"Oh iya iya, masih kuliah yah?"
"iya pak"
ya dalam hati sedih sih, tapi apa daya, ini mungkin bukan pertanyaan pertama yang saya rasakan, tapi yasudahlah doa saya sama, semoga ramadan depan tidak lagi sendiri tapi sudah ada pasangan hidup, yang bisa melindungi saya, minimal saya gak harus naik gojek malam-malam.
Kedua waktu buka bersama di sekolah, dimana hampir semua guru yang sudah berkeluarga membawa pasangan dan anak-anaknya juga, saya bawa siapa? tentu saja bawa diri sendiri, tapi bukan itu masalahnya, ditengah-tengah keramaian dan sesi Foto, beberapa sahabat saya meminta saya untuk memfoto ia dan keluarganya, dan saya dengan senang hati memfoto keluarga muda itu, suami, istri, dan juga anaknya. Bagaimana perasaaan saya? tentu hati kecil saya tidak bisa berbohong ada perasaan sedih yang menyeruak "giliran saya kapan?", tapi yasudahlah, saya yakin suatu saat saja juga akan punya foto keluarga.
Dan ketika seorang sahabat saya mengantarkan hampers pesanan saya kerumah, ia datang diantar suaminya, dan saya bertanya "Buka diluar?" teman saya menjawab "Enggak bu, kita mau Itikaf ke Al Latif" nah. Tidak usah difikirkanlah... memang bahagia punya pasangan yang bisa support kita, apalagi dalam hal ibadah, sesuatu yang mungkin sangat saya impikan dari dulu, mudah-mudahan tahu depaan saya bisa itikaf bareng suami, aamiin
Dihari-hari terakhir Ramadan saya tau ibadah saya jauh dari bagus, tidak maksimal, dan banyak kurangnya, tapi Allah Maha tau kan hati saya seperti apa?
Aku memohon segala Kebaikan dariMu Ya Rabb...
Allahuma Innak Affuwun Tuhibu Afwa Fa'Fuani...
Bandung, 4 April 2024

Tidak ada komentar:
Posting Komentar