Rabu, 14 Februari 2024

Menyala Abahku

 


“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang yang terdidik. Berarti, anak-anak yang tidak terdidik di republik ini adalah ‘dosa’ bagi setiap orang terdidik. Anak-anak Nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Hanya dibedakan oleh keadaan”- Anies Baswedan

Abah yang baik dan disayang Allah, rasanya sulit menuliskan apa yang ada dihati saya sekarang, mungkin ribuan bahkan puluhan juta rakyat Indonesia yang memilih abah sedih dan kecewa melihat perhitungan suara pemilu saat ini angkanya jauh sekali, dan sulit untuk mengejar hingga 2 putaran.

Mau menuliskan kebaikan Abah, rasa-rasanya saya tidak akan mampu, walau dengan banyak keterbatasan sebagai manusia, tapi siapapun tidak akan ada yang meragukan kebaikan abah. Abah adalah teladan suami dan ayah yang baik, untuk istri dan anak-anaknya, juga teladan anak  yang baik yang mencintai dan berbakti kepada kedua orang tua terutama Ibu.

Mau menuliskan prestasi, pun rasa-rasanya sudah banyak terpampang jelas di Jakarta dan sudut-sudat Jakarta yang mungkin jarang saya lihat karena saya memang jarang datang kejakarta, dan tentu jejak prestasi abah di sosial media sudah sangat banyak.

Mau menuliskan kecerdasan, ah saya malu, tapi sebagai sesama anak ekonomi, sesama guru, tentu abah adalah panutan saya dan rekan-rekan yang berprofesi sebagai guru, agar kami bisa terus semangat mengajar dinegeri ini, yang pemerintahnya kurang memperhatikan nasib guru, apalagi guru honerer seperti kami.

Terlepas dari itu semua…

Saya dan mungkin puluhan juta rakyat Indonesia hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas semua kerja keras, dedikasi, loyalitas, integritas abah selama ini untuk bangsa dan negara Indonesia, abah mungkin belum ditakdirkan menjadi Presiden Indonesia saat ini, tapi saya dan jutaan rakyat Indonesia sangat mencintai abah, Indonesia patut bangga memiliki anak bangsa seperti Abah.

Ini bukan yang terakhir, tapi sejujurnya semangat Abah itu menular kepada saya, saya ingin seperti Abah, berdaya guna dan bermanfaat bagi banyak orang, energi positif abah menyala dan membakar semangat saya untuk terus belajar dan belajar setinggi mungkin, agar kelak saya bisa mengajar seluruh anak-anak Indonesia dengan baik, agar anak-anak Indonesia bisa cerdas dan berakhlak mulia seperti Abah.

Sekali lagi, terima kasih Abah

Dari Anak Abah yang Rindu Perubahan, (nunggu pengumuman resmi KPU)

Bandung, 14 Februari 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar