“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang yang terdidik. Berarti, anak-anak yang tidak terdidik di republik ini adalah ‘dosa’ bagi setiap orang terdidik. Anak-anak Nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Hanya dibedakan oleh keadaan”- Anies Baswedan
Abah yang baik dan disayang Allah,
rasanya sulit menuliskan apa yang ada dihati saya sekarang, mungkin ribuan
bahkan puluhan juta rakyat Indonesia yang memilih abah sedih dan kecewa melihat
perhitungan suara pemilu saat ini angkanya jauh sekali, dan sulit untuk
mengejar hingga 2 putaran.
Mau menuliskan kebaikan Abah, rasa-rasanya
saya tidak akan mampu, walau dengan banyak keterbatasan sebagai manusia, tapi
siapapun tidak akan ada yang meragukan kebaikan abah. Abah adalah teladan suami
dan ayah yang baik, untuk istri dan anak-anaknya, juga teladan anak yang baik yang mencintai dan berbakti kepada
kedua orang tua terutama Ibu.
Mau menuliskan prestasi, pun rasa-rasanya
sudah banyak terpampang jelas di Jakarta dan sudut-sudat Jakarta yang mungkin
jarang saya lihat karena saya memang jarang datang kejakarta, dan tentu jejak
prestasi abah di sosial media sudah sangat banyak.
Mau menuliskan kecerdasan, ah
saya malu, tapi sebagai sesama anak ekonomi, sesama guru, tentu abah adalah
panutan saya dan rekan-rekan yang berprofesi sebagai guru, agar kami bisa terus
semangat mengajar dinegeri ini, yang pemerintahnya kurang memperhatikan nasib
guru, apalagi guru honerer seperti kami.
Terlepas dari itu semua…
Saya dan mungkin puluhan juta
rakyat Indonesia hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas semua kerja
keras, dedikasi, loyalitas, integritas abah selama ini untuk bangsa dan negara
Indonesia, abah mungkin belum ditakdirkan menjadi Presiden Indonesia saat ini,
tapi saya dan jutaan rakyat Indonesia sangat mencintai abah, Indonesia patut
bangga memiliki anak bangsa seperti Abah.
Ini bukan yang terakhir, tapi
sejujurnya semangat Abah itu menular kepada saya, saya ingin seperti Abah,
berdaya guna dan bermanfaat bagi banyak orang, energi positif abah menyala dan
membakar semangat saya untuk terus belajar dan belajar setinggi mungkin, agar
kelak saya bisa mengajar seluruh anak-anak Indonesia dengan baik, agar anak-anak
Indonesia bisa cerdas dan berakhlak mulia seperti Abah.
Sekali lagi, terima kasih Abah
Dari Anak Abah yang Rindu
Perubahan, (nunggu pengumuman resmi KPU)
Bandung, 14 Februari 2024

Tidak ada komentar:
Posting Komentar