“Mempunyai ketetapan, tidak tergoyahkan, berisi dengan berilmu pengetahuan, hingga yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa apa yang dilakukannya adalah benar dan baik”
Ki Hajar Dewantara
Sehari kemarin adalah peringatan haru guru nasional, yang sebenarnya
diperingati setiap tanggal 25 November. Ya Hari Guru menjadi satu hari yang
amat ditunggu, karena seperti halnya ulang tahun selalu ada perayaan disekolah,
ada ucapan, dan tentu saja hadiah. Walaupun sejatinya sseorang guru tidak pernah
mengharapkan hadiah apapun dari muridnya. Kebahagiaan seorang guru adalah
manakala melihat muridnya menjadi orang-orang yang sukses dikemudian hari, dan menjadi
golongan terpelajar, yang akhlaknya beradab, hasil dari Pendidikan yang ditanamkan
selama bersekolah.
Yak karena tahun ini saya tidak menjadi wali kelas, tentu rasanya akan
berbeda, mungkin Sebagian guru paham, jika peringatan hari guru biasanya akan
lebih bermakna jika kita menjadi seorang wali kelas, tapi jika tidak menjadi
wali kelas, peringatan akan sangat berbeda, namun bagi saya tidak mengurangi “maknanya”
menjadi wali kelas ataupun tidak semua siswa adalah sama. Sama-sama anak saya
disekolah, ya walaupun saya sendiri hingga kini belum merasakan bagaimana
rasanya menjadi seorang ibu.
Baiklah pagi kemarin selain bunga dari anak-anak osis, tiba-tiba saja
salah seorang siswi mengetuk pintu ruang guru tempat saya bertugas, dan membawa
sesuatu untuk saya, sebotol kopi susu, dan dia hanya berkata “ selamat hari
guru bu, semoga ibu suka”…. Makasih ya azka, itulah jawaban simple saya saat
itu. Siangnya saya diminta menginval salah seorang guru yang tidak hadir, dan Ketika
anak-anak Sudah menyelesaikan tugasnya, ada satu orang anak yang menghampiri
saya, terjadi percakapan saya dengannya, baik membahas anime, ataupun kuliah
saya sendiri, hingga waktu istirahat tiba, anak itu menyapa saya
“bu… jajan yuk…”
“Yuk jajan yuk…. Tapi ibu gabwa uang, pinjem dulu uang kamu yah, ntar
ibu ganti.
“gausa ibuuuu, dari aku aja”
Dan kami pun
berjalan menuju kantin, saya jajan apa saat itu ? hanya sebuah beng-beng dan
satu buah macaroni, dan anak itu pun berkata “udah bu, itu aja?” dalam hati
saya hanya bisa tertawa, anak ini tentu tak mungkin kekurangan uang, saya yakin
uang jajannya juga cukup banyak, tapi entah kenapa rasanya senang sekali
mendapat perhatian seperti itu, tak lama setelah itu ada lagi seorang murid
laki-laki menghampir saya, “bu mau gak mango yakult enak loh” saya menjawab “beneran?”
anak itu lalu menjawab “iya ibuuuu, aku pesenin yaah buat ibu”. Dan Begitulah
setelah itu saat akan istirahat siang salah seorang siswa perempuan mengetuk pintu
ruangan saya, memberikan sepucuk surat dan sebuah permen loli chupa chup. Dan
setelah saya baca isinya, saya jadi terharu, anak itu menyayangi saya gurunya,
walau saya bukan wali kelasnya.
Seminggu yang lalu tanpa sengaja
saya menyampaikan niat saya untuk cuti di semester depan, anak-anak dikelas
mentoring yang Sebagian besar mengambil ekonomi sebagai maple pilihan mulai
berkaca-kaca, dan akhirnya ada satu anak perempuan yang pecah tangisnya, dan
saya hanya bisa memeluk anak itu… Ya perpisahan memang selalu menyisakan
kesedihan, tapi begitulah hidup, semua yang akan datang suatu saat akan pergi, dan
saya pun sebagai guru harus mengejar cita-cita saya untuk jadi guru yang lebih
baik kedepannya. Terima kasih semuanya… jadilah anak-anak yang baik, semoga
kelak kalian pun dapat meraih impian dan cita-cita kalian, aamiin.
Bandung, 25
November 2023

Tidak ada komentar:
Posting Komentar