Tanggal 27 Juni kemarin saya
kembali membuka laptop saya, ditanggal tersebut pengumuman tes S2 saya keluar,
dan alhamdullilah saya lulus tesnya, air mata saya jatuh, selang 14 tahun dari
lulus sarjana S1 ternyata saya masih bisa menlanjutkan sekolah saya, walau saya
tau tidak ada persiapan sama sekali, tidak belajar sama sekali untuk tes, saya
tes pun izin disela-sela rapat pimpinan disekolah, disalah satu ruangan yang
cukup sepi saya mengerjakan soal-soal tes itu sendirian, alhamdullilah
Internetnya stabil, menerima LOA dan kelulusan, artinya tinggal setengah jalan
berhasil saya lalui.
Setelahnya saya mengurus banyak
seklai berkas, surat keterangan bebas narkoba, surat keetrangan sehat, dan
berbagai surat perizinan dari atasan, juga essai dan rencana studi semuanya
sudah saya submit sebelum tanggal 30 Juni 2023, karena batas akhir pengajuan
beasiswanya ditanggal itu, setelahnya saya harus menunggu seleksi kelengkapan
administrasi, dan jika lolos seleksi administrasi, saya tinggal menunggu jadwal
wawancara, dan pengumuman beasiswanya.
Dan yang menjadi masalahnya
adalah, seberapa besar peluang saya diterima untuk mendapatkan beasiswa tersebut?
Saya tidak bisa bertanya kepada siapapun, hanya bisa meminta kebaikan dan
kemudahan dari Allah SWT, masalahnya jika saya tidak mendapatkan beasiswa
tersebut, apakah saya akan tetap kuliah dengan biaya sendiri, atau
defer/menunda kuliah dan berusaha mencari beasiswa lainnya agar bisa tetap
kuliah S2 tanpa biaya sendiri. Sejujurnya tabungan saya tidak terlalu banyak,
terlebih tahun lalu saya sudah umroh dengan tabungan haji saya lebih dari 30
juta, dan sekarang sisanya uang yang saya tabung, mungkin hanya cukup untuk 2
semester saja, selebihnya saya tidak tau, belum lagi ketika saya memutuskan
kuliah lagi jam mengajar saya berkurang, saya tidak jadi wali kelas, bisa jadi
melepas jabatan sebagai staf kesiswaan, gaji saya di fikir-fikir tinggal
dibawah UMR.
Keputusan yang sulit memang, tapi
entahlah, semakin difikirkan rasa-rasanya semakin pusing, otak saya juga tidak
bisa berfikir jernih, dari mana uangnya kuliah S2 dengan uang sendiri???? Saya memeprjuangkan
mimpi-mimpi saya sendirian, harusnya saya bangga dengan diri saya sendiri,
setidaknya saya pernah mencoba, kalaupun gagal saya tidak akan terlalu kecewa,
karena saya sudah berusaha semaksimal yang saya bisa. Bukankah waktu Umroh
tahun lalu pun Allah membantu saya sepenuhnya? Mulai dari membuat Paspor,
Mencari Vaksin Meningitis, Mencari Guru Invaler, Meminta Izin Atasan, bukankah
semuanya dipermudah? Dan saya bisa menjalani ibadahnya dengan baik.
Baiklah… aku bersereah dan
bertawakal hanya kepada Allah, hanya Allah yang bisa memberikan kemudahan dan
kelancaran untuk semuanya, niat saya sekolah lagi juga tulus, bukan semata-mata
karena saya ingin mendapatkan gelar, tapi memang saya harus jadi Guru Yang
Baik, Guru Yang Pintar, Guru yang Cerdas, dan tentu menjadi seorang Guru yang
patuh dan berbakti kepada Orang Tuanya, saya tau dengan pendidikan ini, tentu
kedepan saya bisa lebih banyak ilmu, lebih banyak punya kesempatan
mengembangkan karir saya, bisa menambah pendapatan saya, dan bisa tetap
menghidupi kedua orang tua saya, itulah yang membuat saya tabah, kuat, dan sabar,
saya percaya kepadaMu Ya Rabb…
Karena Engkaulah Sebaik-baik
Penolongku, aamiin.
Bandung,
7 Juli 2023
HambaMu Yang Lemah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar