Jumat, 07 Juli 2023

Overthinking

 



“God’s timing  is always right. Don’t rush anything. He will soon show you why you waited this long”

Tanggal 27 Juni kemarin saya kembali membuka laptop saya, ditanggal tersebut pengumuman tes S2 saya keluar, dan alhamdullilah saya lulus tesnya, air mata saya jatuh, selang 14 tahun dari lulus sarjana S1 ternyata saya masih bisa menlanjutkan sekolah saya, walau saya tau tidak ada persiapan sama sekali, tidak belajar sama sekali untuk tes, saya tes pun izin disela-sela rapat pimpinan disekolah, disalah satu ruangan yang cukup sepi saya mengerjakan soal-soal tes itu sendirian, alhamdullilah Internetnya stabil, menerima LOA dan kelulusan, artinya tinggal setengah jalan berhasil saya lalui.

Setelahnya saya mengurus banyak seklai berkas, surat keterangan bebas narkoba, surat keetrangan sehat, dan berbagai surat perizinan dari atasan, juga essai dan rencana studi semuanya sudah saya submit sebelum tanggal 30 Juni 2023, karena batas akhir pengajuan beasiswanya ditanggal itu, setelahnya saya harus menunggu seleksi kelengkapan administrasi, dan jika lolos seleksi administrasi, saya tinggal menunggu jadwal wawancara, dan pengumuman beasiswanya.

Dan yang menjadi masalahnya adalah, seberapa besar peluang saya diterima untuk mendapatkan beasiswa tersebut? Saya tidak bisa bertanya kepada siapapun, hanya bisa meminta kebaikan dan kemudahan dari Allah SWT, masalahnya jika saya tidak mendapatkan beasiswa tersebut, apakah saya akan tetap kuliah dengan biaya sendiri, atau defer/menunda kuliah dan berusaha mencari beasiswa lainnya agar bisa tetap kuliah S2 tanpa biaya sendiri. Sejujurnya tabungan saya tidak terlalu banyak, terlebih tahun lalu saya sudah umroh dengan tabungan haji saya lebih dari 30 juta, dan sekarang sisanya uang yang saya tabung, mungkin hanya cukup untuk 2 semester saja, selebihnya saya tidak tau, belum lagi ketika saya memutuskan kuliah lagi jam mengajar saya berkurang, saya tidak jadi wali kelas, bisa jadi melepas jabatan sebagai staf kesiswaan, gaji saya di fikir-fikir tinggal dibawah UMR.

Keputusan yang sulit memang, tapi entahlah, semakin difikirkan rasa-rasanya semakin pusing, otak saya juga tidak bisa berfikir jernih, dari mana uangnya kuliah S2 dengan uang sendiri???? Saya memeprjuangkan mimpi-mimpi saya sendirian, harusnya saya bangga dengan diri saya sendiri, setidaknya saya pernah mencoba, kalaupun gagal saya tidak akan terlalu kecewa, karena saya sudah berusaha semaksimal yang saya bisa. Bukankah waktu Umroh tahun lalu pun Allah membantu saya sepenuhnya? Mulai dari membuat Paspor, Mencari Vaksin Meningitis, Mencari Guru Invaler, Meminta Izin Atasan, bukankah semuanya dipermudah? Dan saya bisa menjalani ibadahnya dengan baik.

Baiklah… aku bersereah dan bertawakal hanya kepada Allah, hanya Allah yang bisa memberikan kemudahan dan kelancaran untuk semuanya, niat saya sekolah lagi juga tulus, bukan semata-mata karena saya ingin mendapatkan gelar, tapi memang saya harus jadi Guru Yang Baik, Guru Yang Pintar, Guru yang Cerdas, dan tentu menjadi seorang Guru yang patuh dan berbakti kepada Orang Tuanya, saya tau dengan pendidikan ini, tentu kedepan saya bisa lebih banyak ilmu, lebih banyak punya kesempatan mengembangkan karir saya, bisa menambah pendapatan saya, dan bisa tetap menghidupi kedua orang tua saya, itulah yang membuat saya tabah, kuat, dan sabar, saya percaya kepadaMu Ya Rabb…

Karena Engkaulah Sebaik-baik Penolongku, aamiin.

 

                                                                                                                     Bandung, 7 Juli 2023

                                                                                                                      HambaMu Yang Lemah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar