“You don’t need a perfect relationship. All you need is someone who loves your weirdness, want to spend time with you and respects you”
Setelah sekian lama tidak kumpul
bertiga, akhirnya kami teman sma yang sudah bersahabat lebih dari 20 tahun bisa
kembali lagi, kedua teman saya sudah berkeluarga, dan alhamdullilah keduanya juga sudah dikaruniai anak, tapi yang sedih ditelepon kemarin salah satu
sahabat saya bilang jika dia sudah tidak tinggal serumah dengan suaminya. Saya
speechless saat itu, dan kemarin setelah lebaran beberapa minggu kemudian kami bertemu,kami bercerita
apapun tentang kehidupan kami masing-masing. Perempuan-perempuan berkarir yang
tetap bekerja untuk dapat bertahan hidup karena tuntutan kehidupan yang semakin
tinggi.
Sahabat saya bercerita tentang
hubungan rumah tangganya yang sedang tidak baik-baik saja, dan saya bisa
merasakan kesedihan sahabat saya itu, saat salah satu sahabat saya mengantarkan
anaknya untuk jajan di lantai 2, saya dan sahabat saya yang sedang memiliki
masalah rumah tangga, duduk berdampingan, menghela nafas, dan menatap kedepan
dengan tatapan yang kosong, waktu itu saya bilang
“Saya kenal kamu dari zaman SMA,
saya kenal betul kamu gimana, kamu orang yang baik, dari zaman kita SMA,
Kuliah, bahkan sampai kita kerja, kita gak pernah nakal, kita ga pernah
macem-macem, kita gak pernah jahat sama orang, dan kita selalu berusaha baik
sama orang, dan menjalankan agama sebaik mungkin, tapi kenapa episode hidup
kita kaya gini? Kenapa Allah kasih ujian berat kaya gini di hidup kita”
Saya tidak bisa menghentikan air
mata saya, dan kemudian saya menginsyafi diri… “Enggak bukan gitu, Allah sayang
sama kita, makanya Allah kasih ujian hidup ini sama kita, Insya Allah semuanya
bisa terlewati”
Kemudian kami saling berpelukan,
saya berharap Sahabat saya ini dibeirkan kekuatan melewati ujian ini, diberikan
kesehatan lahir batin agar bisa mengurus dan membesarkan anak semata wayangnya
yang masih balita ini. Saya tau dia perempuan yang kuat, dan pasti bisa
melewati ujian ini, walau saya tau kami bertiga semuanya menikah bukan diusia
yang muda, mungkin terlalu tua untuk usia perempuan, tapi inilah takdir hidup
yang ga bisa kita hindari.
Saya percaya hujan pasti
berhenti, badai pasti berlalu, dan Pelangi yang Indah akan datang setelahnya,
mungkin saat ini sulit dan sedih, tapi besok-besok saya percaya kami akan
merasakan kelapangan, kebahagiaan dari Allah.
Satu hal yang pasti jika
pernikahan itu adalah sesuatu yang berat, yang mungkin butuh banyak
pertimbangan untuk dapat menemukan orang yang benar-benar tepat untuk kita,
semoga pernikahan yang kelak akan kami jalani adalah pernikahan yang dapat
membawa banyak kebaikan bagi kami, tidak hanya untuk didunia, tapi kelak hingga
kembali bersama di Surganya, aamiin
Bandung, 19 Mei 2023

Tidak ada komentar:
Posting Komentar