“ Saya percaya apa yang terjadi semata-mata bentuk cinta dan kasih sayang Allah pada saya"
Sore itu tambahan ekonomi hanya
dihadiri satu murid laki-laki, dan satu murid laki-laki yang remedial PTS
(Penilaian Tengah Semester), setelah anak yang remed selesai, tak lama hujan
turun dengan deras, dan tambahan Olim Ekonomi kembali saya lanjutkan, alhamdullilah
datang dua orang murid laki-laki lainnya, sehingga dikelas itu hanya ada kami
berempat, saya dan 3 murid laki-laki. Awalnya saya tidak ingin bercerita
apa-apa, tapi karena ada masalah besar dengan salah satu murid saya dikelas
dimana saya wali kelasnya, akhirnya fikiran saya pun jadi tidak fokus,
tiba-tiba saja bercerita tentang perasaan saya sebagai wali kelas yang merasa
kecewa atas perbuatan anak kelas saya. Yang tinggal hitungan bulan akan lulus,
air mata saya tiba-tiba tidak terbendung, suasana jadi berubah hening, saya
tidak ingin mereka melihat ibu gurunya menangis, saya berusaha menutupi wajah
saya dengan mukena, dan saya berusaha menguasai emosi saya, mereka tau gurunya
lelah dan tidak dalam kondisi baik-baik saja, dan mereka hanya bisa terdiam.
Entahlah… rasanya kalau hanya
sekedar mengajar, rasa-rasanya google lebih pandai dari saya, dia bisa menjawab
apa saja yang ditanyakan oleh murid saya, kalau hanay sekedar transfer ilmu,
banyak juga guru yang ada di youtube yang bisa dilihat oleh murid-murid setiap
hari, tapi pekerjaan “mendidik” tidak bisa dilakukan oleh mesin atau kecerdasan
artifisial buatan manusia, mendidik manusia menjadi manusia yang baik akhlaknya
itu butuh waktu dan butuh kasih sayang.
Semoga Apa yang terjadi disekolah
dan menjadi tanggung jawab saya sebagai guru dan sebagai wali kelas bisa
terlewati dengan baik, saya ingin melihat keberhasilan dan kesuksesan murid-murid
saya, semoga Allah menjaga dan menyayangi mereka, dan menjadikan mereka
anak-anak yang sholeh dan sholehah, aamiin.
Bandung, 25 Maret 2023

Tidak ada komentar:
Posting Komentar