“If Allah has put you in a difficult situation in this world, it’s a chance to earn ease in the hereafter through patience”
Sadar tidak sadar, saya selalu
ingat bahwasannya doa itu berasal dari kata-kata, dan sejatinya sebagian besar
doa kita itu berisi lantunan kata-kata kita, baik yang pernah terlintas secara
lisan maupun tidak. Yang pada akhirnya mau saya akui atau tidak, sebagian
kata-kata yang keluar dari lisan saya, sebagian besar semuanya terangkum dalam
doa.
Suatu ketika saya pernah berkata
“ Sebaik-baik manusia adalah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”
Dan mungkin inilah yang pada
akhirnya mengantarkan orang-orang datang kepada saya meminta tolong, meminta
bantuan untuk saya menjalani amanah-amanah yang mungkin tidak saya firkinkan
sebelumnya. Seperti halnya kedua DKM baru yang tiba-tiba datang kerumah dan
meminta saya membantunya menjadi pengurus dkm dan membawahi bidang pendidikan
dimana latar belakang saya yang sangat aktif di madrasah, remaja masjid, juga
guru disekolah Islam, hal yang tentu tidak mungkin saya tolak tanpa alasan.
Saya tau amanah dimesjid bukan sekedar amanah tapi lebih dari itu, ini merupakan
tanggung jawab saya sebagai umat Islam untuk
memakmurkan masjid.
Kemudian salah satu pengurus dkm
juga terpilih menjadi ketua RW dikomplek rumah saya, yang saya tau kondisi
warga di RW saya memang butuh banyak PR, mulai dari sampah, kepedulian warga
tentang kebersihan, kesadaran akan sholat berjamaah dimesjid, longsor rumah
yang ada didekat sungai, dan lain sebagainya, belum lagi masalah birokrasi,
hingga saya melihat bapak RW ini yang juga pengurus dkm merasa kelelahan, dan
saya yang entah spontan atau hanya ingin menghibur bapaknya bilang
“semangat pak, saya bantu apa
atuh apa ya pak “
Yang kemudian bapaknya berfikir
bahwa saya juga perlu ikut serta membantu istrinya yang otomatis menjadi ibu
ketua PKK dikomplek saya, ntar deh sama ibu aja. Dan benarlah, besoknya bu RW
yang merangkap jadi ketua PKK meminta saya ikut membantunya jadi pengurus PKK,
dimana saya kebagian jadi koordinator bidang pendidikan, antara ingin tertawa
dan menangis, tau apa saya masalah PKK, walau saya seorang guru yang
berkecimpung di dunia pendidikan kan tidak otomatis paham betul tentang
pendidikan terutama pendidikan dimasyarakat, terlebih saya belum jadi ibu dan
belum punya anak juga, tapi alih-alih memikirkan status ibu-ibu atau bukan pada
akhirnya saya datang juga diundangan rapat ibu-ibu PKK dan saya juga ikut
membuat program bidang pendidikan untyk warga msayarakat dikomplek saya.
Padahal kalau ingin mengeluh,
pekerjaan disekolah saja sudah banyak, sudah banyak drama juga yang harus saya
hadapi dengan fikiran dingin, meskipun saya akui semuanya terlalui, belum
diyayasan sekolah tempat saya mengajar saya juga diminta membantu salah satu
atasan di organisasi pendidikan yang banyak membahas masalah-masalah dan
isu-isu penting seputar pendidikan.
Entahlah apa benar serius saya
mau sekolah lagi tahun ini untuk mengambil S2 atau tidak, yang pasti kalau mau
lanjut sekolah saya harus benar-benar cari beasiswa, karena tidak mungkin bayar
kuliah S2 dengan uang sendiri, mudah-mudahan
jika itu membawa kemaslahatan, Allah mudahkan jalannya, aamiin.
Bandung, 26 Januari 2023

Tidak ada komentar:
Posting Komentar