“Sebenarnya tidak ingin menangis, tapi entah kenapa saat-saat saya lelah atau ada sesuatu yang melukai batin saya, tiba-tiba saja air mata saya jatuh. Ia saya tidak dalam keadaan baik-baik saja, tapi walau bagaimanapun saya selalu berusaha meyakinkan bahwa saya sehat, dan saya baik-baik saja”
Saya sudah berusaha untuk tidak
menangis, tapi disatu waktu akhirnya tangis saya pecah juga, bukan, bukan
karena seseorang melukai hati saya, tapi karena mungkin emosi saya sedang tidak
stabil. Pekerjaan yang datang tanpa henti membuat saya jadi lebih sedikit
tidur, belum lagi saya mengejar qadha shaum Ramadhan kemarin dan shaum syawal,
lelahnya menjadi terasa lebih banyak dua kali, saya harus menyelesaikan
pekerjaan akreditasi sekolah dirumah hingga hampir jam stgh 12 malam, kemudian
besoknya saya bangun pukul 4 pagi untuk sahur dan langsung siap-siap pergi
kesekolah jam 6 pagi, disekolah pun tetap bekerja, mengajar, mengurus keuangan,
sampai jadi penguji riset, hahhahahha alhamdullilah masih hidup dan sehat.
Seperti halnya minggu kemarin,
setelah mengerjakan urusan akreditasi, syuting video, hingga pukul 3 sore,
dilanjutkan dengan mengajar privat di geger kalong pukul 4 sore hingga magrib,
dan itu saya lakukan dalam keadaan berpuasa. Ditambah motor saya yang
bermasalah, kabel rem kiri putus, jadi blong dan gak bisa dipake buat ngerem…
sad si, tadinya mau saya batalkan saja mengajar privatnya, tapi karena anak ini
ketinggalan jauh, dan saya merasa kasihan akhirnya pelan-pelan saya bawa
motornya, alhamdullilah dari gerlong sampai kerumah selamat diperjalanan.
Besok-besok masih banyak sih
pekerjaannya, tapi ya alhamdullilah disyukuri itu artinya Allah masih
memberikan saya amanah supaya saya bisa terus bermanfaat untuk orang lain, oh
iya besok ada acara belajar di alam, rencananya mau ke papandayan,
mudah-mudahan lancer dan tidak hujan, aamiin.
Bandung, 30 Oktober 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar