Sabtu, 26 Februari 2022

Layangan Putus

 


“Pernikahan ini telah mengajariku bahwa kadang kita butuh kekuatan yang jauh lebih besar untuk melepaskan sesuatu ketimbang menggenggamnya erat-erat" - Kinan

Sejak drama Layangan Putus Viral di media sosial, banyak ibu-ibu yang jadi parno dan takut kalau suaminya berselingkuh dengan wanita lain, dan membuat perempuan-perempuan yang masih lajang menjadi takut untuk menikah, karena merasa dihantui dengan pasangan yang selingkuh, dan pernikahan yang tidak bahagia dan diakhiri dengan perceraian. Haduh Mas Aris ini meresahkan…., sosok suamiable suami baik hati yang sayang dengan istri dan anaknya ternyata bermain api dengan perempuan lain. Kisah yang konon katanya diangkat dari kisah nyata yang juga sempat viral beberapa tahun belakang. Inget Mas Aris saya jadi inget drakor yang dimainkan oleh Jang Nara dan Lee Sang Yoon, dimana sang suami terlihat sebagai suami yang baik dan penyayang, ternyata dibelakang dia bermain api dengan karyawan baru dikantornya.

Saya sendiri tidak menonton drama itu, rasanya malas harus menonton sesuatu yang bukannya menghibur tapi malah bikin kepala pening dan emosi teraduk-aduk, sebelum Layangan Putus sebenarnya sudah banyak drama yang bertema perselingkuhan, entah itu drama Indonesia atau drama Korea, tapi yang cukup happening memang Drama Korea kalau niat searching ada sekitar 16 judul drama korea bertema perselingkuhan, dua diantaranya dapat rating paling tinggi adalah The World of the Married, dan Penthouse. Dan bisa ditebak kan akhir kisah dari drama seperti ini apa? Perceraian.

Banyak hal memang yang menjadi alasan perceraian mulai dari ketidakcocokam, masalah ekonomi, masalah keluarga, dan lainnya, tapi yang paling menjadi alasan kuat adanya perceraian adalah isu orang ketiga, dan perselingkuhan, dan ini pula yang menimpa beberapa teman saya, hingga saya tidak habis fikir kenapa ada laki-laki sejahat dan setega itu pada wanita, teman saya bukan hanya diselingkuhi, tapi ia juga mendapatkan kdrt dari suaminya, yang membuat luka ditubuhnya, bukan hanya hatinya. Mereka sekarang membesarkan anaknya sendiri, menjadi single parent, yang tentu tidak mudah, belum lagi mendengar omongan-omongan jahat tetangga tentang status jandanya. Sedih… ada laki-laki yang berselingkuh dengan seorang janda, bahkan akhirnya membuat istrinya menjadi seorang janda.

Kita tau status janda bagi seorang perempuan tidaklah mudah, status yang membuat para istri menjadi resah dan takut kalau suaminya akan direbut atau digoda. Padahal tidak semua perempuan ingin menyandang status seperti ini, tidak sedikit perempuan yang taat dan patuh pada suami, dan ditinggalkan lebih dulu oleh suaminya karena meninggal, atau mungkin yang harus bercerai karena keadaan yang tidak bisa ditolaknya, tapi apakah menjadi janda itu suatu kehinaan? Padahal kita semua tau salah satu wanita mulia beruntung yang dinikahi oleh Rasullulah, Khadijah binti Khuwaylid adalah seorang janda.

Kembali lagi tentang perselingkuhan, apapun alasannya perselingkuhan adalah sebuah dosa besar dalam pernikahan yang seharusnya tidak dilakukan, apapun alasannya, setiap istri dan setiap suami pasti memiliki kekurangan, dan kekurangan itulah yang harus sama-sama diterima dan sama-sama diperbaiki, bukan mencari tempat lain yang lebih nyaman dan bisa menerima kekurangan itu. Entahlah apa alasannya, kurang iman atau apa, tapi jika suami istri sama-sama taat dan berusaha menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik semata-mata karena Allah dan ketakwaannya kepada Allah, mudah-mudahan rumah tangga yang sudah dibangun akan tetap terjaga, kekal hingga sampai di Jannahnya.

Walau sekarang angka perceraian di Indonesia cukup tinggi, tapi saya yakin selama kita bertakwa dan beriman, Allah akan menjaga rumah tangga kita kelak, jadi jangan takut menikah, bismillah, tidak semua layangan itu putus, banyak layangan-layangan yang bisa terbang tinggi jauh-jauh hingga keatas langit.

Bandung, 26 Februari 2022

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar