“Pernikahan ini telah mengajariku bahwa kadang kita butuh kekuatan yang jauh lebih besar untuk melepaskan sesuatu ketimbang menggenggamnya erat-erat" - Kinan
Sejak drama Layangan Putus Viral
di media sosial, banyak ibu-ibu yang jadi parno dan takut kalau suaminya
berselingkuh dengan wanita lain, dan membuat perempuan-perempuan yang masih
lajang menjadi takut untuk menikah, karena merasa dihantui dengan pasangan yang
selingkuh, dan pernikahan yang tidak bahagia dan diakhiri dengan perceraian.
Haduh Mas Aris ini meresahkan…., sosok suamiable suami baik hati yang sayang dengan
istri dan anaknya ternyata bermain api dengan perempuan lain. Kisah yang konon
katanya diangkat dari kisah nyata yang juga sempat viral beberapa tahun
belakang. Inget Mas Aris saya jadi inget drakor yang dimainkan oleh Jang Nara
dan Lee Sang Yoon, dimana sang suami terlihat sebagai suami yang baik dan
penyayang, ternyata dibelakang dia bermain api dengan karyawan baru
dikantornya.
Saya sendiri tidak menonton drama
itu, rasanya malas harus menonton sesuatu yang bukannya menghibur tapi malah
bikin kepala pening dan emosi teraduk-aduk, sebelum Layangan Putus sebenarnya
sudah banyak drama yang bertema perselingkuhan, entah itu drama Indonesia atau
drama Korea, tapi yang cukup happening memang Drama Korea kalau niat searching
ada sekitar 16 judul drama korea bertema perselingkuhan, dua diantaranya dapat
rating paling tinggi adalah The World of the Married, dan Penthouse. Dan bisa
ditebak kan akhir kisah dari drama seperti ini apa? Perceraian.
Banyak hal memang yang menjadi
alasan perceraian mulai dari ketidakcocokam, masalah ekonomi, masalah keluarga,
dan lainnya, tapi yang paling menjadi alasan kuat adanya perceraian adalah isu
orang ketiga, dan perselingkuhan, dan ini pula yang menimpa beberapa teman
saya, hingga saya tidak habis fikir kenapa ada laki-laki sejahat dan setega itu
pada wanita, teman saya bukan hanya diselingkuhi, tapi ia juga mendapatkan kdrt
dari suaminya, yang membuat luka ditubuhnya, bukan hanya hatinya. Mereka
sekarang membesarkan anaknya sendiri, menjadi single parent, yang tentu tidak
mudah, belum lagi mendengar omongan-omongan jahat tetangga tentang status
jandanya. Sedih… ada laki-laki yang berselingkuh dengan seorang janda, bahkan
akhirnya membuat istrinya menjadi seorang janda.
Kita tau status janda bagi
seorang perempuan tidaklah mudah, status yang membuat para istri menjadi resah
dan takut kalau suaminya akan direbut atau digoda. Padahal tidak semua
perempuan ingin menyandang status seperti ini, tidak sedikit perempuan yang
taat dan patuh pada suami, dan ditinggalkan lebih dulu oleh suaminya karena
meninggal, atau mungkin yang harus bercerai karena keadaan yang tidak bisa
ditolaknya, tapi apakah menjadi janda itu suatu kehinaan? Padahal kita semua
tau salah satu wanita mulia beruntung yang dinikahi oleh Rasullulah, Khadijah
binti Khuwaylid adalah seorang janda.
Kembali lagi tentang
perselingkuhan, apapun alasannya perselingkuhan adalah sebuah dosa besar dalam
pernikahan yang seharusnya tidak dilakukan, apapun alasannya, setiap istri dan
setiap suami pasti memiliki kekurangan, dan kekurangan itulah yang harus
sama-sama diterima dan sama-sama diperbaiki, bukan mencari tempat lain yang
lebih nyaman dan bisa menerima kekurangan itu. Entahlah apa alasannya, kurang
iman atau apa, tapi jika suami istri sama-sama taat dan berusaha menjalankan
hak dan kewajibannya dengan baik semata-mata karena Allah dan ketakwaannya
kepada Allah, mudah-mudahan rumah tangga yang sudah dibangun akan tetap terjaga,
kekal hingga sampai di Jannahnya.
Walau sekarang angka perceraian
di Indonesia cukup tinggi, tapi saya yakin selama kita bertakwa dan beriman,
Allah akan menjaga rumah tangga kita kelak, jadi jangan takut menikah,
bismillah, tidak semua layangan itu putus, banyak layangan-layangan yang bisa
terbang tinggi jauh-jauh hingga keatas langit.
Bandung, 26 Februari 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar