“Get married because you both see a similar future together, not because you’re alone, unhappy, feeling left out, or pressured by parent and aunties. A marriage doesn’t take all of your troubles away, it oftem ampliefies internal conflict. So pick your life partner carefully… “- Vex King
Sudah hampir 7 tahun saya
memiliki Instagram, entahlah dulu pertama kali buat juga dibuatin sama murid
sma ketika saya ngajar dibimbel ditahun 2014, dan sekarang tahun 2021 tentunya
banyak hal yang berubah, termasuk murid-murid saya yang berteman di social media,
jiak dilihat secara kuantitas pertemanan disosial media, teman-teman saya di social
media lebih banyak adalah murid daripada “teman” dan secara logika memang iya,
karena saya sudah jarang berkomunikasi denga sahabat-sahabat saya dulu, baik
teman sma ataupun teman kuliah, teman kerja ? ada… tapi sepertinya juga
terbatas, terlebih mereka sudah sibuk dengan keluarganya masing-masing, kecuali
beberapa.
Apa menariknya bermain Instagram
? Selain tempat pamer wkwkwkkwkw, pamer kecantikan, kekayaaan, kesuksesan, dan
lainnya, karena jarang sekali melihat orang-orang pamer kesedihan dan
penderitaan di sosial media, terus saya pamer apa? Hahahahha tidak pamer, hanya
berbagi saja kegabutan. Saya sering sekali posting masakan-masakan yang saya
buat diakhir pecan. Tujuannya apa? Ya… mungkin jadi investasi saja, mungkin
suatu saat saya punya peluang untuk berbisnis kuliner, mungkin jika ada kesempatan
saya ingin kursus ambil kelas baking. Karena selain menulis, saya punya
ketertarikan dalam memasak terutama baking kue dan membuat dessert.
Kembali lagi ke Instagram,
belakangan ini isi Instagram saya penuh dengan kebahagiaan, kebahagiaan
murid-murid saya tentunya, Hirman yang sudah tunangan, Alya yang sudah
tunanngan, Mira yang sudah menikah, Nurul yang sedang hamil, Ninis yang sedang
hamil, Amanda yang sedang hamil, Hiesqi yang baru saja melahirkan, ia dan Dion suaminya
sama-sama murid saya dulu di bimbel, tahun ini mereka sudah menjadi orang tua,
sementara saya… masih berusaha untuk itu.
Sebagai Guru saya ikut bahagia
melihat murid-murid saya akhirnya menikah dan berkeluarga, mereka juga dititipi
anak oleh Allah bisa menjadi orang tua, meski saya sendiri belum bisa menjadi
orang tua tapi saya bersyukur punya ponakan-ponakan yang bisa saya asuh seperti
anak saya sendiri, mereka dekat dengan saya tantenya, yah perjalanan pernikahan
mungkin tidak akan selamanya berjalan dengan baik, tapi bersyukurlah jika kamu
mendapatkan pasangan hidup yang baik, yang dengannya kamu cukup menjadi diri
kamu sendiri, percayalah semua orang ada waktunya masing-masing, bersabarlah
dengan kesabaran yang baik, semoga tahun depan Allah mengabulkan seluruh hajat-hajatmu,
aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar