“Economics is a very dangerous sciance” – John Maynard Keynes
Saya jadi teringat alasan utama
saya dulu mengambil jurusan ekonomi, saya tidak pandai matematika dan saya
bukan anak IPA, dan saya ingin terlihat pintar ketika mengambil jurusan ekonomi
yang relatif banyak hitungannya, yang kemudian agak sedikit saya sesali, karena
pada kenyataannya saat kuliah, hampir semua mata kuliah yang ada hitungannya
nilai saya selalu pas-pasan dan mendapat nilai C. Ya.. sedih... memang tidak bakat
dihitungan. Saya anak terakhir dari 4
bersaudara, dimana saya melihat kakak-kakak saya lebih pandai dari saya, mereka
ketiganya anak IPA dan hanya saya sendiri yang anak IPS. Saya memng agak
loading, mikirnya agak lama kalau untuk hitungan, entah apa alasannya, apa
mungkin karena waktu dikandungan ibu saya terlalu banyak minum obat (dulu saya
sempat mau di gugurkan ketika ibu hamil), tapi yasudahlah yang harus saya
syukuri saya bisa lulus kuliah dan bisa menjadi guru ekonomi haha...
Dan kabar baiknya saya bisa
mengajar ekonomi cukup lama dibimbel, kalau dihitung-hitung sejak kuliah saya
sudah mulai mengajar, tahun 2008 di bimbingan belajar Primagama, yang entahlah
masih ada atau tidak sekarang. kemudian pindah ke bimbel lain hingga 2017, ya
kira-kira 9 tahun lamanya saya mengajar dibimbel, dan saya bersyukur karena
pernah mengajar dibimbel saya punya murid sekota bandung dan cimahi, setau saya
dibandung ada 27 sekolah negeri, dan hampir semua murid dari penjuru kota
bandung sudah pernah saya ajar, itulah yang membuat saya kaya akan pengalaman,
hingga ketika negara api menyerang, akhirnya saya terpaksa resign dari bimbel
dan mulai mengajar disekolah.
Rezeky saya datang dari sekolah
tahun 2017, dari sana saya mulai mendampingi anak-anak yang ikut lomba ekonomi
dan akuntansi, selain itu saya juga mengajar pemantapan untuk persiapan UN,
dimana anak-anak yang memilih mapel ekonomi di UN selalu sedikit haha... kata
orang mapel Ekonomi kalau di jurusan IPA seperti mapel Fisika, banyak hitungan
dan susah wkwkkwkwk. Iya memang sih, kenyataannya seperti itu. Tapi yang
membuat saya semakin bersamangat, anak-anak yang memilih mapel Ekonomi ataupun
anak Olim yang Ekonomi ada saja yang masuk PTN hal yang sangat membahagiakan
untuk saya semenjak bergabung disekolah
Pertama kali saya bergabung
disekolah itu tahun 2017, saat itu saya sempat mendampingi beberapa anak untuk
mengikuti lomba akuntansi di POLBAN, ya walaupun hasilnya tidak juara, tapi
satu dari anak Olim itu berhasil masuk PTN, Marsya dia diterima di Sastra
Jepang UNPAD, selain Marsya ada pula Atifah anak pendiam yang rajin tambahan
ekonomi dan memilih ekonomi di Ujian Nasional, iya juga masuk UPI jurusan
Sastra Perancis.
Tahun 2018 saya mulai rajin dan
melatih adik kelas Marsya untuk tambahan dan persiapan lomba-lomba, ada satu
anak laki-laki yang paling rajin dan paling pintar ekonominya, namanya Wildan,
dan tentu Wildan tidak sendiri, ada yasmin, armelia, maritsa, dan alhamdullilah
ditahun itu anak-anak pernah Juara Harapan 1 Lomba Ekonomi di UNISBA, saya
seneng banget, walau Cuma juara harapan tapi mereka bisa pulang bawa Piala,
Sertifikat, dan Uang pembinaan. Dan mereka alhamdullilah diterima di PTN juga,
Wildan di Unsika, Yasmin di UPI dan Armelia di UIN Bandung.
Tahun 2019 selain angkatan Wildan
saya juga terus membimbing adik-adik kelasnya untuk selalu ikut tambahan
ekonomi dan ikut segala lomba baik ekonomi ataupun akuntansi, angkatan ini
mungkin angkatan terakhir yang memilih Ekonomi sebagai mapel pilihan di UN,
mereka hanya berempat Naufal, Mikanti, Kikis, dan Kamla. yah karena dari kelas
10 mereka selalu rajin tambahan dan memang nilai-nilai ekonomi mereka selalu bagus
dipelajaran saya, kami paling sedikit, dibanding anak Sosiologi dan Geografi.
Jadi kalau pemantapan kamilah yang mengalah untuk mencari tempat, karena memang
hanya berlima saja belajar bersama saya.
Merekalah yang mungkin paling
punya ikatan emosional paling dekat dengan saya, hingga pemantapanpun kami
sudah seperti kerja kelompok, sering sekali makan dan main dulu sebelum
belajar, ya karena mereka pintar, mereka lebih cepat menyelesaiakan soal-soal,
dan jika sisa waktu masih banyak biasanya kita main LUDO di Hpnya Kamla,
wkwkkwkwwkk. Hingga akhirnya Corona mulai menyebar dibulan Maret, dan
pembelajaran dilakukan secara daring, UN dihapuskan, dan mereka akhirnya lulus
dari sekolah, tanpa adanya acara perpisahan maupun wisuda, sedih memang, tapi
sekali lagi, saya bersyukur memliki mereka, tahun ini Mikanti diterima di UPI
dan Kikis diterima di UNPAD, ya walaupun Kamal dan Naufal tidak diterima di
PTN, tapi saya sangat bersyukur bahwa anak Olim Ekonomi adalagi yang masuk PTN.
Dan begitulah... bagi saya
mudah-mudahan ini menjadi motivasi, agar saya selalu semangat belajar dan
mengajar anak-anak saya disekolah, sebuah kebahagiaan yang tidak terkira bisa
melihat anak-anak berhasil meraih cita-cita dan impiannya, mudah-mudahan
kedepan semakin banyak anak Olim Ekonomi yang juara di kompetisi dan bisa
diterima di PTN, oh iya tahun ini alhamdullilah adik kelasnya Mikanti ada juga
yang sedang ikut kompetisi Akuntansi di UGM, meski saya tidak punya target
harus menang dan juara, tapi saya selalu bersyukur pada proses belajar merek
yang cukup rajin tambahan tiap pekan dengan saya.
Saya berharap ilmu saya dapat
terus bertambah dan dapat dipahami oleh semua murid-murid saya disekolah,
semoga saya bisa benar-benar menjadi Guru Ekonomi Yang Baik, aamiin
Salam Ekuilibrium!!!
Bandung, 31 Oktober 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar