“Kadang-kadang, kita sebagai manusia sudah mengusahakan yang paling baik, yang terbaik, dari yang kita mampu lakukan.
Tapi buat beberapa orang, ternyata usaha kita itu belum
cukup
Jangan salahkan diri kita karena kita sudah berbuat yang
terbaik di saat itu”
- Bernard Batubara
Sungguh menyakitkan rasanya, ketika semua yang terbaik yang telah kita lakukan dirasakan tidak ada artinya bagi seseorang, kemarin hati saya benar-benar Ambyar, kesalahan kecil saya pada Ibu mematik amarah yang begitu besar, padahal sesuangguhnya bukan salah juga. Saya tau ibu sakit, saya tau hatinya kacau balau, emosinya tidak pernah stabil sejak ia sakit, tapi entah kenapa kemarin kesalahan kecil yang saya lakukan membuat amarahnya naik.
Dan saya hanya bisa diam menerima kata-kata ibu yang cukup menyakitkan, saya berusaha menjaga kewarasan diri saya, saya mencoba menenanangkan hati saya sekuat mungkin menyadari bahwa saya berhadapan dengan seseorang yang sedang “sakit”. Melembutlah wahai hati, ikhlaskan apapun yang kau terima, karena memang kadang saya harus menjadi tempat terakhir ibu melampiaskan emosinya, tak peduli apa pun yang telah saya lakukan selama ini untuknya.
Saya tidak tau hati saya terbuat dari apa, jika ia sebuah
gelas kaca, mungkin dia sudah hancur menjadi serpihan kaca yang bubuk. Bukan
kali ini hati saya Ambyar, bukan kali ini saya mendapatkan perlakukan tidak
menyenangkan dari seseorang yang amat saya cintai. Saya teringat beberapa tahun
silam, bagaimana saya bertahan menahan segala sedih dan luka batin yang teramat
sangat, bagaimana semua hal terbaik yang sudah saya lakukan menjadi tidak ada
artinya sama sekali dihadapannya. Karena mungkin sayalah tempat terakhir ia
melampiaskan emosinya.
Bandung, 1 September 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar