Sabtu, 20 Juni 2020

Rizq


"The concept  rizq is so beautiful like even when you eat a piece of fruit it was always written for you, from the moment it grew from the tree, it went through all these people and travelled all this way until it was in your hands. It was alwayas meant to be yours..." -Anonim

Sejak akhir tahun lalu hingga awal-awal bulan sebelum pandemi saya merasakan kesibukan yang cukup padat disekolah. Saking sibuk dan merasa lelah, membuat banyak hal tidak mampu saya tuliskan karena saya memilih untuk cepat tidur untuk siap-siap besok berangkat pagi kesekolah. Akhir tahun kemarin saya mendapatkan amanah yang cukup banyak, pertama jadi bendahara dalam kepanitian Pelatihan Senam Kreasi, selanjutnya jadi Sekretaris dalam Panitia PAT (penilaian akhir tahun), kemudian jadi PJ Bazar kegiatan Pagelaran.

Diawal tahun pun kegiatan saya tidak berkurang, selain memberikan pemantapan untuk kelas akhir, saya juga kasih pemantapan untuk anak-anak yang mau ikut Olimpiade Ekonomi, selanjutnya saya harus jadi pembimbing kegiatan Riset Ekonomi, dimana anak-anak dikelas saya sendiri ada 6 kelompok dan di 6 kelompok itu saya jadi pembimbing pertamanya, yang sedikit banyak anak-anak pasti akan berkonsultasi dengan saya untuk bimbingan, ditengah kesibukan itu sekitar bulan Februari saya juga ikut Lomba Kepenulisan di Yayasan, alasanya sederhana, saya butuh uang, dan berharap bisa memenangkan kompetisi tersebut.

Dan begitulah.... , akhirnya rezeki saya pun mengalir seperti air. Bulan Januari dan Feruari saya mendapatkan tambahan penghasilan dari kegiatan pemantapan, dibulan Maret saya mendapatkan uang tambahan dari kegiataan pemantapan olimpiade, bulan april saya mendapatkan uang tambahan dari kegiatan Riset karena saya bertugas sebagai pembimbing, dan di bulan Mei saya mendapatkan hadiah lomba kepenulisan sebagai juara ke 3. Saya bersyukur selama pandemi saya masih mendapatkan gaji, sementara diluar sana banyak orang yang harus kehilangan pekerjaannya.

Dan dibulan ini saya kembali dikasih rezeki sama Allah, alhamdullilah saya dikasih lagi amanah jabatan sebagai bendahara. Saya agak kaget, karena atasan saya tiba-tiba menghubungi saya H-1 sebelum Rapat Pimpinan. Antara senang dan sedih sebenarnya. Senang karena saya tau dengan jabatan ini, gaji saya pasti akan bertambah, saya bisa menabung lebih banyak, dan saya bisa lebih cepat untuk bisa Umroh, yang kedua sedih karena walaupun bukan kali pertama dapet amanah bendahara, tapi saya merasa belum punya pengalaman, dan harus belajar banyak mengelola keuangan yang jumlahnya mungkin tidak sedikit, secara selama bertahun tahun saya mengajar anak-anak disekolah pelajaran akuntansi dengan nominal uang ratusan juta bahkan miliaran, padahal uangnya gada sama sekali :’(

Atasan saya memberikan kabarnya sangat mendadak, lewat chat di whatsapp, dan pada saat itu saya bertanya pada beliau

“Bu... terima kasih atas kepercayaannya, tapi saya belum punya pengalaman tentang keuangan disekolah seperti apa”

“Gapapa bu... insya allah akan didampingi”

“Maaf bu... ini tidak ada fit and prepertestnya? barangkali ada kandididat lain?”

“Gada bu.. ini udah keputusan Pimpinan”
......

Ya saya tidak punya alasan untuk menolak, lagipula tidak ada lagi orang yang punya basic ekonomi atau akuntansi seperti saya, meski saya yakin semua orang bisa kalau mau belajar, tapi memang kurang pas kalau guru fisika atau guru matematika yang jadi bendahara. Kalau saya, insya allah punya bekal ilmu yang mumpuni karena pernah belajar tentang itu semua saat kuliah. Saya jadi ingat wawancara yang pernah saya lakukan disalah satu sekolah beberapa tahun lalu sebelum diterima disekolah sekarang, sang Kepala Sekolah bertanya.

“Bisa dijelaskan tidak kelebihan ibu apa?”

Waktu itu saya menjawab dengan percaya diri sekali

“Saya mungkin bukan orang yang pintar atau berpengalaman tentang sesuatu hal, tapi saya adalah orang yang mau belajar, jadi insya allah saya akan melakukan yang terbaik untuk perkerjaan yang saya kerjakan”

Saya merasa termakan omongan sendiri, ya memang tidak ada yang salah dengan jawaban saya diatas, toh waktu itu pun sebenarnya sang kepala sekolah mau menerima saya, hanya disekolah itu rombelnya sedikit, saya harus memenuhi jam ngajar dengan ngajar dibimbelnya juga, inilah yang pada akhirnya membuat saya tidak mengambil pekerjaan disekolah itu. Saya hanya harus bersyukur, saat orang-orang sulit mencari pekerjaan, dan mungkin harus diPHK karena Pandemi ini, saya tiba-tiba saja ditawarin jabatan tanpa harus mengikuti tes dan seleksi, saya hanya berdoa semoga Allah memberikan saya kemudahan dalam menjalani amanah ini. Mungkin Allah berkenan mengabulkan doa saya setiap selesai sholat

“Ya Allah berikanlah kepada hamba rizky yang halal dan barakah, semoga hamba bisa memenuhi kebutuhan hamba dan keluarga hamba, Ya Allah lapangkanlah rizky hamba, undang hamba dan orang tua hamba ke BaitullahMu, aamiin”

dan mungkin inilah salah satu jalannya..., semoga dengan amanah ini saya bisa lebih semangat dan lebih kerja keras dalam bekerja, semoga Baitullah semakin dekat bisa saya kunjungi bersama orang tua, dan orang yang saya cintai, aamiin.

Bandung, 21 Juni 2020


Tidak ada komentar:

Posting Komentar