"The concept rizq is so beautiful
like even when you eat a piece of fruit it was always written for you, from the
moment it grew from the tree, it went through all these people and travelled
all this way until it was in your hands. It was alwayas meant to be yours..." -Anonim
Sejak akhir tahun lalu hingga
awal-awal bulan sebelum pandemi saya merasakan kesibukan yang cukup padat
disekolah. Saking sibuk dan merasa lelah, membuat banyak hal tidak mampu saya
tuliskan karena saya memilih untuk cepat tidur untuk siap-siap besok berangkat
pagi kesekolah. Akhir tahun kemarin saya mendapatkan amanah yang cukup banyak,
pertama jadi bendahara dalam kepanitian Pelatihan Senam Kreasi, selanjutnya
jadi Sekretaris dalam Panitia PAT (penilaian akhir tahun), kemudian jadi PJ
Bazar kegiatan Pagelaran.
Diawal tahun pun kegiatan saya
tidak berkurang, selain memberikan pemantapan untuk kelas akhir, saya juga
kasih pemantapan untuk anak-anak yang mau ikut Olimpiade Ekonomi, selanjutnya
saya harus jadi pembimbing kegiatan Riset Ekonomi, dimana anak-anak dikelas
saya sendiri ada 6 kelompok dan di 6 kelompok itu saya jadi pembimbing
pertamanya, yang sedikit banyak anak-anak pasti akan berkonsultasi dengan saya
untuk bimbingan, ditengah kesibukan itu sekitar bulan Februari saya juga ikut
Lomba Kepenulisan di Yayasan, alasanya sederhana, saya butuh uang, dan berharap
bisa memenangkan kompetisi tersebut.
Dan begitulah.... , akhirnya
rezeki saya pun mengalir seperti air. Bulan Januari dan Feruari saya
mendapatkan tambahan penghasilan dari kegiatan pemantapan, dibulan Maret saya mendapatkan
uang tambahan dari kegiataan pemantapan olimpiade, bulan april saya mendapatkan
uang tambahan dari kegiatan Riset karena saya bertugas sebagai pembimbing, dan
di bulan Mei saya mendapatkan hadiah lomba kepenulisan sebagai juara ke 3. Saya
bersyukur selama pandemi saya masih mendapatkan gaji, sementara diluar sana
banyak orang yang harus kehilangan pekerjaannya.
Dan dibulan ini saya kembali
dikasih rezeki sama Allah, alhamdullilah saya dikasih lagi amanah jabatan
sebagai bendahara. Saya agak kaget, karena atasan saya tiba-tiba menghubungi
saya H-1 sebelum Rapat Pimpinan. Antara senang dan sedih sebenarnya. Senang
karena saya tau dengan jabatan ini, gaji saya pasti akan bertambah, saya bisa
menabung lebih banyak, dan saya bisa lebih cepat untuk bisa Umroh, yang kedua
sedih karena walaupun bukan kali pertama dapet amanah bendahara, tapi saya
merasa belum punya pengalaman, dan harus belajar banyak mengelola keuangan yang
jumlahnya mungkin tidak sedikit, secara selama bertahun tahun saya mengajar anak-anak disekolah pelajaran akuntansi dengan nominal uang ratusan
juta bahkan miliaran, padahal uangnya gada sama sekali :’(
Atasan saya memberikan kabarnya
sangat mendadak, lewat chat di whatsapp, dan pada saat itu saya bertanya pada
beliau
“Bu... terima kasih atas
kepercayaannya, tapi saya belum punya pengalaman tentang keuangan disekolah
seperti apa”
“Gapapa bu... insya allah akan
didampingi”
“Maaf bu... ini tidak ada fit and
prepertestnya? barangkali ada kandididat lain?”
“Gada bu.. ini udah keputusan
Pimpinan”
......
Ya saya tidak punya alasan untuk
menolak, lagipula tidak ada lagi orang yang punya basic ekonomi atau akuntansi
seperti saya, meski saya yakin semua orang bisa kalau mau belajar, tapi memang
kurang pas kalau guru fisika atau guru matematika yang jadi bendahara. Kalau
saya, insya allah punya bekal ilmu yang mumpuni karena pernah belajar tentang
itu semua saat kuliah. Saya jadi ingat wawancara yang pernah saya lakukan
disalah satu sekolah beberapa tahun lalu sebelum diterima disekolah sekarang,
sang Kepala Sekolah bertanya.
“Bisa dijelaskan tidak kelebihan
ibu apa?”
Waktu itu saya menjawab dengan
percaya diri sekali
“Saya mungkin bukan orang yang
pintar atau berpengalaman tentang sesuatu hal, tapi saya adalah orang yang mau
belajar, jadi insya allah saya akan melakukan yang terbaik untuk perkerjaan
yang saya kerjakan”
Saya merasa termakan omongan
sendiri, ya memang tidak ada yang salah dengan jawaban saya diatas, toh waktu
itu pun sebenarnya sang kepala sekolah mau menerima saya, hanya disekolah itu
rombelnya sedikit, saya harus memenuhi jam ngajar dengan ngajar dibimbelnya
juga, inilah yang pada akhirnya membuat saya tidak mengambil pekerjaan
disekolah itu. Saya hanya harus bersyukur, saat orang-orang sulit mencari
pekerjaan, dan mungkin harus diPHK karena Pandemi ini, saya tiba-tiba saja ditawarin
jabatan tanpa harus mengikuti tes dan seleksi, saya hanya berdoa semoga Allah
memberikan saya kemudahan dalam menjalani amanah ini. Mungkin Allah berkenan
mengabulkan doa saya setiap selesai sholat
“Ya Allah berikanlah kepada hamba
rizky yang halal dan barakah, semoga hamba bisa memenuhi kebutuhan hamba dan
keluarga hamba, Ya Allah lapangkanlah rizky hamba, undang hamba dan orang tua
hamba ke BaitullahMu, aamiin”
dan mungkin inilah salah satu
jalannya..., semoga dengan amanah ini saya bisa lebih semangat dan lebih kerja
keras dalam bekerja, semoga Baitullah semakin dekat bisa saya kunjungi bersama
orang tua, dan orang yang saya cintai, aamiin.
Bandung, 21 Juni 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar