"Hai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji dan nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya". Qs An Nisa :19
Istri kamu mungkin gak cantik,
jauh dibandingin sama temen-temen perempuan kamu, dia gak bisa dandan, tapi dia
selalu ingin tampil cantik dihadapan kamu.
Istri kamu mungkin gak langsing,
jauh dibandingin sama saudara-saudara perempuan kamu, ibu kamu atau ipar kamu,
adanya dia kaya gitu, mungkin terlalu lebar, terlalu gendut buat kamu, tapi dia
berusaha untuk menjaga berat badannya supaya tidak bertambah berat.
Istri kamu mungkin gak jago
masak, jauh dibandingin sama Ibu kamu yang masakannya enak dilidah, dan selalu
dihabiskan sama kamu, masakannya mungkin asin, atau pedas dilidah kamu, tapi
dia sungguh-sungguh berusaha memasak dengan tangannya sendiri, dia berusaha
memberikan yang terbaik buat kamu.
Istri kamu mungkin gak jago
beres-beres rumah , jauh dibandingin sama mbak-mbak asisten rumah tangga
dirumah kamu, mungkin nyapu dan ngepelnya gak bersih, nyuci bajunya juga gak
bersih, nyetrikanya gak rapih, tapi dia bener-bener berusaha melakukan semuanya
untuk menjaga kebersihan rumah yang kamu tinggali bersamanya, meski mungkin
dirumahnya yang dulu dia tidak pernah berusaha sekeras itu.
Istri kamu mungkin gak mandiri,
jauh dibandingin sama kakak atau saudara-saudara perempuan kamu, tapi ia cukup tau
diri untuk tidak banyak merepotkan kamu, lumayan dia bisa mengendarai motor
sendiri, dia gakan minta tolong sama kamu buat antar jemput dia ketempatnya
bekerja.
Istri kamu mungkin gak Sholehah,
jauh dibandingin Ibu kamu atau Ustadzah kamu dulu di TPA, dia bukan Hafidzhah
juga, tapi dia berusaha taat sama kamu, dia berusaha menjalankan perintah Allah
dan RasulNya sebaik mungkin, ilmu agamanya mungkin jauh dibandingkan dengan
kamu, tapi dia mau belajar dan mengamalkan apapun ilmu yang dia peroleh.
Istri kamu berusaha menaati kamu
sebagai Imamnya, dia tidak banyak menuntut ini itu, karena baginya kamu adalah
hal terbaik yang ia miliki, dia berusaha menghilangkan rasa rindu pada orang
tuanya karena selalu ingin berada disamping kamu, dia gakan pergi kerumahnya
kalau kamu gak memberi izin. Dia..., mulai meninggalkan sahabat-sahabat
baiknya, dia tidak punya lagi waktu untuk bermain bersama teman-temannya,
karena dia sudah menjadi Istri kamu, dia benar-benar menjaga dirinya dengan
baik, bahkan saat dia sendiran, tanpa kamu.
Kamu pasti tidak tau..., diluar
sana banyak laki-laki yang suka dan mengagumi istrimu, banyak laki-laki yang
begitu perhatian sama Istri kamu, tapi bersyukurlah. Istri kamu pandai menjaga
dirinya, dia bisa menjaga kehormatan dirinya saat bersama kamu, atau saat ia
sendirian. Dan karena ketaatannya padamu, laki-laki itu akhirnya menjadi segan
dan begitu menghormati istrimu.
Istri kamu bukan Bidadari, gak
sempurna, banyak kurangnya, banyak cacatnya, tapi percayalah... dia adalah
orang yang begitu tulus menyayangi dan mencintaimu, doanya untukmu lebih banyak
daripada doa untuk orangtuanya,bahkan untuk dirinya sendiri, dia banyak
mendoakan kebaikan untuk dirimu, kerena dia ingin sehidup dan sesurga denganmu,
maafkanlah istrimu yang tidak sempurna. Dia sangat menyayangimu.
Bandung, 26 Desember 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar