Sabtu, 30 Juni 2018

Perjalanan


"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui" Qs. An Nuur : 32
Saya gak mungkin gak baper kalau menghadiri acara pernikahan teman... apalagi jika teman saya itu temen dekat, saya pasti akan menghadirinya sejak akad, karena disanalah doa-doa dipanjatkan, dan disanalah keberkahan Allah curahkan, melewati prosesi akad nikah adalah hal yang paling mendebarkan sekaligus menegangkan buat saya, karena pernikahan adalah perjanjian yang agung (mitzaqon ghaliza).

Dalam perjalanan hidup, Allah sudah menyiapkan jodoh kita, semuanya sudah tertulis di Lauhul Mahfuz, saya meyakini hal itu, dan dalam perjalanannya saya pun mengalami kresahan-keresahan sebagai perempuan, saat teman-teman dan saudara-saudara sudah banyak yang menikah dan dikaruniai anak. Ada kebahagian dan ketakutan dalam hati saya melihat kebahagiaan orang lain, tapi saya percayakan sepenuhnya hidup saya pada Allah, saya takut kalau saya tidak punya jodoh didunia, tapi seketika ketakutan dan keraguan itu hilang, saya percaya Allah Maha Baik, dan akan memberikan yang terbaik buat saya.

Saya ingat kata-kata seorang sahabat distatus twitternya :

"Kita mungkin tidak menikahi orang yang kita cintai, tapi kita harus mencintai orang yang kita Nikahi"

entahlah maksudnya apa, sekarang saya baru memahaminya setelah melihat sahabat saya itu menikah dan memiliki anak. Kadang apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, begitupun sebaliknya. Tapi saya percaya kalau semua takdir Allah itu baik, apapun yang terjadi saat ini, saya harus tetap berbaik sangka kepada Allah, dan melanjutkan hidup...

Bandung, 30 Juni 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar