Senin, 16 April 2018

Sabar Tingkat Langit


“Hanya karena seseorang itu sabar tingkat langit, maka bukan berarti dia lantas bisa disakiti, diinjak begitu saja. Hanya karena seseorang kuat, maka bukan berarti dia layak dikecewakan, dikhianati, dan diperlakukan tidak adil”  Tere Liye


Menjadi orang baik saja susah, apalagi jadi orang jahat. Rasa-rasanya saya sudah kehilangan beberapa “rasa” dalam hati saya. Mungkin karena sudah merasakan rasanya jatuh cinta, merasakan patah hati, merasakan bahagia, merasakan sedih, merasa kecewa dan lainnya, hati saya sepertinya sudah punya imun sendiri, seperti seseorang yang mendapatkan Anestesi. Sudah melewati batasnya, dan sudah saya lewati, saya jadi kebal dengan yang namanya, hinaan, cibiran, ataupun perkataan-perkataan buruk orang tentang saya, iya memang tidak ada yang langsung terdengar oleh telinga saya, nyatanya mereka bukan hater buat saya, mereka tau saya perempuan baik-baik, yang tidak pernah melakukan perbuatan jahat atau berlaku diluar batas.

Air mata saya juga lama-lama akhirnya bisa tau diri, kapan harus menangis kapan tidak, wajah saya apalagi, perasaan malu rasanya sudah tidak ada lagi, mau disembunyikan seperti apa juga tidak bisa. Kenyataannya sudah seperti ini, tidak bisa dirubah. Saya sudah pada batas “Masa bodoh”,  saya tidak mau ambil pusing dengan pandangan orang kepada saya, terserahlah mau dibilang apapun juga, toh saya sama sekali tidak pernah menganggu kehidupan orang lain, tidak pernah juga sibuk mengomentari kehidupan orang lain.

Saya tidak tau apakah kelak Allah akan mengaruniai saya anak atau tidak, tapi saya ingin anak-anak saya kelak melihat kebaikan yang ada pada saya, meski hanya sedikit. Mereka harus tau bahwa ibunya adalah seorang perempuan yang kuat, perempuan yang tidak lelah belajar menjadi orang baik meski diperlakukan tidak baik oleh orang. Perempan yang tidak banyak menuntut meski diperlakukan tidak adil dan selalu dituntut ini itu. Perempuan yang banyak bersabar, bukan karena ia lemah, tapi karena ia mencintai orang yang membuatnya harus bersabar.

Bandung, 14 April 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar