Rabu, 04 Oktober 2017

Hukuman



Hukum dibuat untuk menegakkan keadilan, siapapun yang berbuat salah, harus dihukum. Dan kata “maaf” tidak serta merta membuat kesalahan itu selesai. Berbuat salah pada Allah rasanya lebih mudah untuk kita memohon maaf dan memohon ampun, karena Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Namun bagaimana dengan kesalahan kita pada manusia??? tidak semua manusia punya hati yang lapang untuk memaafkan, mungkin karena kesalahan kita pada manusia yang belum selesai, bisa saja itu memperlama hisab kita, hingga ketika jarak pintu surga begitu dekat, kaki kita tidak mampu menjangkaunya.


Karena manusia adalah tempatnya khilaf, tempatnya salah dan lupa. Jika itu memang kodrat manusia seharusnya kita bisa lebih empati, bisa lebih toleran, ketika menjumpai manusia-manusia yang sering kali berbuat salah pada kita, toh kita pun sama, sama-sama suka berbuat salah. Dan tugas kita bukan menghakimi kesalahan orang lain, apalagi jika orang yang berbuat salah adalah orang yang paling dekat dengan kehidupan kita sendiri, dimana setiap hari kita pasti bertemu dengannya.

Hukuman memang berbanding lurus dengan jenis kesalahan kita, semakin berat kesalahannya tentu hukumannya akan semakin berat, dan semakin ringan kesalahannya maka hukumannya juga akan semakin ringan. Sayangnya hukuman didunia ini lebih banyak dibuat oleh manusia, hingga pada akhirnya jenis hukuman menjadi sangat relatif dalam pandangan manusia, ringan atau beratnya. Namun yang paling berat tentu hukuman Allah, Allah Yang Maha Adil lebih tau hukuman yang paling tepat bagi setiap hambanya.

Hukuman diakhirat tentu akan jauh lebih berat dari hukuman didunia, dan saya tidak bisa membayangkan bagaimana hukuman diakhirat akan seperti apa. Maka jika Allah berikan hukuman didunia seharusnya kita bersyukur, karena mungkin hukuman yang Allah berikan didunia secara langsung atas kesalahan dan dosa kita tidak ada apa-apanya dibandingkan hukuman yang akan Allah berikan diakhirat kelak. Meski pun yang namanya “hukuman” tidak ada yang ringan dan menyenangkan bagi kita.

Dan ketika Allah memberikan ujian yang berat dalam hidup saya, yang membuat hati saya sakit, rasanya ini seperti “hukuman” untuk saya. Sesuatu yang tidak bisa saya tolak dan harus saya terima, berat sekali menjalaninya. Namun saya harus tetap berprasangka baik pada Allah, memegang erat-erat Iman saya agar tidak jatuh dalam kekufuran, karena saya tau Allah tidak pernah menzalimi hambaNya, Allah berikan ujian ini sesuai dengan kapasitas Iman saya. 

Jika saya tidak diberi pilihan oleh Allah, dan hanya diberi kesempatan untuk menerima dengan “ikhlas” maka saya hanya bisa meminta dan memohon kepada Allah, jika memang ini “hukuman” atas segala dosa saya, semoga Allah mangampuni dosa dan kesalahan saya, dan semoga kelak Allah memudahkan hisab saya diakhirat, dan tidak memberikan hukuman lagi untuk semua dosa dan kesalahan saya, cukuplah hukuman didunia ini menjadi penggugur dosa-dosa saya pada Allah dan pada manusia, karena saya lebih takut dengan hukuman Allah diakhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar