Hukum dibuat untuk menegakkan
keadilan, siapapun yang berbuat salah, harus dihukum. Dan kata “maaf” tidak
serta merta membuat kesalahan itu selesai. Berbuat salah pada Allah rasanya
lebih mudah untuk kita memohon maaf dan memohon ampun, karena Allah Maha Pemaaf
lagi Maha Pengampun. Namun bagaimana dengan kesalahan kita pada manusia???
tidak semua manusia punya hati yang lapang untuk memaafkan, mungkin karena
kesalahan kita pada manusia yang belum selesai, bisa saja itu memperlama hisab
kita, hingga ketika jarak pintu surga begitu dekat, kaki kita tidak mampu
menjangkaunya.
Karena manusia adalah tempatnya
khilaf, tempatnya salah dan lupa. Jika itu memang kodrat manusia seharusnya
kita bisa lebih empati, bisa lebih toleran, ketika menjumpai manusia-manusia
yang sering kali berbuat salah pada kita, toh kita pun sama, sama-sama suka
berbuat salah. Dan tugas kita bukan menghakimi kesalahan orang lain, apalagi
jika orang yang berbuat salah adalah orang yang paling dekat dengan kehidupan
kita sendiri, dimana setiap hari kita pasti bertemu dengannya.
Hukuman memang berbanding lurus
dengan jenis kesalahan kita, semakin berat kesalahannya tentu hukumannya akan
semakin berat, dan semakin ringan kesalahannya maka hukumannya juga akan
semakin ringan. Sayangnya hukuman didunia ini lebih banyak dibuat oleh manusia,
hingga pada akhirnya jenis hukuman menjadi sangat relatif dalam pandangan
manusia, ringan atau beratnya. Namun yang paling berat tentu hukuman Allah,
Allah Yang Maha Adil lebih tau hukuman yang paling tepat bagi setiap hambanya.
Hukuman diakhirat tentu akan jauh
lebih berat dari hukuman didunia, dan saya tidak bisa membayangkan bagaimana
hukuman diakhirat akan seperti apa. Maka jika Allah berikan hukuman didunia
seharusnya kita bersyukur, karena mungkin hukuman yang Allah berikan didunia
secara langsung atas kesalahan dan dosa kita tidak ada apa-apanya dibandingkan
hukuman yang akan Allah berikan diakhirat kelak. Meski pun yang namanya
“hukuman” tidak ada yang ringan dan menyenangkan bagi kita.
Dan ketika Allah memberikan ujian
yang berat dalam hidup saya, yang membuat hati saya sakit, rasanya ini seperti
“hukuman” untuk saya. Sesuatu yang tidak bisa saya tolak dan harus saya terima,
berat sekali menjalaninya. Namun saya harus tetap berprasangka baik pada Allah,
memegang erat-erat Iman saya agar tidak jatuh dalam kekufuran, karena saya tau
Allah tidak pernah menzalimi hambaNya, Allah berikan ujian ini sesuai dengan
kapasitas Iman saya.
Jika saya tidak diberi pilihan
oleh Allah, dan hanya diberi kesempatan untuk menerima dengan “ikhlas” maka
saya hanya bisa meminta dan memohon kepada Allah, jika memang ini “hukuman”
atas segala dosa saya, semoga Allah mangampuni dosa dan kesalahan saya, dan
semoga kelak Allah memudahkan hisab saya diakhirat, dan tidak memberikan
hukuman lagi untuk semua dosa dan kesalahan saya, cukuplah hukuman didunia ini
menjadi penggugur dosa-dosa saya pada Allah dan pada manusia, karena saya lebih
takut dengan hukuman Allah diakhirat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar