Kamis, 15 Juni 2017

Kesucian



Tidak pernah ada manusia yang benar-benar siap menghadapi ujian, siapapun dia, beriman atau tidak beriman, sanggup atapun tidak sanggup menghadapinya, yang jelas itu adalah suatu ketetapan Allah yang tidak bisa ditawar, kapan ujian itu berakhir? ujian kehidupan hanya terjadi didunia ketika ia hidup, jika manusia mati maka ujian kehidupan itu akan berakhir.


Dan datangnya ujian itu kadang tidak bisa diprediksi, seperti halnya datangnya kematian, mungkin bagi pandangan manusia, ujian itu adalah sesuatu yang menyedihkan atau menyengsarakan, tapi mungkin dalam pandangan Allah ini berbeda, semakin Allah mencintai hambaNya maka Allah akan timpakan ujian untuknya. Itulah yang dihadapi oleh wanita-wanita yang berusaha menjaga kesuciannya, wanita-wanita yang sholehah, yang kedudukannya mulia mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya, menghadapi ujian yang luar biasa.

Maryam binti Imran, wanita suci penjaga Baitul Maqdis ini yang sejak kecil hingga usianya dewasa berada dalam kesucian, tak pernah disentuh oleh laki-laki manapun, dengan izin Allah ditiupkan janin dalam rahimnya hingga ia hamil dan melahirkan bayi laki-laki, semua masyarakat berprasangka buruk padanya, semua masyarakat mungkin menghinanya, dan ia dituduh berzina, maryam yang seorang diri tak mendapat bantuan dari siapa pun, tak ada satu orang pun yang membelanya, dan entah bagaimana ia harus membela diri sementara ia diperintahkan oleh Allah untuk berpuasa tidak bicara dengan masyarakat. Hatinya mungkin hancur lebur, sesuatu yang paling dijaga (kehormatannya) menjadi ujian terberat dalam hidupnya, hingga ia sempat berkata 

“Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan”

Dan Allah tak pernah meninggalkan Maryam sendiri, dengan izinnya Allah memberikan mukjizat kepada bayi yang telah dilahirkan oleh Maryam untuk menyampaikan kebenaran, Allah telah menyelamatkan Maryam.

Aisyah binti Abu Bakar, wanita mulia, putri dari seorang laki-laki mulia sahabat kesayangan Rasullulah yang bergelar Ash Shidiq, pun tak lepas dari ujian kehidupan yang berat, salah seorang istri yang dicintai oleh Rasul dituduh telah berzina, hanya karena ia datang bersama seorang sahabat Rasul berana Shafwan, ia terpisah dan tertinggal dari rombongan yang melakukan perjalanan saat itu, hal ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak menyukai Rasul. Hingga menjadi fitnah dimasyarakat, bahkan Rasullulah pun hampir-hampir tidak mempercayainya, hal ini tentu menjadi pukulan yang berat bagi Aisyah hingga akhirnya ia sakit. Terlebih pada saat itu wahyu tak kunjung turun, untuk membenarkan dan membela Aisyah. Dan Aisyah pun berkata

“Aku tinggal dihariku tersebut dalam keadaan air mataku tidak berhenti mengalir dan aku tidak bercelak untuk berangkat tidur. Di pagi harinya, kedua orang tuaku telah berada disisiku. Sungguh aku telah menghabiskan air mataku. Menangis sehari dua malam dan tidak bercelak. Air mataku tiada hentinya mengalir. Keduanya menyangka tangisan yang demikian akan membelah hatiku. ketika keduanya sedang duduk disisiku yang masih terus menangis, datang seorang wanita Anshar minta izin menemuiku. Aku mengizinkannya, ia duduk menangis bersamaku. Dalam keadaan demikian, Rasullulah masuk menemui kami. Beliau mengucapkan salam, kemudian duduk. Beliau belum pernah duduk disisiku sejak tersebar fitnah tersebut. telah lewat waktu sebuan, wahyu belum juga turun sehubungan dengan perkaraku”

Hingga akhirnya pertolongan Allah itu pun datang, Allah membersihkan nama Aisyah dengan turunnya wahyu dalam surat An-Nuur ayat 11-21, sungguh Allah tidak akan pernah meninggalkan orang-orang beriman sendirian. Allah akan memberikan perlindungan kepada siapapun wanita yang benar-benar menjaga diri dan kehormatannya. Karena terkadang ujian datang dititik terlemah kita, wanita-wanita yang menjaga kesucian dan kemuliaan dirinya, diuji dengan hal yang serupa (kesucian dan kehormatan diri). 

Maka doa yang bisa kita panjatkan kepada Allah adalah meminta agar dikuatkan dan diteguhkan Iman Islamnya, diberi kekuatan menghadapi ujian seberat apapun, dan dijauhkan dari segala fitnah dunia, semoga kita termasuk wanita-wanita sholehah yang bisa menjaga kehormatan dirinya, dijauhkan dari segala keburukan dan fitnah dunia, aamiin

Bandung, 16 Juni 2017




Tidak ada komentar:

Posting Komentar