Tidak pernah ada manusia yang
benar-benar siap menghadapi ujian, siapapun dia, beriman atau tidak beriman,
sanggup atapun tidak sanggup menghadapinya, yang jelas itu adalah suatu
ketetapan Allah yang tidak bisa ditawar, kapan ujian itu berakhir? ujian
kehidupan hanya terjadi didunia ketika ia hidup, jika manusia mati maka ujian
kehidupan itu akan berakhir.
Dan datangnya ujian itu kadang
tidak bisa diprediksi, seperti halnya datangnya kematian, mungkin bagi
pandangan manusia, ujian itu adalah sesuatu yang menyedihkan atau
menyengsarakan, tapi mungkin dalam pandangan Allah ini berbeda, semakin Allah
mencintai hambaNya maka Allah akan timpakan ujian untuknya. Itulah yang
dihadapi oleh wanita-wanita yang berusaha menjaga kesuciannya, wanita-wanita
yang sholehah, yang kedudukannya mulia mengalami masa-masa sulit dalam
hidupnya, menghadapi ujian yang luar biasa.
Maryam binti Imran, wanita suci
penjaga Baitul Maqdis ini yang sejak kecil hingga usianya dewasa berada dalam
kesucian, tak pernah disentuh oleh laki-laki manapun, dengan izin Allah
ditiupkan janin dalam rahimnya hingga ia hamil dan melahirkan bayi laki-laki,
semua masyarakat berprasangka buruk padanya, semua masyarakat mungkin
menghinanya, dan ia dituduh berzina, maryam yang seorang diri tak mendapat
bantuan dari siapa pun, tak ada satu orang pun yang membelanya, dan entah
bagaimana ia harus membela diri sementara ia diperintahkan oleh Allah untuk
berpuasa tidak bicara dengan masyarakat. Hatinya mungkin hancur lebur, sesuatu
yang paling dijaga (kehormatannya) menjadi ujian terberat dalam hidupnya,
hingga ia sempat berkata
“Wahai, betapa (baiknya) aku mati
sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan”
Dan Allah tak pernah meninggalkan
Maryam sendiri, dengan izinnya Allah memberikan mukjizat kepada bayi yang telah
dilahirkan oleh Maryam untuk menyampaikan kebenaran, Allah telah menyelamatkan
Maryam.
Aisyah binti Abu Bakar, wanita
mulia, putri dari seorang laki-laki mulia sahabat kesayangan Rasullulah yang
bergelar Ash Shidiq, pun tak lepas dari ujian kehidupan yang berat, salah
seorang istri yang dicintai oleh Rasul dituduh telah berzina, hanya karena ia
datang bersama seorang sahabat Rasul berana Shafwan, ia terpisah dan tertinggal
dari rombongan yang melakukan perjalanan saat itu, hal ini dimanfaatkan oleh
orang-orang yang tidak menyukai Rasul. Hingga menjadi fitnah dimasyarakat,
bahkan Rasullulah pun hampir-hampir tidak mempercayainya, hal ini tentu menjadi
pukulan yang berat bagi Aisyah hingga akhirnya ia sakit. Terlebih pada saat itu
wahyu tak kunjung turun, untuk membenarkan dan membela Aisyah. Dan Aisyah pun
berkata
“Aku tinggal dihariku tersebut
dalam keadaan air mataku tidak berhenti mengalir dan aku tidak bercelak untuk
berangkat tidur. Di pagi harinya, kedua orang tuaku telah berada disisiku.
Sungguh aku telah menghabiskan air mataku. Menangis sehari dua malam dan tidak
bercelak. Air mataku tiada hentinya mengalir. Keduanya menyangka tangisan yang
demikian akan membelah hatiku. ketika keduanya sedang duduk disisiku yang masih
terus menangis, datang seorang wanita Anshar minta izin menemuiku. Aku
mengizinkannya, ia duduk menangis bersamaku. Dalam keadaan demikian, Rasullulah
masuk menemui kami. Beliau mengucapkan salam, kemudian duduk. Beliau belum
pernah duduk disisiku sejak tersebar fitnah tersebut. telah lewat waktu sebuan,
wahyu belum juga turun sehubungan dengan perkaraku”
Hingga akhirnya pertolongan Allah
itu pun datang, Allah membersihkan nama Aisyah dengan turunnya wahyu dalam
surat An-Nuur ayat 11-21, sungguh Allah tidak akan pernah meninggalkan
orang-orang beriman sendirian. Allah akan memberikan perlindungan kepada
siapapun wanita yang benar-benar menjaga diri dan kehormatannya. Karena
terkadang ujian datang dititik terlemah kita, wanita-wanita yang menjaga
kesucian dan kemuliaan dirinya, diuji dengan hal yang serupa (kesucian dan
kehormatan diri).
Maka doa yang bisa kita panjatkan
kepada Allah adalah meminta agar dikuatkan dan diteguhkan Iman Islamnya, diberi
kekuatan menghadapi ujian seberat apapun, dan dijauhkan dari segala fitnah
dunia, semoga kita termasuk wanita-wanita sholehah yang bisa menjaga kehormatan
dirinya, dijauhkan dari segala keburukan dan fitnah dunia, aamiin
Bandung, 16 Juni 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar