Selasa, 22 Maret 2016

Reason

"There will always be a Reason why you meet people. Either you need them to change your life or you're the one that will change Theirs" Angel Flonis Harefa


Mungkin kita yang terlalu bodoh untuk memahami kehendak Allah...
Itu yang saya fikirkan, perjalanan saya ke kalimantan kemarin memberikan banyak pelajaran, bagaimana rasanya meninggalkan dan ditinggalkan, bagaimana rasanya memberi dan menerima, bagaimana rasanya mencintai dan dicintai.

Satu bulan rasanya bukan waktu yang sebentar untuk bisa memahami perasaan manusia, tapi jujur saya menangis sepanjang perjalanan, dari mobil hingga naik pesawat, dari sadar sampai terlelap, bahkan ketika tidur, entah kenapa air mata saya jatuh, entahlah ketulusan dan kebaikan nyatanya selalu meninggalkan ruang dihati, padahal mereka bukan siapa-siapa, hanya bertamu sekali, dan entah kapan akan bertemu lagi.

Tak ada alasan untuk mencintai dan menyayangi manusia, setiap orang berhak dicintai dan disayangi, namun hati tak pernah bisa berbohong, apa yang datang dari hati pasti akan kembali ke hati, terima kasih atas perhatiannya kepada saya, saya menyayangi kalian semua.

Maksud hati melarikan diri dari kenyataan, nyatanya kenyataan tidak bisa dihindari.  Apa yang harus terjadi, memang harus terjadi, tak bisa kita menghindar dari setiap takdir Allah, apalagi masalah jodoh atau kematian. Dua-duanya dekat, namun tak tau kapan akan datang.
Sebelum pergi saya menitipkan orang-orang yang saya cintai kepada Allah, dan ketika saya kembali, pun saya akan menitipkan orang-orang yang menyayangi dan mengasihi saya kepada Allah. Jarak akan meninggalkan jejak rindu dihati, tapi kerinduan tidak akan selesai dengan pertemuan, jika rindu datang mungkin waktunya saya untuk bermunajat, meminta kebaikan dan kebahagiaan hadir dan datang pada orang yang saya rindui.

Hanya ucapan terima kasih yang bisa saya sampaikan, semoga Allah memberkahi setiap pertemuan dan perpisahan yang sudah ditakdirkan.

Bandung, 22 Maret 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar