“No matter how much suffering you went
through, you never wanted to let go of those memories”
-
Haruki Murakami
Kesempatan untuk pergi
meninggalkan Bandung nyatanya baru datang tahun ini, entah apa rencana Allah
dibalik ini semua, tapi rasanya ini waktu yang tepat, untuk saya sedikit
beristirahat, walau nyatanya disini saya tidak benar-benar istirahat, bahkan
kalau bisa dibilang disini saya lebih sibuk, jam mengajar yang cukup padat dari
pagi hingga siang, bahkan kadang jam malam untuk mengajar, tapi sudahlah saya
sudah cukup puas berada dikota ini yang jauh dari Bandung.
Bukan maksud saya lari dari
kenyataan, atau meninggalkan amanah-amanah itu, tapi saya sedang ingin “sendiri”
meski nyatanya saya sudah terlalu lama sediri, tapi baiklah tidak apa-apa,
tidak banyak orang yang menghubungi saya, dan kalaupun ada yang menanyakan
kabar saya, dan menghubungi saya, itu pasti orang tua saya, ibu dan bapak. Dan
alhamdullilah saya baik-baik saja, lebih baik dari kelihatannya.
Mungkin yang terlihat disini saya
bisa sedikit santai, jangan bayangkan saya sedang asyik menonton drama korea,
atau menonton anime, untuk membuat soal saja saya tidak sempat, padahal
deadline kerjaan saya membuat soal untuk UTS dan UAS banyak sekali, bahkan
modul SBMPTN pun belum selesai, novel tere liye dan komik miiko saja tidak
tuntas saya baca, karena banyak yang harus dikerjakan disini, menulis saja saya
malas, sudah terlalu lelah sepertinya, jadi ini hanya sisa-sisa tenaga yang
saya punya.
Sebenanya kalau boleh jujur, saya
sedih ninggalin Bandung, apalagi pas rihlah kemarin sama anak-anak Remasis
sebelum pergi ke Bontang, naufal salah satu murid yang sudah lama dimesjid,
yang sekarang sudah beranjak remaja benar-benar peduli pada saya, beberapa kali
dia menawarkan untuk membawakan tas saya ketika harus naik-naik bukit, kasian
sepertinya dia liat saya, tapi saya menolak, saya ingat Rasullulah yang selalu
membawa barang bawaannya sendiri, jadi saya bawa sendiri tas saya yang lumayan
berat dengan perbekalan.
Saya hanya ingat pesan seseorang
untuk menjaga diri agar makan teratur dan jangan terlalu lelah, mungkin dia tau
saya suka malas makan, ingin kurus, ingin diet, dan segala macam, padahal
nyatanya saya gak bisa gak makan, karena kalau telat makan lambung saya pasti
bermasalah, mual dan begitulah kira-kira, saya tidak boleh sakit disini, jadi
saya selalu makan teratur disini.
Baiklah, doakan saja saya
sehat-sehat disini, insya allah saya bisa menjaga diri dengan baik disini,
sampai jumpa dilain kesempatan, mudah-mudahan kalau ada kesempatan kita bisa
bertemu.
Dibuat pada saat kelelahan, maaf
kalo tulisannya tidak bermutu.
Bontang, 16 Februari 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar