Selasa, 12 Mei 2015

Kematian

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dia berkata,
“Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ
“Perbanyaklah mengingat perusak kelezatan-kelezatan, yaitu mati.”
(Hadits Hasan Shahiih; diriwayatkan Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban).
Seminggu yang lalu saya, berserta kedua orang tua saya bertakziah ke makam pakde dan bude dari bapak, mereka berdua bukan kakak kandung bapak sebenarnya, bisa dibilang nenek bapak itu adik kakak dengan orang tuanya bude. Bude meninggal karena punya penyakit komplikasi beberapa tahun yang lalu, dan pakde meninggal akhir desember 2014 yang lalu karena kecelakaan motor, sempat koma beberapa minggu di rumah sakit, sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Saya sendiri tidak sempat menghadiri pemakaman pakde dan bude pada saat itu, karena sedang mengajar, mereka dimakamkan bersebelahan, didaerah batu jajar. Makam disana adalah pemakaman Muslim milik masyarakat sekitar, berada dalam satu areal perekebunan, yang ditumbuhi oleh banyak semak-semak. Entahlah, setiap kali datang ke makam, saya selalu merasa takut, entah mengapa rasanya tidak siap untuk mati, dan ketika selesai berdoa, ibu berkata kepada saya.

"Orang sudah meninggal, hanya itu saja, tidak ada satupun harta benda yang dibawa mati"

iya..., memang benar kadang kita sibuk mengurusi urusan dunia, hingga lupa bagaimana mengurusi kehidupan sesudah mati, bekal apa yang sudah disiapkan, atau selama ini kita hanya sibuk mengejar dunia mengumpulkan harta benda, mempercantik dan memperindah diri sendiri, tapi lupa memperbaiki kualitas diri, kulitas Iman dan kualitas ibadah kita?

Saya sedang merenung..., betapa kadang saya pun seperti itu, seperti kebanyakan orang, yang sibuk mengurusi urusan dunia. Mudah-mudahan, kita semakin ingat kepada Allah, semakin ingat bahwa Malaikat Izrail suatu saat akan menjemput kita.

Saya hanya bisa berdoa, semoga kehidupan yang singkat ini, saya bisa menjadi sebaik-baik manusia, yang bermanfaat bagi orang lain. Semoga kematian yang datang  kelak terjadi ditempat yang baik, diwaktu yang baik, dan dalam kondisi yang baik, semoga kelak dapat wafat dalam keadaan KhusnulKhatimah, dan berada dalam kematian mulia dijalan Allah.

Dan sepenggal doa untuk Ibu dan Bapak...
"Semoga Allah senantiasa mencintai kalian berdua, menyayangi kalian berdua, memberikan segala yang baik dalam kehidupan kalian berdua, baik didunia maupun diakhirat kelak, semoga Allah kumpulkan kembali kita semua sekeluarga di Jannahnya" aamiin.

Bandung, 12 Mei 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar