"Waiting is painful, Forgetting is painful. But not knowing which to do is the worse kind of Suffering" Paulo Coelho
Menunggu sesuatu bukanlah pekerjaan yang sederhana, apalagi menunggu manusia??? yah itulah sebabnya saya berusaha sekuat mungkin memegang komitmen, untuk tidak membuat orang menunggu. Bahkan dikelas saya pernah bilang didepan anak-anak "Soalnya saya gak bisa buat orang nunggu". Mungkin terdengar klise, tapi begitulah, saya berusah menghargai waktu, berusaha menghargai manusia, siapapun yang saya hadapi, bukan seberapa penting orang itu hingga layak saya temui, tapi saya merasa tidak layak, jika saya yang seorang muslin membuat saudara saya menunggu lama. Karena itu artinya saya telah mengambil hak saudara saya yang seharusnya tidak saya lakukan.
Bagi saya, yang mengaku mencintai Rasul, saya berusaha meneladani beliau dalam banyak hal, salah satunya tentang kedisiplinan, dalam kehidupan sehari-hari meski saya sering lalai, tapi sebisa mungkin berusaha untuk bisa sholat tepat waktu, dan begitu pula ditempat kerja, saya berusaha untuk tidak datang terlambat ke kantor, itu sudah menjadi habbit bagi saya, dan bagi saya salah satu prestasi besar, ketika saya memberikan layanan Intensif SBMPTN saya tidak pernah membuat murid-murid saya menunggu lama.
Namun saya akui saya sendiri masih belum bisa mengatur waktu dengan baik, akhirnya ketika waktu tidak bisa saya ajak kompromi, ada saja konsekuensi besar yang akhirnya saya ambil, saya menggunakan kendaraan bermotor dengan kecepatan diatas kecepatan normal, ini suatu hal yang buruk dan tak layak dicontoh, bukan hanya bisa membahayakan diri sendiri, tapi juga bisa membahayakan orang lain.
Dan begitulah, yang terjadi setiap sabtu sepulang kerja, ketika rata-rata jam pulang kerja saya jam 5 dan saya harus mengajar jam 6 dimesjid, dengan jarak yang subhanallah, saya harus melewati 9 stopan lampu merah, kadang sulit difikirkan secara logika, tapi yah mungkin karena niat yang kuat untuk mengajar, menyampaikan ilmu agama dengan baik kepada adik-adik, Allah dengan ribuan malaikatnya senantiasa melindungi perjalan saya.
Kadang terfikirkan untuk mengambil keputusan, berhenti bekerja dan mencari pekerjaan yang lain yang hari sabtunya bisa libur, atau memilih meninggalkan mesjid, berhenti mengajar dimesjid. Sayangnya kedua keputusan itu meski pernah ada dalam otak saya, sampai sekarang belum saya jalankan juga, mungkin suatu saat saya akan berhenti bekerja, mengurus suami, dan anak-anak saya dirumah, dan sesekali mengajak buah hati saya kemesjid untuk menemani saya mengajar anak-anak dimesjid, aamiin
Bandung, 14 Juni 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar