Jumat, 23 Mei 2014

Az Zahra



“Aku tidak melihat seseorang yang perkataannya dan pembicaraannya yang menyerupai Rasullulah selain Fatimah, jika ia dating mengunjungi Baitullah, Rasullulah berdiri lalu menciumnya dan menyambutnya dengan hangat, begitu juga sebaliknya yang diperbuat Fatimah bila Rasullulah dating mengunjunginya” Aisyah Ra


Kalian pasti ingat putri bungsu Nabi Muhammad ini, perempuan mulia yang begitu dicintai oleh Rasullulah, dan entah kenapa saya ngefans sama Fatimah, bukan semata-mata karena saya sama kaya Fatimah sebagai anak bungsu, tapi memang menurut saya Fatimah adalah salah satu perempuan muslimah yang keren, meski saya hanya tau beliau dari sirah dan beberapa buku yang sempat saya baca, saya ngefans dan suka sama Fatimah bukan karena kisah cintanya sama Ali yang mengharu biru, tapi memang Fatimah adalah figur perempuan muslimah yang perlu diteladani.

Saya memang mengagumi Fatimah dan Ali, ada beberapa buku tentang mereka yang saya sengaja beli, beberapa diantaranya belakangan baru saya tau, bukunya adanya buku karangan orang Syiah, jadi yah isinya lebih banyak mneceritakan kehidupan mereka, terlepas dari siapa penulisnya, saya mengambil banyak pelajaran dari sosok perempuan mulia ini.

Saya tau, Fatimah adalah seorang perempuan muslimah yang dibesarkan dalam lingkungan Islam yang baik, ia mewarisi kemuliaan akhlak ayahnya, hingga Aisyah pun berkata, bahwa Fatimah ini perkataan dan pembicaraannya menyerupai Rasullulah, dan saya tau beliau adalah perempuan yang kuat mentalnya, fisiknya, ibadah serta amalnya, bagaimana tidak. Fatimah begitu berani memarahi para pembesar Quraisy saat ayahnya dizalimi dilempari batu dan kotoran unta.

Saya tau, saya sebagai muslimah masih harus banyak belajar dari sosok Fatimah, salah satunya bagaimana bersikap dan bertingkah laku, tidakcentil, manja, dan kekanak-kanakan, saya berusaha sebisa mungkin menggunakan pakain dan berhijab secara Syar'i, tidak menggunakan hijab tutorial yang aneh-aneh, sesederhana mungkin itu lebih baik, tidak centil didunia nyata dan didunia maya, itulah sebabnya tidak ada satupun media sosial yang saya miliki saya menggunakan foto profil sendiri, alhamdullilah dikasih rasa malu yang besar sama Allah.

Lebih dari itu saya pun harus mau banyak belajar, belajar Quran dan belajar Hadist serta Sunah-sunah Rasul, bagaimana menjadi perempuan yang baik dalam segala kondisi. Menjadi anak perempuan yang baik, yang berbakti kepada orang tua, menjadi Istri yang baik kepada suami, menjadi Ibu yang baik kepada anak-anak.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana menjaga itu semua dalam KeIstiqomahan, alhamdullilah sejak tau batasan aurat, saya tidak pernah pergi keluar rumah tanpa menutup kaki saya dengan kaos kaki.

Sebagai muslimah yang baik saya harus mau bersungguh-sungguh dalam belajar, salah satunya belajar Keikhlasan, baik dalam ibadah kepada Allah maupun Ibadah kepada manusia.

Ini contoh kecil dalam kehidupan saya tentang niat, dan meluruskan niat. 
Sebagai anak terakhir, yang paling banyak tinggal dirumah, tentunya saya yang paling sering menjadi seksi humas dirumah -,- maksudnya, saya yang paling sering disuruh-suruh oleh orang tua saya, baik Ibu maupun bapak untuk membelikan sesuatu atau menyelesaikan suatu pekerjaan.

Sebenarnya itu bukan masalah, karena ini salah satu bakti saya kepada orang tua, namun sebagai manusia saya terkadang punya sisi-sisi kemanusiaan yang kurang baik, malas keluar rumah karena saya harus berganti baju terlebih dahulu, lengkap dengan kerudung dan kaos kaki, tak jarang ketika disuruh Ibu beli bubur ayam, atau beli tahu, si mamangnya udah keburu pergi karena saya terlalu lama ganti baju, pake kerudung, dan kaos kaki.... *maafkanbu....

Padahal energi yang saya keluarkan untuk berganti pakaian, memakai kerudung, dan kaos kaki sungguh semuanya akan bernilai ibadah dan amal sholeh jika saya ikhlas mengerjakannya.

Jadi... jadi..., saya ingin seperti Fatimah Az Zahra, bisa menjadi wanita muslimah yang keren seperti beliau.

Bandung, 23 Mei 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar