Setiap manusia pasti akan menghadapi masalah
Setiap manusia pasti akan menghadapi pilihan
Dan kebahagiaan adalah konsekuensi dari pilihan kita.
Terkadang kita merasa diuji dengan sesuatu yang berat, sesuatu yang rasa-rasanya sulit untuk dicari jalan keluarnya, bukankah masalah itu salah satu indikator bahwa kita masih hidup, karena setelah kematian tak akan ada lagi masalah, kita hanya akan menghadapi malaikat munkar nakir dialam kubur yang sibuk bertanya pada kita tentang bagaimana kita waktu hidup.
Bukan masalahnya yang terlalu berat, tapi bagaimana sebenarnya kita menghadapi masalah itu, apakah masalah memberikan impact yang baik bagi hidup kita, atau justru sebaliknya. Apakah dengan masalah kita tambah dekat dengan Allah, atau justru sebaliknya semakin jauh dari Allah.
Aku sendiri sedang berusaha memahami, sedang berusaha mengerti, apa yang Allah kehendaki dengan “masalah” ini, aku berusaha berbaik sangka pada Allah, Allah ingin menguji seberapa besar Imanku ini.
Sungguh semua sudah diatur sedemikian rupa, sudah ditakar sebaik mungkin, karena masalah pun berbanding lurus dengan KeImanan seseorang, bukankah orang-orang Sholeh sebelum kita pun mendapati ujian yang begitu berat, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Muhammad
tapi lihatlah bagaimana, Allah membantu dan menolong mereka, Aku belajar bagaimana nabi-nabiku ini bertahan dengan KeImanannya, sungguh itu bukan perkara mudah, sungguh itu bukan perkara sederhana, dibakar api, menyembelih anak sendiri, dikejar-kejar oleh ratusan pasukan yang akan siap membunuh, dilempari kotoran, dilempari batu hingga berdarah, diboikot hingga kelaparan, Demi Allah aku pun pasti takan sanggup, jika tanpa pertolongan Allah.
Maka ketika masalah itu datang…
Aku berusaha menahan emosiku, menahan perasaaanku, menahan jangan sampai aku menyalahkan siapapun atas keadaan ini, termasuk menyalahkan diriku sendiri…
Seandainya tidak begitu, seandainya tidak begini, seandainya tidak bertemu, seandainya tidak mengenal, seandainya tidak kesana, dan seandainya - sendainya yang lain.
Aku sedang berusaha menyelesaikan masalah ini sendiri, meski banyak teman, keluarga, guru ngaji, atau bahkan psikolog memberi banyak masukan dan nasehat.
Sekali lagi, masalah yang datang pada kita, kita sendiri yang akan mengatasinya, kita sendiri yang membuat keputusannya.
Aku berharap, apa yang aku inginkan sejalan dengan apa yang Allah kehendaki untukku, tapi sebagai seorang hamba yang baik, aku berharap bahwa apa yang Engkau kehendaki itu yang baik untukku, dan itu yang aku jalani dengan penuh keikhlasan dan keridhaan.
Karena hanya Engkaulah sebaik-baik pemberi Keputusan.
Bandung, 21 Maret 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar