Minggu, 12 Mei 2013

Penyesalan....


 Dari Zaid bin Arqam r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. mengucapkan – dalam doanya yang artinya:
Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada kelemahan dan kemalasan, kekikiran dan usia terlampau tua serta siksa kubur. 

Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ini untuk dapat bertaqwa kepadaMu, juga sucikanlah jiwaku itu karena Engkau adalah sebaik-baik Zat yang dapat menyucikannya. Engkaulah yang Maha Menguasai serta yang menjadi Tuhannya. Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada ilmu pengetahuan yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak dapat khusyu’,dari jiwa yang tidak puas-puas dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (Riwayat Muslim)


Penyesalan itu selalu datang diakhir... dan mungkin penyesalanlah yang membuat  seseorang akan benar-benar melakukan yang terbaik untuk membayar penyesalan itu...
Seorang muslim... tak boleh melihat apa yang sudah terjadi kebelakang... tidak boleh berlarut-larut dalam keadaan yang membuat ia berkata... seandainya... kalau saja.... jika saja....
Bukankah Allah telah memberikan waktu kepada kita? Dan tak mungkin juga waktu yang telah berlalu akan kembali lagi...

Waktu dijam dinding menunjukkan pukul 20.15... seorang gadis tengah membuka sebuah laptop, sepertinya ada yang ingin ia selesaikan malam itu, ia sudah mengenakan pakaian piyama, itu artinya ia sudah siap untuk tidur. Namun tiba-tiba saja sebuah sms masuk ke handphonenya...

“Teh ada ta’lim gak malem ini? Ini anak-anak udah pada kumpul dimesjid”

Ia tidak berfikir panjang...,  ia menjawab smsnya “ Tungguin, teteh kesana yah”, perempuan muda itu segera mangganti bajunya, ia segera mengenakan jilbabnya, mengenakan jaketnya, membawa kitab Riyadhus Shalihin, dan segera bergegas  menuju mesjid... langkah kakinya cepat, ia tau ia sedang ditunggu adik-adiknya dimesjid.

Diiringi gerimis gadis itu berjalan sendiri menuju mesjid...., ia hanya seorang gadis biasa, bukan seorang ustadzah bukan juga seorang murabbiah... ia hanya gadis biasa yang ingin membayar kesalahannya dimasa lalu...

Ia bertanya pada hatinya?
“Mengapa dulu ketika SMA aku tidak  pernah bersungguh-sungguh belajar Islam, dan membina adik-adikku disekolah?, mengapa selepas meninggalkan sma tak pernah kembali lagi untuk adik-adikku? Pun ketika dikampus, mengapa tidak sepenuh hati bergabung di LDK dan belajar lebih banyak tentang  Islam dan mengamalkannya untuk adik-adik tingkat?”

Keesokan harinya seorang pemuda berusia 19 tahun data
ng bertamu kerumah gadis itu..., iya yang usianya lebih muda 7 tahun darinya hendak meminjam beberapa buku padanya..., namun akhirnya pemuda itu menyampaikan sesuatu yang membuat hatinya menjadi kecut.

“Tetah tau kan kondisi anak-anak kaya gimana sekarang?  Mereka tidak sebaik keliatannya,  mereka butuh dibina, butuh pengarahan,  memang teteh mau setelah teteh berhenti , tidak ada lagi akhwat yang akan melanjutkan  perjuangan teteh dimesjid?”

“Iya tau... tapi kan... dakwah sendiri itu lebih sulit, lebih berat...”

“Emang ada dakwah yang mudah teh?”

“Ya seenggaknya kalo ada temen,  ada patner semuanyanya akan jauh lebih mudah kan?”

“Justru sendiri itu lebih bagus, pahalanya lebih besar kan? Dan itu amal jariyah yang gakan pernah putus kan?”

“Iya tapi kan ilmu teteh belum banyak, ibadahnya gini-gini aja,  belum pernah ditraining, masih butuh pembinaan?”

“teteh banyak ngeluhnya”

*tiba-tiba hening

“Seandainya semua orang berfiikiran sama seperti teteh... saya yakin dakwah tidak akan pernah ada, karena tidak akan ada orang yang mau melakukannya....”

Dan aku mulai berfikir... saat doa-doaku belum juga Allah kabulkan...
Mungkin ada kewajiban yang belum aku tunaikan... ada hak Allah yang aku abaikan...

Bandung 8 Februari 2013




Tidak ada komentar:

Posting Komentar