hanya
maaf yg bs terucap,jika diri ini,hijab ini sdh tdk sama lg dgn yg
dahulu,meski tampil beda,tp hati ini tetap sama...msh di jalan
(T)ersebut...smg bs blapang dada melihat diri qu yg saat ini,mdh2n tetap
syar'i...
tanpa sengaja saya membaca sebuah status di facebook..., "beliau" adalah salah satu kaka tingkatku dikampus, seorang aktivis dakwah yang begitu aktif diorganisasi, tapi entah apa yang terjadi pada si teteh hingga ia menulis status seperti itu, sudah lama aku tak bertemu dengannya sejak ia menikah tahun lalu, beliau salah satu orang yang sempat membimbingku, ketika aku melalui pelatihan diawal-awal aku masuk tempat kerjaku, kebetulan kami satu tempat kerja, meskipun kini ia telah mengundurkan diri dari tempat kerjaku yang sekarang.
2 tahun yang lalu mungkin, saat ada acara outbond dari kantor, dan kami mengendarai truk tentara, kami duduk bersebelahan, maka mengalirlah banyak cerita saat itu, banyak hal yang kami bicarakan, mulai dari buku, organisasi, aktivitas dakwah, keluarga, konsep takdir, dan jodoh. Entah mengapa, bagiku beliau adalah seorang wanita yang kuat, yang besar dalam sebuah organisasi, dan cukup lama terlibat dalam aktivitas dakwah dikampus. Beliau cerdas, dengan tsaqofah Keislaman yang begitu dalam, beliau sempat bertanya singkat ketika beberapa kali melihatku sering mengenakan "pakaian gamis", ah sudahlah... "pakaian gamis" begitu identik dengan salah satu harakah yang ada di Indonesia, tapi.. bagiku itu hanya salah satu perintah Allah yang tidak perlu diperdebatkan, silahkan dikembalikan pada keyakinan dan dalil yang kuat sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunah.
Kembali pada cerita semula, entah apa yang terjadi pada tetehku ini, hingga entah mengapa aku tiba-tiba saja teringat pada sebuah status di twitter yang ditulis oleh seorang pemuda
yang menyedihkan adalah melihat blog seseorang yang sudah berlawanan tingkah lakunya dari tulisan yang dia buat diblog tersebut
mungkin yang menulis diblog adalah hatinya sedangkan sehari-hari adalah nafsunya
Seseorang yang kita anggap baik/sholeh bisa saja berubah kan???
Astagfirullahaladzim...
semakin takutlah saya untuk menulis, apalagi kalo tulisan saya jelas-jelas dibuat untuk mengingatkan orang lain, sebenarnya tulisan-tulisan yang saya buat adalah bentuk dari perasaan saya yang tidak dapat diungkapkan secara verbal, saya berharap tulisan-tulisan saya ini menjadi pengingat bagi saya, saat iman saya tengah limbung atau jatuh (semoga tidak)
tapi... bukankah seperti itu ujian bagi orang-orang beriman???
kalau boleh mencurahkan sedikit perasaan saya, satu hal yang membuat saya takut, saya takut ketika hati saya tidak lagi peka terhadap dosa, saya akan sangat sedih jika saya tidak merasakan penyesalan saat saya melakukan dosa/maksiat.
Dan ketika saya melihat seorang manusia yang cahaya keimanannya kian meredup, bahkan tak terlihat lagi cahayanya, itu benar-benar menyesakkan sahabat...
Apalagi jika orang tersebut tak lagi dapat tersentuh oleh kita...
tetehku... atau kau sahabatku yang jauh disana..., aku tau siapapun yang berjalan di jalnn dakwah ini pasti akan mengalami kesulitan-kesulitan hidup, saat dunia dan setan membisikkan rayuannya kepada kita untuk menjauhi Allah..
Semoga Allah menjaga keimanan kita untuk tetap berada ditempatnya, hanya doa yang bisa kupanjatkan pada Allah, semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Kasih sayangNya untuk kalian, dan mengistiqomahkan kita untuk tetap berada dijalanNya... aamiin
Bumi Allah... 13 Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar