“Ya Allah, buatlah aku ridha dengan qadha (keputusan)Mu, berkahilah aku dalam qadar (ketentuan)Mu, hinga Engkau tidak suka untuk menyegerakan apa yang Engkau akhirkan dan tidak mengakhirkan apa yang Engkau segerakan” (Umar bin Abdul Aziz)
“Sesungguhnya Allah SWT bila mencintai suatu kaum pasti menguji mereka. Karena itu barangsiapa ridha akan mendapat keridhaan, dan barangsiapa yang marah akan mendapat kemarahan” (HR. Tirmidzi)
“Sesungguhnya Allah dengan keadilan dan ilmuNya menjadikan kebahagiaan dan kegembiraan dalam keyakinan dan keridhaan, serta menjadikan duka dan kesedihan dalam keraguan dan kemarahan”
(Ibnu Mas’ud)
“Barangsiapa ridha keputusan Allah terjadi pada dirinya, maka ia mendapat pahala. Tetapi barangsiapa tidak ridha dengan keputusan Allah itu terjadi pada dirinya maka amalnya akan terhapus”
(Ali bin Abi Thalib)
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla bila telah memutuskan suatu keputusan, Ia suka jika hambNya meridhainya” (Abu Darda)
“Barangsiapa ridha dengan dengan apa yang ada baginya, ia akan terasa luas dan diberkahi. Barangsiapa tidak ridha, ia tidak cukup baginya dan tidak mendapat keberkahan padanya” (Al-Hasan ra)
“Tidak ada lagi kegembiraan bagiku kecuali dalam peristiwa-peristiwa qadar” ditanyakan kepadanya, “apa yang anda inginkan?”.... “Apa yang Allah putuskan” (Umar bin Abdul Aziz)
“Tidak ada derajat yang paling tinggi dibanding orang-orang yang ridha kepada Allah dalam segala kondisi. Karena itu, barangsiapa mendapat keridhaan berarti telah mencapai derajat terbaik”
(Abdul Wahid bin Zaid)
“Apakah aku akan murka kepada (takdir) Tuhanku!? (Tidak!) Aku ridha dengan (takdir) Tuhanku, Aku ridha akan (takdir) Tuhanku.” (Abu Bakar Ash Siddiq)
Radhiitubillahirabba Wabil Islamidiina Wabimuhammadin Nabiya Warasulla
(Aku Ridha Allah menjadi Rabbku, Islam sebagai Agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasulku)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar