Senin, 11 Juni 2012

Menjelang SNMPTN 2012

Mulai dari malam hingga sore ini... Handphone saya tidak berhenti berbunyi...
beberapa pesan SMS dan BBM masuk ke handphone saya... beberapa diantaranya adalah pesan dari murid-murid saya...

Jumat, 08 Juni 2012

 Jauh didasar hatimu, kau ingin menghindari kenyataan ini..
Kenyataan yang mengantarkanmu pada episode-episode hidup yang membuatmu selalu dalam perasaan tak nyaman, sendainya tidak begitu..., seandainya tidak begini...
Tapi apa hendak dikata, seperti tetesan air hujan yang jatuh ke bumi dari langit, dapatkah seorang makhluk menghentikannya???
Begitu pula dengan semua takdir yang kini tak dapat kau hindari...
Aku melihat rasa takut dalam dirimu...
Aku tau bagaimana kau selalu merasa inferior dengan lingkungan yang tak pernah bisa lepas dari lingkaran hidupmu
Kau yang merasa kecil...
Kau yang merasa bodoh...
Kau yang merasa tak punya apa-apa...

Wahai manusia yang lembut hatinya, semoga Allah berikan cahaya, agar kau bisa terus melangkah..., dalam gelap, maupun dalam terang...
Semoga kau bisa tetap berjalan dalam kesepian atau keramaian...
Apa yang kau lihat, yang kau rasakan, itu adalah cara Allah mengajarimu tentang "Iman"


Bumi Allah, selepas Hujan Reda
8 Juni 2012


Senin, 28 Mei 2012

Tanpa Kata....

Ada rasa yang tak mampu diucapkan dengan kata....
Ada rasa yang tak mampu dituliskan dalam bentuk kalimat...
Tak bisa diungkapkan
Tak bisa disampaikan
Tak bisa dijelaskan
Ia hanya akan tersimpan di dinding hati
Hingga pada akhirnya terlepas jatuh dalam bentuk air
yang mengalir dari mata...


Kamis, 10 Mei 2012

Bahagia itu sederhana.....

Sore ini setelah beraktifitas cukup padat seharian, mengajar 8 jam.... akhirnya aku pergi ke suatu tempat makan bersama salah satu muridku. Dan ketika asyik menikmati makan sore, tiba-tiba aku melihat seorang pria dewasa menggendong seorang anak kecil, usianya mungkin sekitar 2-3 tahun. Ah... aku tidak bisa memperkirakan anak itu berapa usianya, tapi tetap saja dia itu anak bayi =)

Rabu, 09 Mei 2012

Jangan nunggu ditegur Allah!

Entah apa yang terfikir dalam benak saya, belakangan ini saya disibukkan dengan rutinitas yang tak pernah berhenti, hingga fikiran saya tidak fokus.... kehilangan kartu ATM, kehilangan Uang, dan kehilangan beberapa buku. Mungkin saya yang teledor, ceroboh, atau lalai. Atau ini teguran dari Allah?

Rabu, 11 April 2012

Ingatkan aku akan rasa Malu...

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ
“Rasa malu itu hanya mendatangkan kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim dari ‘Imron bin Hushain)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ قَالَ أَوْ قَالَ الْحَيَاءُ كُلُّهُ خَيْرٌ
Rasulullah bersabda, “Rasa malu adalah kebaikan seluruhnya atau rasa malu seluruhnya adalah kebaikan.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Iman itu terdiri dari 70 sekian atau 60 sekian cabang. Cabang iman yang paling utama adalah ucapan la ilaha illalloh. Sedangkan cabang iman yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari tempat berlalu lalang. Rasa malu adalah bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Suatu ketika Nabi menjumpai seorang yang sedang mencela saudaranya karena dia sangat pemalu, Nabi lantas bersabda, “Biarkan dia karena rasa malu itu bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi jelaskan dalam sabdanya, “Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya”. “Kami sudah malu duhai Rasulullah”, jawab para sahabat. Nabi bersabda,

لَيْسَ ذَاكَ وَلَكِنَّ الِاسْتِحْيَاءَ مِنْ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى وَلْتَذْكُرْ الْمَوْتَ وَالْبِلَى وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنْ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ
“Bukan demikian namun yang dimaksud malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah menjaga kepala dan anggota badan yang terletak di kepala, menjaga perut dan anggota badan yang berhubungan dengan perut, mengingat kematian dan saat badan hancur dalam kubur. Siapa yang menginginkan akhirat harus meninggalkan kesenangan dunia. Siapa yang melakukan hal-hal tersebut maka dia telah merasa malu dengan Allah dengan sebenar-benarnya.” (HR. Tirmidzi dll, dinilai hasan karena adanya riwayat-riwayat lain yang menguatkannya oleh Al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. 935)


Bumi Allah, 12 April 2012